Suara.com - Ayah mendiang Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin mencuat lagi ke permukaan publik membuka buku kasus kopi sianida yang menewaskan putrinya itu.
Kini, Edi menyebut kehadiran tiga jenderal polisi dalam pusaran kasus kopi sianida, yakni Irjen Krishna Murti, Tito Karnavian, dan terakhir dan paling kontroversial, Ferdy Sambo.
Setidaknya, Edi menyinggung nama Krishna Murti dan Ferdy Sambo sebagai pihak yang mengusut pelaku yakni Jessica Wongso. Tito Karnavian di sisi lain disebutkan juga turut melihat CCTV kala Jessica menaruh racun ke cangkir kopi Mirna.
Ketiganya masing-masing punya peran dalam pusaran kasus Mirna. Tak hanya itu, ketiganya kini punya nasib yang berbeda dan kontras dengan satu sama lainnya.
Publik juga kini penasaran dengan harta kekayaan yang mereka miliki kekinian usai mengusut kasus kopi sianida Mirna Salihin.
Krishna Murti: Kini berjaya jadi Kadiv Hubinter
Krisha Murti dahulu menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti kala kasus Mirna Salihin bergulir.
Kekinian, Krishna Murti menikmati puncak kariernya menjadi Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri sejak 14 Oktober 2022.
Pria kelahiran Ambon ini menariknya tak begitu mujur dalam harta kekayaan.
Sebab, diperoleh dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, Krishna Murti hanya memiliki harta sebesar Rp 3,3 miliar yang tergolong relatif kecil untuk seorang jenderal polisi.
Bahkan, harta tersebut disumbang besar dari tanah dan bangunan seluas 385 m2/140 m2 di Kab /kota Jakarta Timur, Warisan senilai Rp 2.400.000.000.
Sisanya adalah mobil Honda CRV tahun 2010, Hadiah Rp 160.000.000 dan harta kas dan setara kas sebesar Rp 806.737.665.
Tito Karnavian: Masuk ke kementerian
Tito Karnavian kini banting setir dari penegakan hukum dan masuk ke kabinet menteri Presiden Joko Widodo.
Eks Kapolri tersebut kini didapuk oleh Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-29 menggantikan mendiang Tjahjo Kumolo.