Kerja Keras Jangan Sampai Lupa Jaga Diri: Ini Tips Sehat Hindari Penyakit Menular dan Tidak Menular

Rabu, 06 Maret 2024 | 14:10 WIB
Kerja Keras Jangan Sampai Lupa Jaga Diri: Ini Tips Sehat Hindari Penyakit Menular dan Tidak Menular
Ilustrasi pekerja harus waspada terhadap penyakit. (Pixabay/StockSnap)

Suara.com - Pekerja termasuk kelompok yang rentan terkena berbagai penyakit yang mengintai mereka. Selain ancaman penyakit menular, penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan stroke juga rentan dialami pekerja. Terlebih bila selama bekerja lebih banyak duduk di balik meja serta tidak mengontrol pola makan dan jarang olahraga.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) menilai kalau status kesehatan masyarakat pekerja menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Karenanya perlu ada upaya memelihara dan meningkatkan kesehatan pekerja yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan dalam berbagai upaya pengobatan juga pencegahan.

Ilustrasi pekerja (Unsplash/Magnet.me)
Ilustrasi pekerja (Unsplash/Magnet.me)

Ketua Umum PERDOKI Dr. dr. Astrid B. Sulistomo, Sp.Ok., mengatakan cara utama untuk mencegah penyakit menular di tempat kerja dengan memutus rantai penularan.

"Prinsipnya adalah tentu memutus rantai penularan, dengan adanya Covid kita banyak pelajaran bagaimana pencegahan penyakit menular," kata dokter Astrid saat Pertemuan Ilmiah Tahunan PERDOKI di Jakarta Selatan, dalam keterangannya.

Protokol kesehatan yang sempat diberlakukan selama Pandemi Covid-19 juga sebaiknya tetap dilakukan untuk mencegah penularan penyakit. Dokter Astrid menambahkan, pekerja juga penting untuk menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan gizi seimbang, dan disarankan untuk melengkapi ketahanan tubuh dari penyakit dengan menggunakan vaksin.

Sementara itu, sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular, dokter Astrid menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala di tempat kerja dengan mempertimbangkan risiko dari pekerjaan yang dijalani. Dia juga menyarankan kepada para pelaku industri untuk memberikan fasilitas layanan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan risiko yang dihadapi pekerjanya.

"Tidak harus semua pekerja diperiksa semuanya, sesuai risikonya ada pekerjaan-pekerjaan khusus yang perlu diperiksa. Misalnya kena bising mungkin perlu pemeriksaan pendengaran," ujarnya.

Untuk menunjak harapan tersebut, pada acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PERDOKI tersebut ada ratusan dokter yang mendapatkan workshop mengenai berbagai keilmuan yang berkaitan dengan kesehatan pekerja. Seperti, penilaian faktor risiko psikososial dan gangguan kesehatan mental di tempat kerja, workshop pengelolaan big data pada hasil MCU, serta workshop kecacatan kerja.

Baca Juga: Polisi Usut Kasus PRT Wanita Asal NTT yang Disekap Majikan di Tanjung Duren

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI