Profil Romo Magnis: Misionaris dan Dosen Filsafat yang Bikin Argumen Hotman Paris 'Terjebak' di Sidang MK

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 03 April 2024 | 15:52 WIB
Profil Romo Magnis: Misionaris dan Dosen Filsafat yang Bikin Argumen Hotman Paris 'Terjebak' di Sidang MK
Ahli dari kubu Ganjar-Mahfud MD, Franz Magnis-Suseno atau Romo Magnis dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024). (tangkap layar YouTube Mahkamah Konstitusi)

Suara.com - Kuasa Hukum Prabowo-Gibran, Hotman Paris Hutapea, dan saksi ahli TPN Ganjar-Mahfud, Franz Magnis Suseno atau Romo Magnis, terlibat dalam adu argumen yang panas terkait isu bansos, etika, dan data. Argumen Romo Magnis mengkritik keputusan Presiden Jokowi terkait bansos, menganggapnya sebagai tindakan yang tidak etis dan mirip dengan pencurian.

Menurutnya, presiden seharusnya menggunakan kekuasaannya untuk melayani seluruh masyarakat, bukan untuk kepentingan politik pribadi.

Hotman Paris, sebagai pembela tim Prabowo-Gibran, menegaskan bahwa bansos yang dibagikan oleh Presiden Jokowi didasarkan pada data yang sudah ada, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Hotman Paris dan Romo Magnis (Kolase)
Hotman Paris dan Romo Magnis (Kolase)

Menurutnya, presiden hanya membagikan bansos secara simbolis sesuai dengan data yang sudah ada di kementerian, dan pembagian selanjutnya dilakukan oleh kementerian. Hotman juga menekankan bahwa Romo Magnis tidak memiliki informasi lengkap tentang praktik pembagian bansos, seperti Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam menjawab pertanyaan Hotman Paris, Romo Magnis menjelaskan bahwa kritiknya tidak secara langsung ditujukan kepada Presiden Jokowi secara spesifik.

Sebagai ahli, ia hanya menyampaikan pandangannya secara umum tentang tindakan seorang presiden yang menggunakan bansos untuk kepentingan politiknya.

Situasi itu membuat banyak warganet penasaran dengan sosok Romo Magnis. DIrangkum dari berbagai sumber, berikut ini profil Romo Magnis lengkap. 

Kontroversi antara Hotman Paris dan Romo Magnis yang dibagikan kembali oleh akun Instagram Pinter Politik menimbulkan reaksi yang beragam dari pengguna media sosial.

"Justru bang Hotman terjebak dalam filsafat etik Romo Magnis. Romo Magnis menjelaskan teori sementara Hotman berpikir bahwa Romo Magnis menuduh Jokowi," komentar warganet.

baca juga

Franz Magnis-Suseno, yang juga dikenal dengan nama asli Franz Graf von Magnis, lahir pada tanggal 26 Mei 1936 di Eckersdorf, Sesilia, Distrik Glatz, Jerman Timur. Dia adalah anak sulung dari pasangan Ferdinand Graf von Magnis dan Maria Anna Grafin von Magnis, prinzesin zu Lowenstein, memiliki lima saudara perempuan dan satu adik laki-laki.

Masa kecil Franz diwarnai oleh situasi sulit akibat Perang Dunia II. Keluarganya terpaksa meninggalkan Jerman Timur setelah perang, dan Franz, bersama keluarganya, melarikan diri dari tentara Uni Soviet menuju Cekoslovakia Barat, lalu ke Jerman Barat.

Franz tumbuh dalam keluarga yang taat beragama Katolik, dan pada usia 19 tahun, ia bergabung dengan Serikat Yesus (SY) atau Ordo Yesuit. Setelah pendalaman kerohanian, Franz memulai studi filsafat di Philosophissche Hochschule, Pullach, dekat Munchen, dan meraih gelar akademik dalam bidang filsafat.

Pada tahun 1961, Franz dikirim ke Indonesia untuk mengejar pendidikan di bidang filsafat dan teologi. Setelah ditahbiskan menjadi pastor pada tahun 1967, ia kembali ke Jerman untuk meraih gelar doktor dalam bidang filsafat dengan disertasi mengenai Karl Marx.

Franz memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1977, dan mulai aktif dalam dunia pendidikan, terutama sebagai pengajar filsafat. Dia terlibat dalam mendirikan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, meneruskan karya ahli filsafat Nicolaus Driyarkara SJ.

Sebagai guru besar filsafat di STF Driyarkara sejak 1 April 1996, Franz aktif sebagai dosen, penulis, dan pembicara di berbagai universitas terkenal di Indonesia. Kontribusinya dalam dunia pendidikan dan filsafat di Indonesia sangat berharga dan tak terlupakan.


 
 
 
 

 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hotman Paris Klaim Menangkan Perdebatan Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK, Skornya Telak

Hotman Paris Klaim Menangkan Perdebatan Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK, Skornya Telak

News | Rabu, 03 April 2024 | 15:35 WIB

Mengulik Cincin Hotman Paris yang Dibahas Hakim MK saat Sidang Sengketa Pilpres, Ada yang setara Jam Harvey Moeis

Mengulik Cincin Hotman Paris yang Dibahas Hakim MK saat Sidang Sengketa Pilpres, Ada yang setara Jam Harvey Moeis

News | Rabu, 03 April 2024 | 14:56 WIB

Duel Romo Magnis Vs Hotman Paris di Sidang MK, Netizen: Pengacara Kondang Terjebak?

Duel Romo Magnis Vs Hotman Paris di Sidang MK, Netizen: Pengacara Kondang Terjebak?

Lifestyle | Rabu, 03 April 2024 | 14:40 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×