Menanam Mangrove, Menjaga Pesisir: Aksi Nyata Keberlanjutan di Tengah Ancaman Iklim

Dinda Rachmawati

Minggu, 01 Februari 2026 | 08:07 WIB
Menanam Mangrove, Menjaga Pesisir: Aksi Nyata Keberlanjutan di Tengah Ancaman Iklim
Menanam Akar Harapan: Ketika Gerakan Mangrove Menjadi Jawaban atas Krisis Pesisir (Dok. Fluidra)
baca 10 detik
  • Fluidra memimpin penanaman mangrove di Pantai Indah Kapuk sebagai aksi nyata menghadapi krisis iklim dan abrasi pantai Indonesia.
  • Inisiatif ini melibatkan pimpinan global Fluidra dari Spanyol dan Asia, menunjukkan komitmen keberlanjutan lintas negara.
  • Mangrove berfungsi vital sebagai penstabil pantai, pencegah erosi, dan penyerap karbon efektif untuk mitigasi perubahan iklim.

Suara.com - Di tengah krisis iklim global yang kian nyata, batas antara laut dan daratan semakin kehilangan ketegasannya. Abrasi pantai, kenaikan muka air laut, dan rusaknya ekosistem pesisir menjadi ancaman serius, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia. 

Di sinilah gerakan keberlanjutan menemukan urgensinya, bukan lagi sebagai slogan, melainkan aksi nyata yang berdampak langsung.

Menjawab tantangan tersebut, Fluidra mengambil langkah konkret dengan memimpin inisiatif penanaman pohon mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK). 

Kawasan ini merupakan zona penyangga ekologis strategis yang berperan penting dalam mencegah erosi pantai sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di wilayah urban.

Indonesia dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai negara kepulauan yang berada di garis depan dampak perubahan iklim, Indonesia menghadapi ancaman abrasi dan kenaikan permukaan laut secara langsung. 

Penanaman mangrove di PIK menjadi simbol solidaritas global sekaligus komitmen nyata untuk memperkuat penghalang alami yang melindungi masyarakat pesisir dan keanekaragaman hayati.

Yang membuat inisiatif ini kian bermakna adalah keterlibatan langsung jajaran pimpinan Fluidra dari berbagai belahan dunia. 

Para eksekutif dari kantor pusat di Spanyol, manajemen regional Asia, hingga tim lokal Indonesia turun langsung ke lapangan, bekerja bahu-membahu menanam bibit mangrove di kawasan konservasi tersebut.

“Keberlanjutan melampaui batas negara. Dengan menanam akar ini di tanah Indonesia, kami tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga secara fisik menanamkan komitmen global kami terhadap planet ini ke dalam fondasi operasional kami. Inilah warisan kami dalam tindakan,” ujar Francesc Camps, General Manager Africa, Asia & UK.

baca juga

Secara ekologis, mangrove memiliki peran yang sangat krusial. Sistem akarnya yang kompleks berfungsi sebagai jaring alami untuk menjebak sedimen dan menstabilkan garis pantai dari terpaan gelombang dan pasang surut. 

Selain mencegah erosi, mangrove juga dikenal sebagai penyerap karbon yang sangat efektif, bahkan lebih efisien dibandingkan hutan daratan, sehingga berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim.

Bagi Fluidra, inisiatif ini mencerminkan perubahan cara pandang perusahaan modern terhadap pertumbuhan. Keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari capaian finansial, tetapi juga dari dampak positif yang ditinggalkan bagi lingkungan dan masyarakat.

“Asia berada di garis depan ketahanan iklim. Inisiatif di PIK ini merupakan bukti bahwa tanggung jawab perusahaan lebih dari sekadar strategi, melainkan kewajiban nyata. Kami sedang membangun masa depan di mana kesuksesan bisnis dan pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan,” ungkap Charles Lim, Asia Managing Director Fluidra.

Semangat kolaborasi lintas wilayah yang ditunjukkan di PIK menjadi cerminan filosofi Think Global, Act Local. Keterlibatan langsung manajemen senior tidak hanya memperkuat pesan internal perusahaan, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada para pemangku kepentingan bahwa Fluidra memimpin dengan memberi contoh.

“Menyelenggarakan acara ini adalah suatu kehormatan besar. Melihat para pemimpin dari Spanyol dan Asia berlutut di lumpur untuk menanam bakau melambangkan persatuan kita. Ini mengirimkan pesan yang kuat: kita di sini untuk melindungi rumah kita, lautan kita, dan masa depan kita,” ujar Andri Ricardo, Managing Director Fluidra Indonesia.

Seiring waktu, bibit-bibit mangrove yang ditanam akan tumbuh menjadi benteng alami bagi pesisir. Mereka tidak hanya melindungi daratan dari abrasi, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai spesies dan simbol harapan akan ekosistem yang lebih seimbang.

Lebih dari sekadar satu kegiatan, penanaman mangrove di PIK menandai satu babak penting dalam perjalanan keberlanjutan Fluidra. Sebuah pengingat bahwa menjaga bumi membutuhkan persatuan, komitmen, dan keberanian untuk bertindak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menikmati Jakarta Setelah Senja: Lights Wonderland Hadirkan Wisata Malam di Tengah Mangrove PIK

Menikmati Jakarta Setelah Senja: Lights Wonderland Hadirkan Wisata Malam di Tengah Mangrove PIK

Lifestyle | Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:15 WIB

Abrasi Akibat Gelombang Tinggi Rusak Belasan Rumah Nelayan di Mataram

Abrasi Akibat Gelombang Tinggi Rusak Belasan Rumah Nelayan di Mataram

Foto | Senin, 26 Januari 2026 | 21:24 WIB

Furnitur Masa Depan: Ketika Desain, Material, dan Keberlanjutan Bertemu

Furnitur Masa Depan: Ketika Desain, Material, dan Keberlanjutan Bertemu

Lifestyle | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:19 WIB

Terkini

Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata

Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:48 WIB

Gelar Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Sukses Diraih BRI

Gelar Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Sukses Diraih BRI

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 11:47 WIB

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Kenali Karakter Shio Ayam Pria vs Wanita : Siapa yang Lebih Mendominasi dan Keras Kepala?

Kenali Karakter Shio Ayam Pria vs Wanita : Siapa yang Lebih Mendominasi dan Keras Kepala?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Profil dan Rekam Jejak Arif Sugiyanto, Eks Bupati Kebumen dan Mantan Polisi yang Terjaring OTT KPK

Profil dan Rekam Jejak Arif Sugiyanto, Eks Bupati Kebumen dan Mantan Polisi yang Terjaring OTT KPK

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:45 WIB

Jor-joran Biayai Program Prabowo, S&P Peringatkan Potensi Bahaya Bayangi Bank Himbara

Jor-joran Biayai Program Prabowo, S&P Peringatkan Potensi Bahaya Bayangi Bank Himbara

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:44 WIB

bank bjb dan KAI Commuter Dorong Integrasi Perbankan Digital dengan Transportasi Publik

bank bjb dan KAI Commuter Dorong Integrasi Perbankan Digital dengan Transportasi Publik

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:42 WIB

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Sumbar | Rabu, 16 September 2026 | 11:40 WIB

Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier

Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:40 WIB

Arab Saudi Klaim Makkah Diserang Drone, Houthi Bantah: Itu Kebohongan Besar!

Arab Saudi Klaim Makkah Diserang Drone, Houthi Bantah: Itu Kebohongan Besar!

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:38 WIB

×