Pengrajin Kain Tenun Lombok Tawarkan Fashion Sustainable Dari Bahan Alam, Harga Lebih Mahal?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 05 Juni 2023 | 19:30 WIB
Pengrajin Kain Tenun Lombok Tawarkan Fashion Sustainable Dari Bahan Alam, Harga Lebih Mahal?
Ilustrasi tenun (Envato)

Suara.com - Pengrajin tenun di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan pilihan kain yang lebih ramah lingkungan bagi pembeli yang ingin memakai produk fashion lebih sustainable atau berkelanjutan. Kain tersebut dibuat dari bahan-bahan alami yang ditanam sendiri di tanah Lombok.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Niken Zulkieflimansyah mengatakan, bahan alami itu seperti benang yang terbuat dari kapas hingga pewarna alami untuk kain.

"Dimulai dari benangnya sendiri dan pewarnaannya. Jadi kalau benangnya dibuat dari kapas. Kemudian bahan-baham langsung dari alam, tidak pakai plastik, itu akan mudah terurai," kata Niken ditemui di Mall Sarinah, Jakarta, Senin (5/6/2023). 

Ilustrasi Kain Tenun. (Pexels/LosMuertosCrew)
Ilustrasi Kain Tenun. (Pexels/LosMuertosCrew)

Kapas yang digunakan sebagai pembuatan benang itu pun ditanam sendiri oleh masyarakat Lombok. Menurut Niken, masyarakat Lombok, biar pun tidak berprofesi sebagai pengrajin tenun, tapi selalu memanfaatkan kain tersebut dalam segala aktivitasnya. 

"Dari dulu orang Lombok itu dari lahir sampai meninggal dari tenun kapas itu. Ketika meninggal pun pakai kain kafan yang dari tenun itu dari kapas, jadi mudah terurai," ujarnya. 

Untuk pewarna alami, para pengrajin memanfaatkan dari tanaman, mulai dari batang pohon, daun, hingga kayu. Bahan-bahan itu dinilai lebih ramah lingkungan, dibandingan dengan pewarna sintetis yang bisa meracuni alam.

Untuk sasaran konsumen sendiri, Niken mengatakan kalau selalu saja ada pembeli yang memang mencari produk fashion dengan konsep sustainable. Terutama orang-orang yang memang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. 

"Untuk mereka yang memahami konsep sustainable dan ingin kontribusi pada pelesatarian ini, tentu akan memilih yang lebih ramah lingkungan. Jadi ini pilihan kalau sudah jadi gaya hidup, tidak hanya soal sampah tapi produk-produk yang dia pakai akan dipilih supaya jadi bagian dari sustainable movement," ujarnya.

Diakuinya, membuat kain tenun bukan dengan bahan-bahan alami memang lebih mudah didapat karena bisa beli di toko. Terlebih harha kain tenun bahan alami juga harganya lebih mahal. Akan tetapi, kain tenun dengan bahan alami mengandung makna yang lebih dalam bagi lingkungan. Juga bisa lebih tahan lama. 

baca juga

"Dengan ada ini, ada segmen yang bersedia bayar lebih. Jadi pewarna alami itu memang harganya sedikit lebih mahal. Mulai dari Rp 600-700 ribu sudah pakai pewarna alami. Untuk yang dari Bima yang tidak pakai pewarna alam ada yang sudah Rp 300 ribu. Kalau ketahanan tergantung dari pemakaian. Kalau pakainya bagus, benar, mencucinya dengan betul itu lebih awet," kata Niken.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desainer Bai Soemarlono Beranikan Buat Baju Liburan Pakai Kain Tenun Galaran, Emang Gak Panas?

Desainer Bai Soemarlono Beranikan Buat Baju Liburan Pakai Kain Tenun Galaran, Emang Gak Panas?

Lifestyle | Selasa, 30 Mei 2023 | 10:45 WIB

Jadikan Bumi Lebih Baik, Ini 3 Cara yang Bisa Dilakukan

Jadikan Bumi Lebih Baik, Ini 3 Cara yang Bisa Dilakukan

Press Release | Jum'at, 12 Mei 2023 | 15:48 WIB

Beam Mobility Luncurkan Armada Ramah Lingkungan di Bali

Beam Mobility Luncurkan Armada Ramah Lingkungan di Bali

Press Release | Kamis, 11 Mei 2023 | 11:40 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×