Pendidikan Ade Armando Bukan Kaleng-kaleng, Kini Kena Skakmat Usai Senggol Pendukung Anies Baswedan-Ganjar Pranowo

Bimo Aria Fundrika

Senin, 29 Januari 2024 | 11:47 WIB
Pendidikan Ade Armando Bukan Kaleng-kaleng, Kini Kena Skakmat Usai Senggol Pendukung Anies Baswedan-Ganjar Pranowo
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando membantah telah mencemarkan nama baik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Sosok Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando kembali jadi sorotan saat menghadiri Festival Pemilu 2024 yang digelar di Semesco Convention Hall, Jakarta, Minggu (28/12024). Ia kena sentil penonton saat gelaran tersebut. 

Semua bermula saat Ade Armando memaparkan survei dari berbagai lembaga yang menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, nomor urut 2, saat ini memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan dua pasangan lainnya.

Karena itu, Ade berpendapat bahwa para pendukung Ganjar-Mahfud harus bersiap-siap untuk mendukung pasangan Anies-Muhaimin Iskandar, atau sebaliknya, jika salah satunya masuk ke putaran kedua.

Penjelasan ini membuat para penonton yang hadir terlihat bersemangat. Salah satu pembawa acara, Budi Adiputro, turun dari panggung untuk memberikan mikrofon kepada salah satu penonton yang menunjukkan antusiasme tersebut.

Penonton tersebut menyatakan bahwa tidak masalah jika pendukung Anies atau Ganjar bersatu, asalkan tidak mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

"Dua putaran, Ganjar atau Anies akan lolos ke putaran kedua salah satunya. Maka di putaran kedua, Anda siap-siap kalau Anda pendukungnya Ganjar, Anda pindah dukung Anies. Kalau Anda pendukungnya Anies, Anda siap-siap mendukung Ganjar," kata Ade di acara yang turut disiarkan di kanal YouTube Bijak Memilih.

Ade tidak mempersoalkan sikap penonton tersebut. Ade kemudian menyatakan bahwa pendukung PDIP juga harus bersiap-siap untuk mendukung PKS sebagai konsekuensi jika ingin mendukung Anies di putaran kedua. 

"Benar. Buat saya itu enggak apa-apa. Kalau Anda bergabung. Tapi siap-siap. Kalau Anda pendukung PDIP yang keras gitu ya, Anda harus siap mendukung PKS," timpal Ade lagi.

Kejadian ini membuat sosok Ade Armando kembali menjadi perhatian publikl, termasuk latar belakang karier dan pendidikannya. Lantas seperti apa latar belakang pendidikan Ade Armando. 

baca juga

Seperti diketahui, Ade Armando, selama ini dikenal sebagai aktivis sosial dan dosen di Universitas Indonesia (UI), merupakan anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berasal dari keluarga perantau Minangkabau, Mayor Jus Gani dan Juniar Gani, dan menjadi anak bungsu dari tiga bersaudara.

Ayah Ade Armando, Mayor Jus Gani, seorang diplomat, terpaksa turun pangkat setelah terpengaruh oleh runtuhnya pemerintahan Soekarno. Keluarga mereka merantau ke Malaysia untuk berdagang setelah dipecat dari militer. Di Malaysia, Ade menghadapi penghinaan dari seorang guru keturunan Cina karena kemampuannya berbahasa Inggris yang belum lancar. Meskipun demikian, pengalaman tersebut memotivasi Ade untuk memperdalam bahasa Inggrisnya.

Setelah merantau, keluarga Ade kembali ke Indonesia pada tahun 1968 dan menetap di Bandung dalam kondisi keuangan yang sulit. Ade menempuh pendidikan dasarnya di Bandung sebelum pindah ke Bogor. Di Universitas Indonesia, Ade mengambil jurusan Ilmu Komunikasi setelah aktif dalam kegiatan jurnalistik sebagai mahasiswa. Selama masa kuliah, ia bergabung dengan Warta UI, badan pers kampus UI.

Ade Armando belajar dari dua figur terkemuka, Rosihan Anwar dan Masmimar Mangiang, yang merupakan wartawan dan aktivis pada masanya. Setelah lulus pada tahun 1988 dengan gelar doktorandus, Ade melanjutkan studi S2 di Florida State University dan meraih gelar master of science dalam population studies. Setelah itu, ia kembali ke UI untuk meraih gelar doktor.

Sejak Maret 1990, Ade Armando telah menjadi dosen tetap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Meskipun awalnya mendaftar untuk menjadi diplomat, Ade pindah ke jurusan Ilmu Komunikasi karena rendahnya nilai mata kuliah ilmu pengantar politiknya.

Selain sebagai dosen, Ade juga terlibat dalam dunia jurnalistik, bekerja sebagai wartawan untuk majalah Prisma (1988–1989) dan menjadi Redaktur Penerbit Buku LP3ES (1991–1993). Pada tahun 1993, Ade menjadi redaktur Republika, sebuah surat kabar Islam, hingga ia keluar karena tekanan politik pada masa Orde Baru.

Selama kuliah, Ade aktif dalam pers mahasiswa di Warta UI, bahkan terkadang menjual rempeyek di kampus untuk membiayai kuliahnya. Pada tahun 1998–1999, Ade beralih profesi sebagai peneliti dan Manajer Riset Media di Tylor Nelson Sofres, dan pada tahun 2000–2001, menjadi Direktur Media Watch & Consumer Center di bawah pimpinan Marwah Daud Ibrahim, yang dianggapnya sebagai lingkungan yang bebas dan tidak memihak Habibie.

Puncak karier Ade Armando adalah ketika ia memutuskan untuk pensiun dini dari Universitas Indonesia setelah bergabung sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Zack Lee Jowono, Disorot Gegara Nafa Urbach dan Nikita Mirzani Cekcok Masalah Capres

Sosok Zack Lee Jowono, Disorot Gegara Nafa Urbach dan Nikita Mirzani Cekcok Masalah Capres

Lifestyle | Senin, 29 Januari 2024 | 10:22 WIB

Relawan Optimistis AMIN Raih Suara Signifikan di Solo

Relawan Optimistis AMIN Raih Suara Signifikan di Solo

Kotak Suara | Minggu, 28 Januari 2024 | 20:56 WIB

TKN Ungkap Dugaan Ada Elite Parpol Arahkan Rusak Surat Suara Prabowo-Gibran di Jateng

TKN Ungkap Dugaan Ada Elite Parpol Arahkan Rusak Surat Suara Prabowo-Gibran di Jateng

Video | Minggu, 28 Januari 2024 | 20:45 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×