Awal Mula Ide Tapera: Mati-matian Digagalkan Boediono, Kini Diloloskan Jokowi di Akhir Masa Jabatan

Ruth Meliana, Elvariza Opita

Selasa, 28 Mei 2024 | 16:03 WIB
Awal Mula Ide Tapera: Mati-matian Digagalkan Boediono, Kini Diloloskan Jokowi di Akhir Masa Jabatan
Ilustrasi perumahan (Antara)

Suara.com - Media sosial sedang diramaikan dengan wacana diberlakukannya Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Lewat program tersebut, gaji pegawai swasta dan ASN akan dipotong beberapa persen untuk ditabung sebagai cicilan pembelian rumah.

Keputusan ini banyak menuai pro dan kontra apalagi karena tabungan yang dikumpulkan tidak akan sebanding dengan harga rumah di era sekarang. Lantas seperti apakah perjalanan regulasi Tapera ini hingga diloloskan Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya?

Perjalanan UU Tapera

Ilustrasi perumahan masyarakat. (Dok: PUPR)
Ilustrasi perumahan masyarakat. (Dok: PUPR)

Pembuatan UU Tapera diklaim sebagai cara pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak untuk masyarakat. Diketahui rumah merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat di samping pangan dan sandang.

Regulasi terkait Tapera bermula dari pembahasan jaminan sosial nasional yang dibahas pada tahun 2004. Namun saat itu yang dibahas baru sebatas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Hingga beberapa tahun kemudian lahirlah UU 1/2011 tentang Perumahan yang dimaksudkan untuk membantu pembiayaan pembelian rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Lalu pada tahun 2016, DPR mengesahkan UU Tapera yang ditindaklanjuti dengan ditekennya Peraturan Pemerintah 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tapera oleh Jokowi. Lewat peraturan ini, Badan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengelola baik dana perumahan bagi ASN maupun pekerja sektor swasta.

Sempat Ditolak Wapres Boediono

Ekonom Ari Perdana yang pernah menjabat sebagai Asisten Koordinator Kelompok Kerja Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengungkap latar belakang yang cukup mengejutkan di balik UU Tapera.

baca juga

Lewat cuitan di akun X-nya, @ari_ap, Ari menyebut bahwa urusan Tapera sudah hampir diloloskan sekitar tahun 2013-2014. Namun rencana itu ditahan mati-matian oleh Boediono yang kala itu menjabat sebagai Wakil Presiden.

Beliau melihat ide ini memberatkan, sementara benefit buat yang iuran nggak jelas. Tapi ya cuma berhasil ditunda aja sampai akhir periode,” ungkapnya, seperti dikutip pada Selasa (28/5/2024).

Keberatan Pak Boed waktu itu kira-kira seperti ini. Pekerja dipaksa ‘menabung’ buat ‘rumah’, tapi bukan buat rumah dia sendiri. Keputusan soal rumah yang dibangun bukan ada di penabung. Padahal dia sendiri perlu menabung buat rumah dia sendiri,” sambungnya.

Mantan Wakil Presiden Boediono berjalan meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Kamis (15/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)
Mantan Wakil Presiden Boediono berjalan meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Kamis (15/11). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Salah satu kekhawatiran Boediono yang merupakan praktisi ekonomi adalah perihal eksekusi Tapera. Menurutnya kebijakan yang disiapkan berorientasi pada penyediaan rumah yang akhirnya mengabaikan komponen lain seperti penyediaan akses dan sarana-prasarana pendukung.

Ari membocorkan juga beberapa poin keberatan Boediono. “Poin besarnya: urusan demand dan supply of affordable, accesible housing itu banyak dimensi. Jangan direduksi hanya ke persoalan pembiayaan makro,” cuitnya.

Poin lain: kalo emang mau ada Tapera, buat skema supaya first-time house owner bisa cairkan tabungannya (atau bahkan minjem) untuk DP rumah. Skema ini ada di Singapura, Kanada, kalo gak salah UK. Not all works atau bagus, tapi idenya begitulah,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Soal Tapera yang Potong Gaji Pekerja, Ternyata Pernah Ditahan Wapres Boediono Agar Tak Lolos Jadi UU

Ramai Soal Tapera yang Potong Gaji Pekerja, Ternyata Pernah Ditahan Wapres Boediono Agar Tak Lolos Jadi UU

News | Selasa, 28 Mei 2024 | 15:46 WIB

Menteri Basuki: Iuran Tapera Karyawan Swasta Bukan Dipotong Terus Hilang

Menteri Basuki: Iuran Tapera Karyawan Swasta Bukan Dipotong Terus Hilang

Bisnis | Selasa, 28 Mei 2024 | 15:23 WIB

4 Fakta Gaji Pekerja Bakal Dipotong untuk Iuran Tapera, Bagaimana Aturannya?

4 Fakta Gaji Pekerja Bakal Dipotong untuk Iuran Tapera, Bagaimana Aturannya?

Lifestyle | Selasa, 28 Mei 2024 | 15:00 WIB

DPR Bakal Panggil Pemerintah, Minta Penjelasan soal Gaji Pekerja Kena Potong Iuran Tapera

DPR Bakal Panggil Pemerintah, Minta Penjelasan soal Gaji Pekerja Kena Potong Iuran Tapera

News | Selasa, 28 Mei 2024 | 14:25 WIB

Iuran Tapera yang Buat Kelas Menengah 'Terengah-engah'

Iuran Tapera yang Buat Kelas Menengah 'Terengah-engah'

Bisnis | Selasa, 28 Mei 2024 | 14:22 WIB

Ironi! Menteri Dibuatkan Rumah Rp14 Miliar di IKN, Gaji Pekerja Dipotong Buat Iuran Tapera

Ironi! Menteri Dibuatkan Rumah Rp14 Miliar di IKN, Gaji Pekerja Dipotong Buat Iuran Tapera

Lifestyle | Selasa, 28 Mei 2024 | 13:54 WIB

Terkini

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden

Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi

Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!

Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo

Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi

Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah

Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian

Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur

Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian

Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:05 WIB

×