Ramai Kasus Bunuh Diri Mahasiswa, Dokter Jiwa Tegaskan Mengakhiri Hidup Bukan Solusi dari Masalah

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Senin, 16 Oktober 2023 | 09:20 WIB
Ramai Kasus Bunuh Diri Mahasiswa, Dokter Jiwa Tegaskan Mengakhiri Hidup Bukan Solusi dari Masalah
Ilustrasi Bunuh diri (Unsplash/Eva Blue)

Suara.com - Kabar bunuh diri mahasiswa akhir-akhir ini kerap menjadi sorotan masyarakat. Seperti diketahui, sebelumnya mahasiswa asal Unnes bunuh diri lompat dari Mall Paragon Semarang. Sementara itu, baru-baru ini dikabarkan mahasiswa asal Udinus juga diduga meninggal dunia karena bunuh diri.

Kasus mahasiswa bunuh diri ini lantas menjadi sorotan mengenai kesehatan mental generasi muda di Indonesia. Pasalnya, akhir-akhir ini isu bunuh diri cukup banyak di kalangan generasi muda. Lantas sebenarnya mengapa seseorang memutuskan bunuh diri?

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Dr.dr. Khamelia Malik, Sp.KJ, saat ini ia memang sering menghadapi kasus-kasus percobaan bunuh diri hingga self harm. Ia mengatakan, beberapa orang memilih menyakiti dirinya sendiri saat menghadapi suatu masalah.

Banyak belakangan ini menerima kasus-kasus percobaan bunuh diri dan self harm. Melukai diri sendiri, silet-silet, membenturkan kepala, atau menusukkan jarum,” ucap dr. Khamelia dalam media briefing Kemenkes tentang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia beberapa waktu lalu.

Ilustrasi bunuh diri di jembatan. [Elements Envato]
Ilustrasi bunuh diri di jembatan. [Elements Envato]

Berdasarkan penjelasan dr. Khamelia, alasan orang-orang memutuskan untuk bunuh diri ini cukup kompleks. Namun, beberapa pasien yang konsultasi dengannya mengaku, alasan bunuh diri itu karena ia tidak memiliki solusi lagi.

Pasien merasa bahwa dirinya tidak bisa menemukan solusi dari masalahnya. Hal tersebut yang membuatnya berpikir untuk bunuh diri.

“Kalau secara biologis saya bertanya kepada pasien-pasien Apa tujuan dari bunuh diri itu apa tujuan finalnya? Ada yang menganggap itu sebagai solusi atas masalah yang dihadapinyal kadang-kadang dia merasa bahwa tidak ada solusi lagi,” jelas dr. Khamelia

Selain itu, pasien biasanya merasa terisolasi dengan situasinya. Menurut dr. Khamelia, pasien akan merasa sedih dan sepi, padahal situasinya berada di keramaian. Hal ini yang membuatnya merasa tidak ada orang di sampingnya lagi.

Mereka memilih untuk memendam segala masalahnya. Hal tersebut membuatnya merasa sendiri hingga memutuskan untuk bunuh diri.

baca juga

“Mereka alami isolasi sosial di mana mereka merasa terisolasi selalu berpikir sendiri di antara keramaian. Mereka banyak teman, ada banyak orang tapi merasa sendiri dan sepi,” sambungnya.

Hal-hal tersebut yang akhirnya membuat seseorang putuskan bunuh diri. Namun, sebelum melakukannya, biasanya orang yang ingin bunuh diri akan memperlihatkan tanda-tandanya. Hal ini yang bisa dijadikan orang lain untuk mencegahnya.

Orang yang mau bunuh diri biasanya akan merasa depresi dengan situasi dan keadaan dunia. Mereka biasanya juga sudah menuliskan surat wasiat.

Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)
Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)

DI sisi lain, orang yang mantap bunuh diri biasanya akan terlihat lebih tenang. Mereka akan terlihat tenang dibandingkan panik akan persiapan bunuh diri itu. Kondisi lain yang bisa dilihat yaitu mereka suka melukai diri sendiri.

Hal-hal ini yang menjadi tanda kalau orang tersebut ada kemungkinan untuk lakukan bunuh diri. Oleh sebab itu, orang-orang dengan tanda ini yang harus diwaspadai dan dicegah agar tidak benar terjadi.

Jika hal tersebut terjadi, seseorang bisa mencegahnya. Coba cari cara agar bisa membatalkan niat orang tersebut. Dr. Khamelia menuturkan, penting juga untuk tidak memandang sepele orang-orang yang berpikir untuk bunuh diri.

“Saya tidak setuju jika mengatakan adanya pemikiran bunuh diri adalah sebuah candaan. Karena bunuh diri adalah sesuatu yang harus ditanggapi serius. Justru hal tersebut menjadi tanda kalau mereka tidak memiliki cara untuk menghadapinya. Oleh sebab itu, tidak bisa dijadikan candaan,” kata dr. Khamelia.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021-9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ditutup, Kapolres Oku Pastikan Kabar Warga yang Bunuh Diri Gegara DC Pinjol  Cuma Hoaks

Kasus Ditutup, Kapolres Oku Pastikan Kabar Warga yang Bunuh Diri Gegara DC Pinjol Cuma Hoaks

Sumsel | Minggu, 15 Oktober 2023 | 15:15 WIB

Heboh Seorang Wanita Lakukan Percobaan Bunuh Diri dari Salah Satu Hotel di Padang

Heboh Seorang Wanita Lakukan Percobaan Bunuh Diri dari Salah Satu Hotel di Padang

Sumbar | Minggu, 15 Oktober 2023 | 15:01 WIB

Kasus Bunuh Diri di Jogja Terus Meningkat, Psikolog Desak Realisasi Layanan Kesehatan Mental

Kasus Bunuh Diri di Jogja Terus Meningkat, Psikolog Desak Realisasi Layanan Kesehatan Mental

Jogja | Minggu, 15 Oktober 2023 | 10:08 WIB

Terkini

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

×