Apa Bisnis Rasyid Rajasa? Sempat Ternak Lele Jadi Direktur hingga Siap-siap Berkantor di Senayan

Rifan Aditya

Kamis, 22 Februari 2024 | 12:34 WIB
Apa Bisnis Rasyid Rajasa? Sempat Ternak Lele Jadi Direktur hingga Siap-siap Berkantor di Senayan
bisnis Rasyid Rajasa (instagram)

Suara.com - Rasyid Rajasa adalah anak bungsu mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Kini namanya diprediksi bakal lolos menjadi anggota DPR RI setelah Pemilu 2024. Selain profil dan kasusnya, perihal bisnis Rasyid Rajasa juga menarik untuk dikulik.

Pasalnya, bisnis sang ayah juga terbilang tidak ecek-ecek. Hatta Rajasa diketahui memiliki beberapa perusahaan dibidang migas. Bagaimana dengan bisnis Rasyid Rajasa, apakah tidak jauh dari sektor migas juga?

Belakangan, Rasyid Rajasa sangat tertarik dengan dunia wirausaha dan sudah aktif di Kota Cimahi dan Bandung Jawa Barat mendorong kemajuan UMKM lokal.

Pria berusia 33 tahun ini bernama lengkap Muhammad Rasyid Rajasa. Sebagai caleg DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat 1 ini memiliki program unggulan berupa meningkatkan kemandirian ekonomi rakyat melalui UMKM. 

Sosok yang menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Bandung ini punya pengalaman usaha yang jatuh bangun. Ia dikenal tidak menggunakan pamor ayahnya untuk melancarkan bisnis.

Lulusan Business Management Program di University of East London, Inggris ini pernah memiliki usaha berupa ternak lele sebelum menjadi direktur Arthindo Grup. 

Ternak Lele

Lulusan program sarjana sekolah manajemen dan bisnis ITB ini memulai terjun ke dunia bisnis dengan melakukan budidaya ikan lele. Ia menjual ikan lele hasil budidayanya menjadi produk-produk sajian yang siap jual untuk jajanan kaki lima sampai ke restoran-restoran besar. 

Ternak lelenya tidak berjalan lancar. Ia menyadari itu setelah ikannya dicuri. Ia mengaku tidak mengantisipasi kemungkinan itu. Ia kemudian melihat peluang usaha baru. Menurutnya perkembangan ekonomi dunia telah berubah ke arah energi baru terbarukan. 

baca juga

Setelah melihat perubahan pasar dunia, Rasyid Rajasa mulai mejual produk gas alam. Ia melewati masa-masa sulit merintis udaha menjual produk gas alam ini selama dua tahun. Meski mengalami jatuh bangun, pada akhirnya Rasyid sudah menjalankan bisnis di bidang energi ini selama sebelas tahun. 

Direktur Arthindo Grup

Muhammad Rayid Amrullah Rajasa atau Rasyid Rajasa ini memiliki menduduki jabatan penting di bidang wirausaha, antara lain:
- Co-founder PT Duta Perikanan Utama
- Generating Cash Flow PT Reethau Cipta Energi
- Acquisition and Post-Acquisition Sister Company PT Reethau Cipta energy 
- Direktur Arthindo Group sejak 2017

PT. Arthindo Group sendiri merupakan perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Hatta Rajasa di tahun 1982. Ayahnya mendirikan perusahaan ini bersama Bambang Sukarsono, Alimin Abdullah dan Affan Machmud. 

Arthindo Group awalnya bergerak di bidang agrobisnis. Akan tetapi, dengan cepat dapat berkembang ke bidang jasa operasi untuk oil rig. Perusahaan memberikan layanan utama berupa  inspeksi turbuler atau pipa. 

Dikutip dari arthindo.id, perluasan bisnis Arthindo Group pada tahun 1985 bekerjasama dengan PT Pertamina dalam hal Inspect & Repair Substructure untuk tipe rig 80bm milik PT Pertamina Prabumulih. Kemudian tahun 1987 memperluas layanan dengan menyediakan unit transportasi berupa Oil Field Track (OFT) bagi keperluan operasional PT Pertamina Pendopo.

Arthindo juga berhasil memiliki dan mengoperasikan Rig Wilson Mogul 42B yang berlokasi di Muara Enim, Sumatera Selatan, bekerjasama dengan North Field. Perusahaan juga berhasil menambah rig operasional, seperti Rig Frank Cabot di Cepu, Jawa Tengah. 

Perkembangan selanjutnya ialah perusahaan melakukan instalasi rig milik PT Arthindo Utama digunakan oleh PT Sani Utama untuk operasi di wilayah Duri, Pekanbaru, bekerjasama dengan PT Caltex Pacific Indonesia, terjadi di sekitar tahun 1987.

Selain itu Rasyid Rajasa juga sedang gencar memasarkan sebuah perusahaan green energy bernama Reethau. Ia dan kakaknya, Reza Rajasa juga turut membagikan beberapa kegiatan di perusahaan yang memasok industri gas alam tersebut.

Kontroversi Rasyid Rajasa

Meski bisnis Rasyid Rajasa cukup berhasil, dalam kehidupan sehari-hari ia tetap kesandung kontoversi ketika mengalami kecelakaan mobil.

Kecelakaan itu terjadi di tahun 2013. Ia mengendarai mobil BMW X5 menabrak Daihatsu Luxio di Tol Jogorawi. Kecelakaan tersebut menewarkan dua orang.

Menariknya, mobil dalam kecelakaan tersebut bukan merupakan milik Rasyid, melainkan milik perusahaan milik keluarganya.

Kejadian kecelakaan itu menjadi buah bibir karena Rasyid dikenai hukuman pidana 6 bulan masa percobaan. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 283 juncto Pasal 287 ayat 5 Pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009. 

Demikian itu uraian bisnis Rasyid Rajasa, anak Hatta Rajasa yang diprediksi bakal masuk ke Senayan menjadi anggota DPR RI. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Tabrakan BMW X5 Rasyid Rajasa yang Tewaskan Balita 11 Tahun Silam

Fakta-fakta Tabrakan BMW X5 Rasyid Rajasa yang Tewaskan Balita 11 Tahun Silam

Otomotif | Kamis, 22 Februari 2024 | 12:03 WIB

Hadir Kembali di Tahun 2024, FHTB Bawa Semangat Ekonomi Berkelanjutan

Hadir Kembali di Tahun 2024, FHTB Bawa Semangat Ekonomi Berkelanjutan

Press Release | Rabu, 21 Februari 2024 | 16:00 WIB

3 Rekomendasi Jajanan Korea untuk Ide Bisnis, Punya Peluang Untung yang Banyak!

3 Rekomendasi Jajanan Korea untuk Ide Bisnis, Punya Peluang Untung yang Banyak!

Your Say | Kamis, 22 Februari 2024 | 09:53 WIB

Rasyid Rajasa Pernah Tersandung Kasus Tabrakan Maut, Kini Siap-siap Jadi Anggota DPR RI

Rasyid Rajasa Pernah Tersandung Kasus Tabrakan Maut, Kini Siap-siap Jadi Anggota DPR RI

Lifestyle | Kamis, 22 Februari 2024 | 09:51 WIB

Terkini

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

×