Menguji Argumen Selvi Ananda Soal Pemberian Susu Agar Anak Tidak Stunting, Validkah?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 07 Desember 2023 | 10:50 WIB
Menguji Argumen Selvi Ananda Soal Pemberian Susu Agar Anak Tidak Stunting, Validkah?
Cawapres Nomor Urut 2 Gibran Rakabuming Raka bersama sang istri Selvi Ananda menysuri jalan di gang yang berada di Kampung Sawah, Tangerang, Banten pada Senin (4/12/2023). [Ist]

Suara.com - Sosok Selvi Ananda belakangan juga ikut menjadi sorotan publik. Istri dari Gibran Rakabuming itu, dalam beberapa kesempatan memang ikut menemani sang suami untuk melakukan kampanye sebagai Cawapres.

Belum lama ini, Selvi Ananda juga ikut turun ke lapangan saat Gibran Rakabuming menyapa warga ke daerah Poris Gaga, Tangerang, Banten. Dalam kesempatan itu, Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda membagikan buku tulis dan susu ke anak-anak di Poris Gaga.

Saat memberikan susu, Selvi Ananda mengatakan bahwa susu itu penting agar anak tidak stunting.

"Ini nanti dibagikan susu, yang boleh minum di atas 2 tahun. Jangan lupa anak-anak dibawa ke posyandu ya, Bu, kita nggak pengin anak-anak kurang gizi, stunting," kata Selvi Ananda kepada warga di Poris Gaga, Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Tapi, benarkah argumentasi Selvi Ananda bahwa susu bisa mencegah stunting?

Seperti dikutip dari situs Cegah Stunting, upaya penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi gizi, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Intervensi spesifik yakni upaya langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting dan umumnya diberikan oleh sektor kesehatan seperti asupan makanan, pencegahan infeksi, status gizi ibu, penyakit menular dan kesehatan lingkungan.

Sementara itu, intervensi sensitif umumnya dilakukan dengan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting.

Dalam jurnlal Lancet, penanggulangan permasalahan gizi, intervensi sensitif memiliki kontribusi sebesar 70 persen sementara intervensi spesifik menyumbang sekitar 30 persennya.

baca juga

Bagaimana dengan susu? Benarkah bisa mencegah stunting?

Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (tengah) bersama istrinya Selvi Ananda (kiri) dan sejumlah politisi dari partai politik pengusung Gibran berjalan kaki di area hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (3/12/2023). Dalam kesempatan tersebut Gibran menyapa warga yang sedang berolah raga saat HBKB atau 'car free day' (CFD) dan membagikan susu ke anak-anak. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (tengah) bersama istrinya Selvi Ananda (kiri) dan sejumlah politisi dari partai politik pengusung Gibran berjalan kaki di area hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (3/12/2023). Dalam kesempatan tersebut Gibran menyapa warga yang sedang berolah raga saat HBKB atau 'car free day' (CFD) dan membagikan susu ke anak-anak. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

Mahasiswa Doktoral di Nutritional Biology, University of California, Davis, Davrina Rianda seperti dikutip dari The Conversation, mengatakan bahwa produsen dan pemasaran susu formula (sufor) yang agresif justru bisa mengancam upaya penanganan stunting.

Seorang mahasiswa doktoral di bidang Nutritional Biology dari University of California, Davis, Davrina Rianda dalam sebuah kutipan dari The Conversation menggarisbawahi bahwa pendekatan agresif dalam pemasaran susu formula (sufor) bisa mengganggu upaya penanganan stunting.

Menurut Davrina, anak-anak di bawah usia tiga tahun sering mengonsumsi sufor. Data dari survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa 72,9% dari anak usia 6–23 bulan yang tidak lagi mendapatkan ASI beralih ke susu formula.

Davrina khawatir, tanpa pembatasan yang ketat terhadap pemasaran sufor, target penurunan stunting dari 21,6% pada tahun 2022 ke 14% tahun depan akan sulit dicapai.

Dia menekankan bahwa meskipun sufor dirancang secara khusus, tidak ada kandungan dalam sufor yang dapat menandingi manfaat ASI, terutama dalam mendukung sistem kekebalan tubuh anak.

Anak-anak dengan kekebalan tubuh yang kurang rentan terhadap penyakit, yang menyebabkan mayoritas zat gizi yang mereka konsumsi digunakan untuk melawan penyakit, bukan untuk pertumbuhan. Ini membuat ASI eksklusif tetap menjadi langkah terbaik untuk mencegah stunting.

Namun, penggunaan sufor pada anak-anak di bawah tiga tahun seringkali tidak memperhatikan pola makan yang tepat bagi bayi dan anak.

Sufor kadang menjadi alternatif saat anak tidak mau makan, meskipun pada masa ini sangat penting untuk memperkenalkan anak pada berbagai jenis makanan dari segi rasa, tekstur, dan penampilan.

Ilustrasi susu (freepik)
Ilustrasi susu (freepik)

Data menunjukkan bahwa 71% sufor untuk batita memiliki tingkat gula yang tinggi menurut standar Badan Standar Makanan Inggris (UK FSA). Rata-rata kandungan gula pada sufor batita adalah 7,3 gram per 100 ml, setara dengan minuman berpemanis.

Hal ini berisiko membangun preferensi anak terhadap rasa manis pada masa awal kehidupan, membuat orangtua cenderung memilih makanan dan minuman yang manis sesuai dengan keinginan anak.

Studi di Bandung menunjukkan bahwa konsumsi kudapan, termasuk minuman manis, pada anak-anak dengan frekuensi yang tinggi dan sejak dini berkaitan dengan tingkat stunting yang lebih tinggi.

Makanan atau minuman manis pada masa balita ini bisa menggantikan makanan bergizi yang diperlukan untuk mencegah stunting, terutama pada rentang usia 6 bulan–2 tahun. Pada periode ini, kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan sering tidak tercukupi karena pola makan anak tidak seimbang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahar Selvi Ananda dari Gibran, Bukan Barang Mewah tapi Bermakna Buat Mualaf

Mahar Selvi Ananda dari Gibran, Bukan Barang Mewah tapi Bermakna Buat Mualaf

Lifestyle | Kamis, 07 Desember 2023 | 10:41 WIB

Pekerjaan Orang Tua Selvi Ananda Jauh dari Kemewahan, Ibu Kini Berjuang Sendiri 'Hidupkan' Warung

Pekerjaan Orang Tua Selvi Ananda Jauh dari Kemewahan, Ibu Kini Berjuang Sendiri 'Hidupkan' Warung

Lifestyle | Kamis, 07 Desember 2023 | 10:08 WIB

Beda Latar Belakang Keluarga Selvi Ananda dan Erina Gudono, Sederhana vs Bukan Kalangan Sembarangan

Beda Latar Belakang Keluarga Selvi Ananda dan Erina Gudono, Sederhana vs Bukan Kalangan Sembarangan

Lifestyle | Kamis, 07 Desember 2023 | 10:13 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×