Ini 5 Masalah yang Bikin Pernikahan Rawan Hancur, Bukti Modal Cinta Saja Tidak Cukup

Senin, 07 Agustus 2023 | 18:01 WIB
Ini 5 Masalah yang Bikin Pernikahan Rawan Hancur, Bukti Modal Cinta Saja Tidak Cukup
Ilustrasi perceraian (Freepik.com/Freepik)

Suara.com - Perceraian bukan lagi solusi tabu saat pasangan merasa tidak sangguh lagi bertahan dalam pernikahan yang membuat mereka tak bahagia.

Dilansir dari Times of India, berdasarkan studi Psychosomatic Medicine di tahun 2015, sekitar 40% pernikahan berakhir dengan perceraian. Apa yang membuat pernikahan menjadi begitu rentan kandas di tengah jalan?

Kurangnya cinta

Apakah Anda masih mengungkapkan cinta kepada pasangan setelah menikah? Banyak pasangan yang sering melupakannya. Siapa sangka, itu bisa menjadi salah satu hal yang memicu perceraian.

Menurut sebuah studi tahun 2020 dalam Journal of Sex & Marital Therapy, dari survei terhadap 2.371 kasus perceraian, hampir setengahnya menyalahkan kurangnya cinta dan keintiman.

Ilustrasi perceraian, Apa Itu Nafkah Mutah dan Nafkah Iddah (stevepb/Pixabay)
Ilustrasi perceraian (stevepb/Pixabay)

Kebutuhan yang berbeda di kamar tidur

Terkadang, seiring berjalannya waktu, pasangan memiliki kebutuhan berbeda di kamar tidur. Salah satu perkara yang paling sering terjadi adalah ketidakcocokan seksual.

Perselingkuhan

Perselingkuhan juga membuat banyak pernikahan hancur. Selingkuh adalah langkah menuju kehancuran rumah tangga. Hilang kepercayaan setelah dikhianati pasangan jelas bukan masalah sepele.

Baca Juga: Viral Kisah Wanita Rela Dipoligami dan Ajak Madu Tinggal Sekamar, Suami sampai Heran, Ternyata...

Menghina atau meremehkan pasangan

Tidak ada orang yang sempurna. Saat memutuskan untuk menikah, Anda harus menerima pasangan dengan segala kekurangannya.

Namun, masalah muncul ketika Anda mulai melihat pasangan sebagai seseorang yang levelnya di bawah Anda. Hinaan yang Anda lontarkan atau bahkan hanya diungkapkan lewat tatapan mata bisa berujung pada perceraian.

Adanya pelecehan

Pelecehan bukan hanya bisa dilakukan secara fisik, melainkan juga psikologis. Pelecehan emosional bisa berupa gaslighting, playing victim, marah-marah, hingga tidak bertanggung jawab sebagai pasangan sah.

Saat seseorang menyadari bahwa hal-hal negatif itu terus terjadi dalam pernikahan, orang itu bisa saja mantap mengajukan gugatan cerai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI