Bangunan Berkelanjutan dari Kayu yang Ramah Lingkungan sebagai Solusi Iklim

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 17 Maret 2023 | 11:15 WIB
Bangunan Berkelanjutan dari Kayu yang Ramah Lingkungan sebagai Solusi Iklim
Kolaborasi FSC dengan Sampoerna Kayoe dalam Event ARCH ID 2023 di ICE BSD Tangerang Selatan ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan pemahaman komunitas arsitek dan produsen kayu di Indonesia terkait sumber kayu tersertifikasi FSC sebagai bahan bangunan yang estetik, kuat, tahan lama, dan berkelanjutan. (Foto: Dok. FSC Indonesia)

Suara.com - Bangunan yang menerapkan prinsip ramah lingkungan telah menjadi pilihan bagi sebagai masyarakat yang memperhatikan kelestarian planet Bumi.

Tingkat ramah lingkungan bangunan dapat dinilai dari desain bangunan, materi bahan bangunan, energi yang digunakan dalam bangunan, proses pembangunan hingga asal sumber materi bahan bangunannya.

Salah satu materi bahan bangunan yang paling ramah lingkungan adalah kayu, karena selain pengolahannya hemat energi, kayu menghasilkan emisi karbon yang rendah dan dapat menyimpan karbon dalam waktu yang lama.

Dengan teknologi dan desain yang tepat, kayu dapat menjadi materi bangunan yang tidak saja ramah lingkungan namun bernilai estetik tinggi, kuat, dan tahan lama.

Bangunan komersial di Amerika, Eropa dan Australia, dan sebagian Asia seperti Jepang, telah menggunakan kayu sebagai material utama karena nilai ramah lingkungannya.

Australia mendorong penggunaan kayu sebagai bahan utama bangunan melalui proyek gedung 40 lantai yang memadukan kayu dan beton.

Belanda dan Inggris juga memberlakukan kebijakan serupa. Di Indonesia juga telah berdiri bangunan kayu prefabrikasi di Semarang bernama Microlibrary Warak Kayu yang seluruhnya menggunakan kayu tersertifikasi FSC, sehingga selain proses pembangunannya ramah lingkungan karena tidak menggunakan semen dan baja dan tanpa penggunaan alat berat, kayunya juga diambil dari hutan yang tersertifikasi standar FSC.

“Sudah saatnya kita mengubah stigma lama bahwa dengan menggunakan kayu kita menyumbang pada kerusakan lingkungan. Kita justru berkontribusi melawan perubahan iklim dengan semakin banyak menggunakan kayu untuk materi bangunan. Tentunya, kayu yang kita gunakan berasal dari sumber yang berkelanjutan antara lain yang tersertifikasi FSC”, jelas Hartono Prabowo, Technical Director FSC Indonesia.

FSC juga telah menyiapkan sistem berupa sertifikasi projek, yang memungkinkan pemilik bangunan dapat membuktikan bahwa bangunannya telah menjadi bagian dari upaya melawan perubahan iklim.

Terdapat 2 alasan kayu sebagai bahan baku utama bangunan yang paling ramah lingkungan.

Pertama, siklus hidup bangunan dengan struktur dari kayu dapat menghasilkan jejak karbon sekitar 30% lebih rendah daripada baja atau beton yang setara.

Kedua, daya simpan karbon akan semakin tinggi seiring makin banyaknya jumlah bangunan yang memakai kayu.

Kayu yang sudah diolah tetap menyimpan karbon sepanjang kayu tidak musnah.

Fosil kayu yang terkubur di dalam tanah tetap menyimpan karbon yang diserap selama daur hidupnya yang akan mengurangi gas buang ke atmosfer yang menambah pemanasan global, sementara pohon baru akan menyerap karbon di udara.

Namun demikian masih merupakan tantangan bagi pembangun, arsitek, dan desainer untuk mendapatkan informasi dan sumber bahan baku yang sesuai untuk membangun bangunan yang kuat, estetik, tahan lama dan berkelanjutan, di sisi lain produsen bahan kayu berkelanjutan juga tidak memiliki informasi yang cukup mengenai kebutuhan arsitek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

18 Maret Hari Arsitek Nasional, Inilah Karya-karya Gubenur Jabar Ridwan Kamil sebagai Tokoh Arsitek Terkemuka

18 Maret Hari Arsitek Nasional, Inilah Karya-karya Gubenur Jabar Ridwan Kamil sebagai Tokoh Arsitek Terkemuka

| Sabtu, 18 Maret 2023 | 11:06 WIB

5 Tips Membuat Kamar Tidur Ramah Lingkungan di Rumahmu, Sudah Tahu?

5 Tips Membuat Kamar Tidur Ramah Lingkungan di Rumahmu, Sudah Tahu?

Your Say | Senin, 13 Maret 2023 | 19:29 WIB

Indonesia Bisa Jadi Trendsetter Furnitur Ramah Lingkungan

Indonesia Bisa Jadi Trendsetter Furnitur Ramah Lingkungan

| Senin, 13 Maret 2023 | 18:31 WIB

5 Manfaat dari Membeli Buku Bekas, Sudah Tahu?

5 Manfaat dari Membeli Buku Bekas, Sudah Tahu?

Your Say | Selasa, 28 Februari 2023 | 13:34 WIB

Pemerintah Akan Gabungkan Bioetanol dengan Pertamax untuk Menyediakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Pemerintah Akan Gabungkan Bioetanol dengan Pertamax untuk Menyediakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

| Minggu, 26 Februari 2023 | 13:35 WIB

Sektor Pertambangan dan Otomotif Siap Gunakan Biodiesel untuk Indonesia Ramah Lingkungan

Sektor Pertambangan dan Otomotif Siap Gunakan Biodiesel untuk Indonesia Ramah Lingkungan

Press Release | Jum'at, 24 Februari 2023 | 12:58 WIB

Terkini

Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha

Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 19:15 WIB

Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI

Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 19:05 WIB

Sosok Dan Darmawan, Musisi Lokal yang Namanya Mencuat di Tengah Kasus Penyanyi D4vd

Sosok Dan Darmawan, Musisi Lokal yang Namanya Mencuat di Tengah Kasus Penyanyi D4vd

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:45 WIB

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:35 WIB

Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!

Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:17 WIB

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:11 WIB

Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:10 WIB

Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi

Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:35 WIB

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:30 WIB

Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?

Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:12 WIB