Video 5 Menit 26 Detik Agung Gilang Rekam Wanita Ganti Baju, Termasuk Kelainan Seks Voyeurisme Gak Sih?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 04 Agustus 2023 | 14:57 WIB
Video 5 Menit 26 Detik Agung Gilang Rekam Wanita Ganti Baju, Termasuk Kelainan Seks Voyeurisme Gak Sih?

Suara.com - Seorang pria asal Bandung bernama Agung Gilang ditangkap polisi usai merekam video 5 menit 26 detik yang berisi sejumlah wanita ganti baju. Termasuk kelainan seks voyeurisme apa tidak sih?

Melansir Suarajabar.id -- jaringan Suara.com -- Agung Gilang melakukan aksi bejatnya di sebuah toko. Dikutip dari unggahan @Bandungterkini, Agung merekam korban yang akan menutup toko tempatnya bekerja. Pelaku Agung Gilang kemudian masuk ke dalam gudang tempat ganti baju karyawan toko tersebut dan menaruh ponsel miliknya.

Korban lantas memeriksa ponsel tersebut dan menemukan video yang berdurasi 5 menit 26 detik. Korban pun tak terima dan pelaku Agung Gilang berhasil ditangkap. Agung kemudian membuat video permintaan maaf kepada korban.

Aksi bejat Agung Gilang membuat pembahasan soal kesenangan mengintip alias voyeurisme kembali viral. Apakah voyeurisme termasuk kelainan seks?

Gangguan voyeurisme adalah salah satu masalah mental yang melibatkan tindakan mendapatkan kenikmatan seksual melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan persetujuan orang lain. Aktivitas ini mencakup menonton atau merekam seseorang dalam situasi pribadi mereka. Jika pihak yang diamati tidak menyetujui atau tidak menyadari hal ini, maka tindakan tersebut menjadi tidak pantas dan salah. Orang yang melakukan tindakan voyeurisme disebut sebagai "voyeur".

Penting untuk memahami bahwa voyeurisme menjadi masalah serius ketika seseorang melampaui batas hak privasi orang lain atau jika mereka tidak dapat mengendalikan dorongan untuk melakukan tindakan ini.

Contoh-contoh perilaku voyeurisme yang tidak pantas antara lain:

  • Mengintip seseorang di rumah mereka, di ruang ganti, atau tempat lain yang seharusnya menjadi privat.
  • Merasa senang dan terangsang dengan cara menyaksikan orang melakukan aktivitas seksual tanpa persetujuan mereka.
  • Merekam atau memotret orang lain tanpa izin mereka.
  • Memasuki area tertentu secara ilegal hanya untuk mengawasi orang.
  • Mengalami perasaan frustrasi atau stres ketika tidak dapat melakukan perilaku voyeuristik ini.
  • Merasa bersalah setelah melakukan tindakan tersebut.
  • Tidak dapat merasa terangsang secara seksual kecuali dengan melihat orang lain.
  • Tidak dapat menolak dorongan untuk melakukan voyeurisme, bahkan jika itu merugikan kesehatan dan kehidupan mereka.

Jika seseorang mengalami gangguan voyeurisme, penting bagi mereka untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental. Diagnosis akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, termasuk:

  • Memiliki keinginan yang kuat dan berulang untuk menyaksikan orang lain, termasuk situasi seksual, tanpa persetujuan mereka.
  • Mengalami dorongan ini selama lebih dari enam bulan.
  • Merasa bahwa dorongan ini mengganggu kehidupan sosial atau profesional mereka.
  • Namun, penting untuk diingat bahwa gangguan voyeurisme tidak diterapkan pada anak-anak atau remaja. Rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap tubuh serta aktivitas seksual orang lain adalah hal yang normal dalam tahap pertumbuhan.

Seperti gangguan kesehatan mental lainnya, gangguan voyeurisme dapat diobati. Penting untuk mengenali kapan Anda membutuhkan bantuan, meskipun mungkin sulit bagi mereka yang mengalami gangguan ini untuk mengakui kebutuhan tersebut.

baca juga

Orang-orang terdekat seperti orang tua, pasangan, teman, atau otoritas hukum bisa menjadi orang pertama yang merekomendasikan pengobatan. Terapis dapat membantu individu dengan gangguan voyeurisme untuk mendapatkan kendali atas kehidupan mereka dengan cara:

  • Mengembangkan kontrol diri dan keinginan impulsif.
  • Mencari cara alternatif untuk mengalihkan gairah dan rasa ingin tahu mereka.
  • Mengatasi pola pikir negatif yang mungkin mempengaruhi perilaku mereka.
  • Mengidentifikasi lokasi atau situasi yang bisa memicu perilaku voyeuristik mereka, sehingga dapat dihindari.

Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan yang memadai, orang yang mengalami gangguan voyeurisme memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan mengatasi masalah mental ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MA Anak Pinkan Mambo Ngaku Hanya Lulusan SD Imbas Dilecehkan Ayah Tiri

MA Anak Pinkan Mambo Ngaku Hanya Lulusan SD Imbas Dilecehkan Ayah Tiri

Your Say | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 14:36 WIB

Viral! Laku Mesum Agung Gilang Rekam Video 5 Menit 26 Detik Wanita sedang Ganti Baju

Viral! Laku Mesum Agung Gilang Rekam Video 5 Menit 26 Detik Wanita sedang Ganti Baju

Jabar | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 13:46 WIB

Bikin Pinkan Mambo Banjir Air Mata, Melaney Ricardo Beri Pesan soal Anak: Sayangi Dia

Bikin Pinkan Mambo Banjir Air Mata, Melaney Ricardo Beri Pesan soal Anak: Sayangi Dia

Entertainment | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 11:48 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×