Suara.com - Kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang mencuat pada 2016 lalu kembali menjadi perhatian publik setelah Netflix menayangkan film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso pada akhir September lalu.
Film tersebut mengangkat kembali kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna Salihin, dengan Jessica Wongso sebagai pelakunya.
Beragam spekulasi seputar kasus itu bermunculan setelah film dokumenter itu tayang dan mengarah pada dugaan kalau Jessica Wongso sebenarnya tidak bersalah.
Ayah Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin lalu muncul ke publik dan menanggapi sejumlah hal terkait film tersebut.
Di antara tanggapan yang ia berikan, Edi menyebut nama sejumlah petinggi Polri ketika ia diwawancarai oleh jurnalis senior Karni Ilyas di kanal YouTubenya.
Empat nama petinggi Polri yang disebut Edi itu dukup dikenal masyarakat. Siapa sajakah mereka? Berikut ulasannya.
AKBP Hendro Sukmono
Hendro Sukmono adalah pemimpin penyelidikan kasus kopi sianida yang menyebabkan kematian Mirna Salihin.
Ketika kasus itu bergulir, pangkatnya masih Kompol. Karena itulah Edi mengaku dirinya sangat dekat dengan AKBP Hendro.
“Hendro Sukmono yang ngurus ini itu di unit 1, head-nya itu Kompol Hendro Sukmono. Sekarang dia sudah di Danreskrim Surabaya, pangkatnya udah AKBP," kata Edi Darmawan dalam YouTube Karni Ilyas.
Irjen Khrisna Murti
Nama Irjen Khrisna Murti terucap dari mulut Edi Darmawan karena sebelumnya pengacara Jessica, Otto Hasibuan menyebut Khrisna.
Ketika itu, Otto Hasibuan menyebut Irjen Khrisna adalah orang pertama yang mengeklaim Mirna tewas akibat racun sianida.
Ia mempertanyakan dari mana Irjen Khirsna mendapatkan informasi nitu, padahal ketika itu jenazah Mirna belum diperiksa.
Karena pernyataan itu, Edi meminta Otto Hasibuan tak asal bicara mengenai Khirsna Murti. Sebab menurutnya kini Khrisna sudah menjadi jenderal polisi bintang dua.
"Jangan main-main. Sekarang Krishna Murti sudah di Interpol. Dia udah bintang dua, dulu Kombes ya kan. Jadi ini cari urusan aja nih Otto," tutur Edi.
Eks Kapolri Tito Karnavian
Dalam wawancara dengan Karni Ilyas, Edi menyebut nama mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian adalah pihak yang senang dengan adanya bukti video Jessica menaruh sesuatu di cangkir kopi Mirna.
Hal itu ia katakan ketika dirinya menunjukkan rekaman video CCTV di tempat kejadian perkara pada Karni Ilyas.
Video tersebut menurutnya tidak pernah ditampilkan dalam persidangan. Menurut Edi, ketika melihat video itu, Titi karnavian yang kini menjabat sebagai Mendagri itu terlihat kegirangan, bahkan sampai melompat.
“Nih, dia (Jessica) masukin sesuatu nih, sianida nih. Ini kita di Polda, waktu itu ada Pak Tito, Pak Krishna. Polisi sangat senang sekali itu hari sampai lompat dia (Tito Karnavian)," ungkap Edi.
Ferdy Sambo
Terakhir, Edi sempat menyebut nama mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo dalam wawancaranya dengan Karni Ilyas.
Namun terkait nama Sambo, Edi mengaku sangat menyesalkan mengapa terpidana kasus pembunuhan berencana Brigadir J itu ikut terseret dalam perkara kematian anaknya.
Ia lantas menegaskan kalau Ferdy Sambo sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus kematian putrinya, Wayan Mirna Salihin.
"Kenapa Pak Sambo dibawa-bawa? Pak Sambo kita kenal baik sama beliau. Tapi gak ada ikut campur dia, sama sekali. Boleh dibilang mendekati nol,” ujar Edi.
Jadi tolonglah jangan dikaitkan pemirsa, izin saya, itu Pak Sambo gak ada urusannya. Orang ruangannya aja beda kok,” sambungnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan