Heboh Boikot Produk Israel, Seberapa Efektif Untuk Menekan?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 31 Oktober 2023 | 12:06 WIB
Heboh Boikot Produk Israel, Seberapa Efektif Untuk Menekan?
Ilustrasi Boikot.

Suara.com - Sebagai aksi bela Palestina, boikot produk Israel tengah ramai disuarakan masyarakat Indonesia sekaligus berharap aksi penjajahan oleh negara yang disebut zionis itu disudahi. Pertanyaanya, seberapa efektif aksi boikot untuk demonstrasi?

Ramai di media sosial sederet brand milik Amerika Serikat, yang disebut mendukung bahkan mensupport makanan untuk tentara Israel agar semakin gencar melakukan aksi penjajahannya di jalur Gaza, Palestina. Beberapa brand itu di antaranya McDonald, Starbuck, Netsle, Kraft, Cadburry hingga Coca Cola.

Tapi ternyata Profesor Manajemen dan Organisasi Lingkungan, Brayden King menyebutkan aksi boikot kerap kali tidak efektif karena ada faktor kebiasaan konsumen atau pelanggan produk tersebut. Padahal tujuan utama boikot, yaitu memberikan tekanan finansial pada perusahaan tersebut, dengan harapan bisa menekan pemerintah atau malah berbalik mendukung negara yang jajah yakni Palestina.

“Tetapi ternyata boikot biasanya tidak berhasil. Boikot yang biasa terjadi tidak berdampak banyak pada pendapatan penjualan," ujar Prof. Brayden mengutip Northwestern, Selasa (31/10/2024).

Menurut Prof. Brayden, sifat kebiasaan ini sulit untuk dipengaruhi karena kerap jadi kebutuhan sehari-hari dan sulit cari penggantinya dengan kualitas yang sama. Bahkan disebutkan juga, orang yang terbiasa melakukan boikot memang bukan target perusahaan tersebut untuk jadi konsumennya.

“Pikirkan aktivis PETA (organisasi hak asasi binatang) yang memboikot KFC. Itu adalah boikot yang tidak akan berdampak banyak pada pendapatan penjualan," jelas Prof. Brayden.

Ilustrasi Boikot.
Ilustrasi Boikot.

Tapi Prof. Brayden juga mencatat boikot bisa sangat efektif juga mendapat perhatian media, khususnya jika perusahaan tersebut diberitakan secara negatif, termasuk jika ada kebijakan yang dinilai tidak baik atau bahkan merugikan masyarakat maka dinilai akan sangat berdampak.

"Salah satu faktor yang membuat boikot efektif adalah seberapa besar perhatian media yang dihasilkannya, bukan berapa banyak orang yang menandatangani petisi atau berapa banyak konsumen yang dimobilisasi,” ujar Prof. Brayden.

Terakhir ia juga mendapati hasil penelitian menunjukan, boikot yang paling banyak diliputi media oleh perusahaan paling terkenal dinilai jadi yang paling efektif.

baca juga

Biasanya kondisi ini terjadi karena boikot yang jadi berita utama alias headline, maka harga saham bisa turun sangat anjlok yang akhirnya menyebabkan perusahaan tersebut mengubah perilakunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Produk Pro Israel yang Ramai Diboikot, Ada Banyak di Indonesia

Daftar Produk Pro Israel yang Ramai Diboikot, Ada Banyak di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 31 Oktober 2023 | 11:36 WIB

Kenapa PBB Tidak Membantu Palestina? Ternyata Ini Penyebabnya!

Kenapa PBB Tidak Membantu Palestina? Ternyata Ini Penyebabnya!

Lifestyle | Selasa, 31 Oktober 2023 | 11:32 WIB

Ikut Kena Boikot Di Tengah Agresi Israel ke Palestina, McDonalds Indonesia: Kenyamanan Pelanggan Prioritas Utama

Ikut Kena Boikot Di Tengah Agresi Israel ke Palestina, McDonalds Indonesia: Kenyamanan Pelanggan Prioritas Utama

Lifestyle | Selasa, 31 Oktober 2023 | 11:28 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×