Pakar Kimia Ungkap Sebab Kadar Bromat Dalam Air Minum Kemasan: Sumbernya Tercemar

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 04 April 2024 | 11:35 WIB
Pakar Kimia Ungkap Sebab Kadar Bromat Dalam Air Minum Kemasan: Sumbernya Tercemar
Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)

Suara.com - Belakangan, sempat heboh kabar kandungan bromat dalam air minum dalam kemasan (AMDK). Sebagai informasi, keberadaan senyawa bromat dalam air minum kemasan bergantung pada lingkungan di mana sumber airnya berasal.

Umumnya, kandungan bromat lebih tinggi dalam air minum kemasan yang berasal dari sumber air yang tercemar oleh limbah industri atau pabrik. Menurut seorang Dosen Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Handajaya Rusli,  jika tidak ada pencemaran, air minum seharusnya tidak mengandung bromat.

Namun, ketika terdapat limbah pabrik yang mengandung bromida di sekitar sumber air, air minum kemasan dari sumber tersebut berpotensi mengandung bromat karena terjadi ozonolisis pada bromida.

“Jadi, kalau ada unsur bromida dan dikasih ozon, itu ada peluang terbentuk bromat,” ujar dia dalam keterangannya baru-baru ini. 

Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)

Hal ini menunjukkan bahwa jika pabrik menggunakan bromida dan membuang limbahnya langsung ke sungai dekat sumber air kemasan, kemungkinan besar air minum dari sumber tersebut mengandung bromat. Namun, jika sumber airnya tidak terpengaruh oleh aktivitas industri, kemungkinan adanya bromida dalam air minum kemasan itu kecil.

Bromat memiliki dampak kesehatan yang signifikan, termasuk risiko kanker dan masalah ginjal, seperti yang telah terbukti dari uji coba pada hewan laboratorium. Oleh karena itu, penting bagi produsen makanan dan minuman untuk secara teratur melaporkan kadar bromat dalam produk mereka.

Department of Health New York State menyatakan bahwa konsumen yang terpapar bromat dalam jumlah besar bisa menyebabkan resiko kanker. Pada uji yang dilakukan terhadap hewan laboratorium terbukti paparan bromat dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan efek sakit ginjal. Paparan bromat tingkat tinggi dalam jangka panjang juga menyebabkan kanker seperti yang sudah diuji coba pada tikus.

Karenanya, bagi para produsen makanan dan minuman diwajibkan untuk melaporkan secara berkala terkait kandungan kadar bromat tersebut.

Departemen Kesehatan Negara Bagian di New York ini menyebutkan setiap air mineral pasti memiliki kadar bromat di dalamnya. Namun, untuk memperkecil risiko terjadinya kanker akibat minum air kemasan mengandung bromat, maka ditetapkan batas aman kandungan zat ini di air mineral.

baca juga

YLKI mendorong BPOM untuk meningkatkan pengawasan terhadap industri yang tidak mematuhi standar keamanan dan kualitas, termasuk kandungan bromat dalam air minum kemasan. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi informasi bagi konsumen tentang kualitas dan keamanan produk tersebut.

BPKN juga mendukung tindakan BPOM untuk melakukan uji lab independen terhadap laporan masyarakat tentang kandungan bromat dalam air minum kemasan. Mereka juga menyarankan agar BPOM mewajibkan produsen mencantumkan kandungan bromat pada label produk untuk memberikan kejelasan kepada konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Ketersediaan Bahan Pokok saat Lebaran, Pelarangan Operasi Truk Air Minum Diminta Ditinjau Lagi

Demi Ketersediaan Bahan Pokok saat Lebaran, Pelarangan Operasi Truk Air Minum Diminta Ditinjau Lagi

Press Release | Minggu, 17 Maret 2024 | 14:25 WIB

Geger Penemuan Mayat di Gudang Apotek Samarinda, Kimia Farma Beri Penjelasan

Geger Penemuan Mayat di Gudang Apotek Samarinda, Kimia Farma Beri Penjelasan

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 11:10 WIB

Penemuan Mayat Wanita di Apotek Dinilai Janggal, Keluarga Desak Minta Lihat Rekaman CCTV

Penemuan Mayat Wanita di Apotek Dinilai Janggal, Keluarga Desak Minta Lihat Rekaman CCTV

Your Say | Senin, 18 Maret 2024 | 14:36 WIB

Terkini

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×