Gaji ART Syahrul Yasin Limpo 7 Kali Lipat Lebih Banyak dari Gajinya sebagai Menteri

Ruth Meliana

Kamis, 09 Mei 2024 | 15:20 WIB
Gaji ART Syahrul Yasin Limpo 7 Kali Lipat Lebih Banyak dari Gajinya sebagai Menteri
Tersangka Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Fakta kembali terungkap lewat sidang lanjutan kasus korupsi mantan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo atau SYL. Salah satunya terkait gaji fantastis asisten rumah tangga (ART) SYL yang menembus dua digit.

Hal ini terungkap usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI, Hermanto sebagai saksi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Dalam sidang, Hermanto membongkar adanya transaksi yang melibatkan beberapa pegawai Kementan untuk urusan pribadi SYL. Terutama untuk membayar gaji pembantu SYL sebesar Rp35 juta per bulan.

"Apakah saksi pernah menggunakan dana pribadi (untuk SYL)?" tanya jaksa kepada Hermanto.

"Ada Yang Mulia, untuk menggaji pembantu (pribadi SYL)," jawab Hermanto.

Terdakwa Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Terdakwa Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Hermanto menjelaskan bahwa ART itu bekerja di rumah SYL yang berada di Makassar. Jaksa pun bertanya kembali soal gaji pembantu dalam anggaran resmi untuk SYL.

"Itu anggaran (kementerian) untuk pembantu memang tidak ada, kan?" lanjut Jaksa.

Hermanto pun mengaku bahwa kementerian memang tidak memberikan uang anggaran untuk ART pribadi menteri. Ia kemudian mengungkap bagaimana SYL mendesaknya untuk segera membayar gaji ART dengan dana pribadinya.

"Waktu itu bapak (SYL) sangat mendesak saya untuk transfer, saat itu masih maghrib. Harus ditransfer saat itu juga, makanya bapak minta pakai dana pribadi dulu," jawab Hermanto.

baca juga

Tak main-main, SYL meminta mantan anak buahnya itu untuk mentransfer gaji ART pribadinya sebesar Rp 35 juta. Uang itu kemudian ditransfer bertahap sebanyak dua kali oleh Hermanto.

"Kirim uangnya berapa kali? Dua ya?" tanya Jaksa kembali kepada Hermanto. 

"Saya diminta untuk transfer terlebih dahulu Rp35 juta. Dua kali, Rp22 juta sama Rp13 juta," ucap Hermanto kembali.

Jaksa lantas bertanya apakah uang pribadi Hermanto itu sudah diganti oleh SYL atau belum.

Tak disangka, Hermanto mengatakan bahwa uang miliknya itu diganti bersamaan dengan uang patungan karyawan untuk kurban di Kementan.

"Tapi akhirnya uang itu diganti oleh Pak Lukman dari uang sisa urunan pegawai untuk berkurban sebesar Rp360 juta," jawab Hermanto dalam persidangan tersebut.

Hermanto juga mengonformasi bahwa gaji ART SYL mencapai Rp 35 juta per bulan.  ART SYL yang bernama Theresia itu memang bertugas menjaga rumah majikannya yang berada di Makassar. Ini karena SYL dan keluarganya sesekali singgap di sana.

Ironinya, gaji ART yang fantastis tersebut jauh lebih besar dibanding gaji pokok SYL sebagai menteri. Lalu, berapa sebenarnya gaji pokok Menteri Pertanian?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 75/2000 dan Keppres tahun 68/2001, gaji Menteri tergolong dalam gaji pejabat negara yang kedudukannya sama dengan Jaksa Agung dan Panglima TNI.

Di dalam PP dan Keppres tersebut, gaji pokok seorang menteri adalah sebesar Rp5.040.000 per bulan. Gaji ini belum termasuk tunjangan yang diterima oleh SYL.

Gaji pokok Rp 5 juta ini tidak sebanding dengan gaji pembantu SYL yang 7 kali lipat lebih besar darinya, yaitu sebesar Rp 35 juta. Hal ini membuat pihak JPU akan mendalami dan memanggil kembali saksi lainnya. Tujuannya untuk mengetahui aliran dana fantastis yang diterima SYL dalam kasus korupsi Kementan.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pusingnya Pejabat Kementan Semasa SYL Jadi Menteri, Harus Urunan Demi Permintaan Si Bos

Pusingnya Pejabat Kementan Semasa SYL Jadi Menteri, Harus Urunan Demi Permintaan Si Bos

News | Kamis, 09 Mei 2024 | 07:10 WIB

Fakta Persidangan SYL Ungkap BPK Minta Uang Rp12 Miliar, KPK: Sudah Dicatat dengan Baik!

Fakta Persidangan SYL Ungkap BPK Minta Uang Rp12 Miliar, KPK: Sudah Dicatat dengan Baik!

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 22:02 WIB

Eks Anggota DPR Azis Syamsuddin Mangkir Dari Panggilan KPK sebagai Saksi Pungli Rutan

Eks Anggota DPR Azis Syamsuddin Mangkir Dari Panggilan KPK sebagai Saksi Pungli Rutan

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 21:50 WIB

Gaji Pembantu SYL di Makassar Rp32 Juta Turut Ditangung Eks Anak Buahnya di Kementan

Gaji Pembantu SYL di Makassar Rp32 Juta Turut Ditangung Eks Anak Buahnya di Kementan

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 21:35 WIB

Kejagung Kembali Periksa Saksi-saksi Di Kasus Korupsi Timah, Salah Satunya Direktur PT TIN

Kejagung Kembali Periksa Saksi-saksi Di Kasus Korupsi Timah, Salah Satunya Direktur PT TIN

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 21:07 WIB

SYL Bawa Keluarga Umroh, Anak Buahnya di Kementan Harus Urunan Rp1 Miliar

SYL Bawa Keluarga Umroh, Anak Buahnya di Kementan Harus Urunan Rp1 Miliar

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 19:25 WIB

Terkini

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

×