Jangan Salahkan Nyi Roro Kidul, Ini Alasan Dilarang Pakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis

Rima Sekarani Imamun Nissa

Selasa, 09 Mei 2023 | 19:20 WIB
Jangan Salahkan Nyi Roro Kidul, Ini Alasan Dilarang Pakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul pada Minggu (27/2/2022) diserbu wisatawan meski di DIY sedang PPKM level 3. (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

Suara.com - Baru-baru ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang laki-laki yang mengenakan pakaian warna hijau di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Padahal, alasan dilarang pakai baju hijau di Pantai Parantritis sudah sering disosialisasikan.

Dalam video yang diunggah di media sosial Instagram kabarjogja, si pemuda ingin membuktikan mitos mengenai larangan menggunakan pakaian berwarna hijau di pantai selatan Yogyakarta tersebut.

Mitos Nyi Roro Kidul dan Pakaian Warna Hijau

Potret seorang pria berbaju hijau menguji mitos Pantai Parangtritis (Instagram/@kabarjogja)
Potret seorang pria berbaju hijau menguji mitos Pantai Parangtritis (Instagram/@kabarjogja)

Nyatanya, masih banyak orang yang meyakini bahwa mengenakan pakaian hijau merupakan suatu larangan mistis di Pantai Parangtritis. Pasalnya, warna hijau disebut-sebut sebagai pakaian Ratu Nyi Roro Kidul.

Konon, siapa pun yang memakai pakaian warna hijau di sepanjang pantai selatan Jawa, akan terkena sial. Masyarakat percaya korban yang memakaian pakaian warna hijau dapat dijadikan pasukan tentara, budak, atau pelayan Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul.

Lantas, bagaimana penjelasan ilmiah dari penggunaaan pakaian warna hijau di pantai selatan?

Fakta Menggunakan Baju Warna Hijau di Pantai

Mitos larangan menggunakan pakaian berwarna hijau ini memiliki penjelasan ilmiahnya. Dalam postingan Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diunggah pada 22 Juni 2022, ada penjelasan ilmiah mengenai penggunaan baju warna hijau.

Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa hijau merupakan spektrum warna laut yang mana jika menggunakan pakaian tersebut dan terseret ombak ke tengah laut, akan lebih sulit terlihat oleh tim SAR. Spektrum gelombang ini mencapai kedalaman sekitar 100 atau 200 meter.

baca juga

Warna hijau pada kedalaman kurang dari 50 meter ini disebabkan karena pantulan substrat yang berupa pasir berwarna putih, koral, rumput laut, maupun cangkang kerang. Jika terpapar sinar matahari, warna air laut akan terlihat keruh dan bisa terlihat kehijauan.

Selain menggunakan pakaian hijau, masyarakat juga harus waspada terhadap cuaca. Bulan Juni akan menjadi awal dari musim angin tenggara yang mana angin dingin dari Australia bergerak menuju Indonesia.

Angin ini memunculkan arus yang mematikan yang disebut sebagai Rest in Peace (RIP) Current. Fenomena ini memunculkan gelombang menjalar mengarah tegak lurus ke pantai atau yang dikenal sebagai upwelling.

Itulah ulasan singkat mengenai alasan dilarang pakai baju hijau di Pantai Parangtritis maupun pantai selatan Jawa. Semoga informasi di atas bisa menjawab rasa penasaran Anda!

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Tempat Makan Dekat Stasiun Solo Balapan, Ke Sananya Bisa Jalan Kaki!

7 Tempat Makan Dekat Stasiun Solo Balapan, Ke Sananya Bisa Jalan Kaki!

Lifestyle | Selasa, 02 Mei 2023 | 13:32 WIB

8 Tempat Makan Bakmi Jawa di Jogja yang Legendaris, Porsi Kenyang Harga Terjangkau

8 Tempat Makan Bakmi Jawa di Jogja yang Legendaris, Porsi Kenyang Harga Terjangkau

Lifestyle | Jum'at, 28 April 2023 | 15:45 WIB

5 Tempat Makan Gudeg Enak di Jogja, Rasa Otentik hingga Ramah Lidah Wisatawan Luar Jawa

5 Tempat Makan Gudeg Enak di Jogja, Rasa Otentik hingga Ramah Lidah Wisatawan Luar Jawa

Lifestyle | Kamis, 27 April 2023 | 18:00 WIB

Terkini

HUT ke-81 RI Makin Meriah dengan Promo Spesial BRI

HUT ke-81 RI Makin Meriah dengan Promo Spesial BRI

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan

Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup

Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup

Sulsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI

Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI

Sulsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat

Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial

Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:30 WIB

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura

Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:21 WIB

×