Keren! Begini Saat Mbok Jamu Masuk Majalah Vogue, Bahas Peran Perempuan Dalam Melestarikan Ramuan Tradisional Indonesia

Dinda Rachmawati

Rabu, 05 April 2023 | 15:05 WIB
Keren! Begini Saat Mbok Jamu Masuk Majalah Vogue, Bahas Peran Perempuan Dalam Melestarikan Ramuan Tradisional Indonesia
Mbok Jamu Masuk Vogue Magazine (Instagram @voguemagazine/ Fotografer Nyimas Laula)

Suara.com - Baru-baru ini, postingan Instagram Vogue Magazine menjadi sorotan di Indonesia setelah secara khusus mengikuti kehidupan para penjual jamu untuk melihat peran mereka dalam melestarikan minuman tradisional tersebut dari masa ke masa. Ulasan indah ini dilengkapi oleh jepretan indah dari fotografer Nyimas Laula. 

Seperti diketahui, jamu memang memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Minuman tradisional ini telah dipercaya memiliki berbagai khasiat, mulai dari kesehatan hingga kecantikan. Tak heran jika obat warisan nenek moyang ini terus melekat hingga saat ini.

Dalam artikel panjang yang dibuat khusus dalam rangka #VogueGlobalWomen, Vogue Magazine menceritakan kisah para mbok jamu gendong yang secara historis terus melestarikan ramuan ini secara turun temurun dari generasi ke generasi. 

Di Indonesia, gendong berarti “menggendong di punggung”, di mana para perempuan penjual jamu akan mengangkut ramuan mereka, membawa sebanyak 12 botol kaca sekaligus dalam keranjang bambu yang diikatkan ke punggung dengan syal. Mereka akan berjalan, tampaknya tanpa lelah, bermil-mil jauhnya.

Namun, selama beberapa dekade terakhir, jamu gendong yang lebih modern, seperti Mulatsih, pembuat dan penjual jamu asal Solo menjalani perannya, menjajakan minuman herbal sejuta manfaat ini pada masyarakat dengan sepeda motornya.

Mbok Jamu Masuk Vogue Magazine (Instagram @voguemagazine/ Fotografer Nyimas Laula)
Mbok Jamu Masuk Vogue Magazine (Instagram @voguemagazine/ Fotografer Nyimas Laula)

Tentu saja ini dilakukan untuk memaksimalkan mobilitas dan jangkauan jarak. Motor-motor ini juga dilengkapi dengan kotak kayu, yang seperti gerobak. Meskipun setiap rute jamu gendong berbeda, banyak yang menggabungkan kunjungan rumah, pinggir jalan, atau kios pasar khusus untuk menjangkau basis pelanggan setia mereka.

Dalam postingannya, Vogue Magazine memperlihatkan pekerjaan Mulatsih dari sebelum fajar, menyeduh menu minuman jamu yang berbeda, menuangkannya ke dalam botol kaca, dan kemudian, saat ayam jantan mulai berkokok dan matahari mulai terbit, ia pun berangkat untuk menjualnya.

“Saya suka membuat jamu karena membantu orang, dan membuat saya terhubung dengan masyarakat,” kata Mulatsih yang tangannya terkena noda kunyit seperti yang Suara.com kutip pada artikel tersebut. 

Seperti kebanyakan perempuan penjual jamu, Mulatsih belajar membuat jamu dari ibunya, Giyem yang mendapati dirinya menjadi seorang janda di usia muda dan membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya.

baca juga

Sekarang berusia 66 tahun, Giyem mengenang betapa senangnya putrinya, Mulatsih, membantunya membuat dan menjual jamu semasa kecilnya. 

"Melihatnya bekerja sendirian untuk kami, saat kami masih sangat kecil, merupakan inspirasi besar bagi saya,” kata Mulatsih, yang bangga bisa membantu menghidupi keluarganya secara finansial seperti yang dilakukan ibunya.

Mbok Jamu Masuk Vogue Magazine (Instagram @voguemagazine/ Fotografer Nyimas Laula)
Mbok Jamu Masuk Vogue Magazine (Instagram @voguemagazine/ Fotografer Nyimas Laula)

Seperti yang ditunjukkan oleh kisah Giyem, jamu telah dan terus menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak perempuan Indonesia. 

Selain itu, Vogue Magazine juga menyebut jamu, minuman herbal tradisional yang membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan ini merupakan cara hidup sehari-hari dan landasan budaya di seluruh kepulauan Indonesia.

"Jamu adalah tentang kesehatan yang dapat diakses, dan itulah yang membuatnya begitu kuat; itu bukan hanya minuman, ini adalah konsep merawat diri sendiri," mengutip ucapan Metta Murdaya, pendiri lini kecantikan Juara berbasis jamu dan penulis Jamu Lifestyle: Tradisi Kesehatan Herbal Indonesia. 

Hubungan sosial, kata Murdaya adalah salah satu cara jamu bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Jamu kata dia menciptakan komunitas.

"Ini memberikan makanan tidak hanya dalam arti finansial tetapi juga secara sosial," kata dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Perawan Bisa Hamil Tanpa Hubungan Seks, Dokter Boyke Ungkap Bahaya Gesek Kelamin: Pria Ejakulasi, Sperma Tembus Lubang Haid!

Wanita Perawan Bisa Hamil Tanpa Hubungan Seks, Dokter Boyke Ungkap Bahaya Gesek Kelamin: Pria Ejakulasi, Sperma Tembus Lubang Haid!

Sumatera | Rabu, 05 April 2023 | 10:16 WIB

Viral! Aksi Pria Rogoh Rok Siswi SMP di Angkot, Begini Tanggapan Komnas Perempuan

Viral! Aksi Pria Rogoh Rok Siswi SMP di Angkot, Begini Tanggapan Komnas Perempuan

Sumedang | Selasa, 04 April 2023 | 22:08 WIB

Remaja Perempuan di Kota Makassar Dijual Rp2 Juta ke Polisi yang Menyamar

Remaja Perempuan di Kota Makassar Dijual Rp2 Juta ke Polisi yang Menyamar

Sulsel | Selasa, 04 April 2023 | 13:15 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×