Hitung-hitungan Iuran Tapera: Nabung 100 Tahun Baru dapat Rumah Rp300 Jutaan, Khusus Pegawai Bergaji Rp10 Juta

Ruth Meliana

Selasa, 28 Mei 2024 | 16:30 WIB
Hitung-hitungan Iuran Tapera: Nabung 100 Tahun Baru dapat Rumah Rp300 Jutaan, Khusus Pegawai Bergaji Rp10 Juta
Ilustrasi KPR BRI Take Over [Oleksandr Pidvalnyi dari Pixabay]

Suara.com - Kebijakan pemerintah Indonesia yang akan memotong gaji pegawai untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) membuat rakyat menjerit. Pasalnya, gaji karyawan akan dipotong 3 persen per bulan untuk iuran Tapera.

Rinciannya, iuran Tapera akan diterapkan kepada ASN, pekerja swasta dan pekerja mandiri. Iuran Tapera wajib ini akan dibebankan sebesar 0,5% kepada pemberi gaji dan 2,5% ke pekerja swasta. Sedangkan pekerja mandiri akan dibebankan penuh iuran sebesar 3% per bulan.

Sebelum adanya iuran Tapera, para pekerja sudah banyak dibebankan pajak wajib. Seperti pajak penghasilan, iuran BPJS Kesehatan dan iuran BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat dari pajak-pajak tersebut memang dikembalikan kepada masyarakat. Tetapi untuk kasus iuran Tapera, banyak masyarakat memprotesnya karena dinilai tidak ada manfaatnya.

Lalu, seperti apa hitung-hitungan dari Iuran Tapera ini? Simak inilah selengkapnya.

Simulasi perhitungan Tapera

Dokumentasi. Foto udara perumahan di kawasan Majalaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (9/2/2022). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/wsj. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)
Ilustrasi perumahan. (ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar)

Kebijakan iuran Tapera ini mulai diberlakukan sejak 20 Mei 2024 lalu. Iuran wajib yang dibebankan lebih besar ke pekerja ini menuai banyak kontroversi. Bukan hanya dari masyarakat biasa, para publik figur termasuk komika Soleh Solihun pun ikut heran dengan kebijakan ini.

Melalui cuitannya di X, anggota geng motor The Prediksi ini mengkalkulasi iuran Tapera selama 100 tahun. Menurutnya jika pegawai bergaji Rp10 juta per bulan menabung iuran Tapera selama 100 tahun, mereka baru bisa mendapatkan rumah seharga Rp300 jutaan. Tentu hal ini tidak berlaku bagi pegawai yang mendapatkan gaji mepet UMR.

"Kalau gaji Rp10 juta per bulan dipotong tapera 3% = Rp300 ribu/bulan. 1 tahun= Rp3,6 juta. 100 tahun menabung akhirnya bisa deh dapet rumah yang harganya Rp360 juta. Ngitungnya gitu gak sih?" cuit Soleh.

Cuitan Soleh ini pun mendapat banyak respons dari warganet lain. Dalam hitungan yang sebenarnya, Tapera dibebankan kepada pekerja yang memiliki penghasilan paling sedikit setara UMR daerah.

baca juga

Selain itu, pegawai juga harus berusia minimal 20 tahun, atau sudah menikah bagi pegawai ASN atau pegawai penuh swasta. Tapera juga diberlakukan untuk para anggota P3K, TNI, Polri, pejabat negara, pekerja BUMN dan BUMD.

Jika disimulasikan, seorang pekerja dengan gaji Rp5 juta per bulan akan membayar 3% iuran Tapera, di mana 0,5% bagian akan dibayarkan oleh perusahaan.

Dalam hitungan ini, sang pekerja wajib membayar 2,5%, atau setara dengan Rp125.000 per bulan, ditambah Rp25.000 yang dibayarkan perusahaan. Jika ditotalkan, maka pekerja akan membayar Rp150.000 per bulan untuk iuran Tapera.

Jika disimulasikan masa kerja peserta Tapera dengan gaji R 5 juta per bulan selama 38 tahun masa produktif, maka sang pekerja bisa menerima manfaat sebesar Rp68,4 juta setelah pensiun nanti.

Para pekerja yang diwajibkan mengikuti program iuran Tapera harus didaftarkan perusahaan setidaknya 7 tahun sejak PP No.25 Tahun 2020 diberlakukan, yaitu hingga 2027 mendatang.

Tapera ini wajib dibayarkan pekerja hingga pensiun, meninggal dunia, atau tidak bekerja selama 5 tahun berturut-turut. Iuran Tapera juga bisa diuangkan dan dikembalikan kepada pekerja, asalkan pekerja sudah dinyatakan tidak menjadi peserta iuran Tapera lagi.

Program ini juga akan dialokasikan untuk pemberian manfaat kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu manfaatnya adalah pemberikan KPR hingga masa cicilan tenor 30 tahun.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Mula Ide Tapera: Mati-matian Digagalkan Boediono, Kini Diloloskan Jokowi di Akhir Masa Jabatan

Awal Mula Ide Tapera: Mati-matian Digagalkan Boediono, Kini Diloloskan Jokowi di Akhir Masa Jabatan

Lifestyle | Selasa, 28 Mei 2024 | 16:03 WIB

Ramai Soal Tapera yang Potong Gaji Pekerja, Ternyata Pernah Ditahan Wapres Boediono Agar Tak Lolos Jadi UU

Ramai Soal Tapera yang Potong Gaji Pekerja, Ternyata Pernah Ditahan Wapres Boediono Agar Tak Lolos Jadi UU

News | Selasa, 28 Mei 2024 | 15:46 WIB

Menteri Basuki: Iuran Tapera Karyawan Swasta Bukan Dipotong Terus Hilang

Menteri Basuki: Iuran Tapera Karyawan Swasta Bukan Dipotong Terus Hilang

Bisnis | Selasa, 28 Mei 2024 | 15:23 WIB

4 Fakta Gaji Pekerja Bakal Dipotong untuk Iuran Tapera, Bagaimana Aturannya?

4 Fakta Gaji Pekerja Bakal Dipotong untuk Iuran Tapera, Bagaimana Aturannya?

Lifestyle | Selasa, 28 Mei 2024 | 15:00 WIB

DPR Bakal Panggil Pemerintah, Minta Penjelasan soal Gaji Pekerja Kena Potong Iuran Tapera

DPR Bakal Panggil Pemerintah, Minta Penjelasan soal Gaji Pekerja Kena Potong Iuran Tapera

News | Selasa, 28 Mei 2024 | 14:25 WIB

Iuran Tapera yang Buat Kelas Menengah 'Terengah-engah'

Iuran Tapera yang Buat Kelas Menengah 'Terengah-engah'

Bisnis | Selasa, 28 Mei 2024 | 14:22 WIB

Terkini

Fenomena Tiket Konser Selalu Ludes Saat Ekonomi Sulit: Hiburan atau Pelarian?

Fenomena Tiket Konser Selalu Ludes Saat Ekonomi Sulit: Hiburan atau Pelarian?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:31 WIB

Ombudsman RI Absen Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Rapat Komisi XIII DPR

Ombudsman RI Absen Bahas Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Rapat Komisi XIII DPR

News | Senin, 28 September 2026 | 11:31 WIB

Urutan Shio yang Disebut Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis agar Usaha Tidak Bangkrut

Urutan Shio yang Disebut Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis agar Usaha Tidak Bangkrut

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:31 WIB

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:30 WIB

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:29 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:25 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:21 WIB

×