Psikolog Beberkan Tips Untuk Karyawan Punya Mental Kuat Hadapi Perubahan, Perlu Kecerdasan Emosional?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 08 Januari 2024 | 18:43 WIB
Psikolog Beberkan Tips Untuk Karyawan Punya Mental Kuat Hadapi Perubahan, Perlu Kecerdasan Emosional?
Ilustrasi karyawan (pexels.com/Moose Photos)

Suara.com - Perubahan dalam hidup tentu akan selalu terjadi sekecil apa pun itu, termasuk bagi karyawan. Perubahan yang terjadi dengan disengaja mungkin akan lebih mudah diterima. Tetapi, perubahan yang terjadi secara tiba-tiba bisa jadi terasa tidak menyenangkan bahkan membuat diri cemas.

Sekalipun perubahan itu positif, pikiran manusia bisa mengalami stres dan kehilangan kendali dalam proses penyesuaiannya. Menurut ahli saraf Dean Burnett, secara alamiah, otak manusia tidak menyukai ketidakpastian akibat perubahan dan segala sesuatu yang tidak pasti berpotensi menjadi ancaman.

Ilustrasi karyawan punya usaha [Envato]
Ilustrasi karyawan [Envato]

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan bahwa orang sebenarnya mengalami lebih banyak stres akibat ketidakpastian, dibandingkan dengan perubahan itu sendiri. Padahal, perubahan bisa jadi suatu hal yang biasa terjadi dalam lingkungan pekerjaan.

Menurut Psikolog Klinis Analisa Widyaningrum, perubahan apa pun dalam hidup dapat diatur dengan cerdas secara emosi. Kemampuan untuk mengolah emosi itu yang dapat membantu seseorang melewati segala tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan manusia mengenali dan memahami emosinya, lalu menggunakannya untuk mengelola diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain," jelas Analisa, dikutip dari keterangan Allianz Indomesia.

Diakuinya bahwa mengolah hati dan perasaan memang bukan perkara mudah. Banyak hal yang tidak bisa dikendalikan yang dapat membuat seseorang tidak nyaman terhadap perubahan, namun bukan berarti membuat seseorang tersebut tidak kompeten. Penting bagi setiap orang untuk memahami level kecerdasan emosi supaya bisa mengontrol perasaannya dengan lebih baik.

Menurut Analisa, kecerdasan emosi sangat penting dalam dunia kerja karena dapat meningkatkan kemampuan kerjasama tim. Karyawan juga mampu mengelola stress, tangguh menghadapi tantangan dan mengatasi ketidakpastian secara efisien. Sehingga kinerja menjadi lebih produktif, pencapaian target meningkat, dan bisa berkontribusi positif terhadap budaya perusahaan.

Level kecerdasan emosi seseorang dapat terasa saat bekerja sama dengan orang tersebut. Bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya tinggi, akan merasa lebih nyaman, tenang dan percaya diri. Hal itu dikarenakan orang tersebut memiliki kompetensi personal dan sosial yang baik.

Kompetensi personal sendiri ialah mampu memahami emosi yang dimiliki (self-awareness) dan mampu mengendalikannya dalam situasi sulit serta tetap profesional saat bekerja (self-management).

baca juga

Orang yang memiliki self management yang baik, dapat mengelola perasaannya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekhawatiran. Melainkan bisa menerima perubahan dengan cepat dan memikirkan langkah kedepan.

Selain itu juga memiliki kompetensi sosial yaitu mampu memahami perasaan orang lain dan memiliki keterampilan mengelola hubungan dan membangun dinamika tim yang efektif.

Sebaliknya jika bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya rendah, orang laim akan ikut terbawa merasakan sesuatu yang tidak nyaman, malas, bahkan cemas karena orang tersebut memancarkan aura serta emosi yang negatif.

“Di saat emotional brain kita merasakan sesuatu yang cukup dalam, rational brain lah yang membalikkan keadaan dan membawa kita kembali ke dunia nyata sehingga meskipun kita sedang merasa sedih, tidak nyaman, kecewa tapi kita tetap bangkit dan moving on," papar Analisa.

Ilustrasi karyawan (Pexels/Thirdman)
Ilustrasi karyawan (Pexels/Thirdman)

Pada saat mengalami perubahan, manusia boleh merasa tidak nyaman, panik, sedih, kecewa, tapi tidak perlu berlarut-larut. Semua orang yang mengalami perubahan dan mengalami hal yang tidak menyenangkan juga pasti akan mengalami syok.

Hanya saja, apabila memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, manusia itu bisa mengendalikan emosi tersebut dengan bijak, lanjut Analisa. Dia mengingatkan bahwa kecerdasan emosi juga bisa dilatih dan distimulus dengan self-regulation. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Hal Baru yang Layak Dicoba di Awal Tahun

4 Hal Baru yang Layak Dicoba di Awal Tahun

Your Say | Senin, 08 Januari 2024 | 16:56 WIB

Apresiasi Kinerja Terbaik Karyawan, Wahana Honda Gelar Sales Force Rewarding 2023

Apresiasi Kinerja Terbaik Karyawan, Wahana Honda Gelar Sales Force Rewarding 2023

Otomotif | Kamis, 04 Januari 2024 | 06:45 WIB

Review Anime 'Working', Kehidupan Karyawan di Restoran Cepat Saji

Review Anime 'Working', Kehidupan Karyawan di Restoran Cepat Saji

Your Say | Rabu, 03 Januari 2024 | 15:48 WIB

Terkini

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

×