Mengenal Tren Bare Minimum Monday, Kerja Woles di Hari Senin

Selasa, 23 Januari 2024 | 15:48 WIB
Mengenal Tren Bare Minimum Monday, Kerja Woles di Hari Senin
Ilustrasi pekerjaan (Pixabay/StockSnap)

Suara.com - Belakangan ini muncul tren yang sedang menjadi perbincangan publik. Tren tersebut dinamai 'Bare Minimum Monday'.

Namun, juga ada yang sedikit asing dengan tren satu ini. Dalam tren ini, pegawai datang ke kantor hanya untuk bekerja sekadaranya (bare minimum) pada Senin.

Jadi, pegawai tidak perlu memulai hari dengan menilik email tapi fokus dengan hal-hal yang membuat kesejahteraan diri lebih baik.

Kebanyak dari mereka memilih telat memulai kerja karena ingin melakukan rutinitas merawat diri. Tren ini juga sempat diviralkan oleh beberapa pengguna TikTok.

Biasanya mereka yang mengikuti tren ini akan melakukan kegiatan seperti tidur, menonton acara televisi favorit, makan bersama teman, tidak terburu-buru bersiap ke kantor, hingga melakukan perawatan diri sebagai rutinitas.

Namun, perlu digaris bawahi tren ini bukan untuk malas-malasan.

Bare Minimum Monday Bukan Ajang Malas-malasan

Perlu diketahui juga kalau tren ini bukan alasan untuk bermalas-malasan. Alih-alih, pelakunya dianjurkan untuk beradapatas mental dan fisik untuk menjalani rutinitas.

Misalnya seperti bukan bangun lebih siang, melainkan tidur lebih cepat supaya bisa bangun lebih pagi.

Baca Juga: Sweet Embrace Jadi Tren Warna 2024: Ciptakan Ketenangan dan Kehangatan Dalam Hunian

Bukan malas bekerja, tetapi menyisihkan waktu untuk me time di sela kesibukan. Hal ini juga agar tak merasa kewalahan dengan kerjaan yang menumpuk.

Seorang pengamat Karier dan Co-Founder Situs Pencari Kerja Adzuna, Andrew Hunter mengatakan kalau tren ini membawa dampak baik untuk kesehatan mental bagi pegawai.

"Banyak orang berpikir tren ini mendukung pegawai untuk bermalas-malasan dan melakukan lebih sedikit pekerjaan di awal pekan," ungkapnya.

"Tetapi mindset ini sebenarnya adalah memberikan ruang bagi pegawai untuk memasuki minggu yang sibuk tanpa merasa panik, yang membawa dampak baik tak hanya ke kesehatan mental dan kesejahteraan mereka, tetapi ke produktivitas dan keuntungan perusahaan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI