Marga Al-Haddad memiliki banyak ulama yang berkontribusi besar dalam penyebaran Islam dan pendidikan agama di Indonesia. Anggota marga ini banyak yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
4. Assegaf
Marga Assegaf merupakan salah satu marga terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Banyak dari mereka yang menjadi ulama, pengusaha, dan tokoh masyarakat. Keturunan Assegaf dapat ditemukan di berbagai daerah seperti Jakarta, Pekalongan, dan Surabaya.
![Sayyidil Walid Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf. [Facebook@AlHabibAliAssegaf]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/16/43476-habib-ali-bin-abdurrahman-assegaf.jpg)
5. Al-Kaff
Marga Al-Kaff juga merupakan salah satu marga terkemuka yang banyak berperan dalam perkembangan Islam di Indonesia. Mereka banyak tinggal di wilayah Jawa dan Sumatera.
6. Al-Jufri
Marga Al-Jufri dikenal memiliki banyak ulama dan tokoh pendidikan. Salah satu tokoh terkenal dari marga ini adalah Habib Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, pendiri Yayasan Al-Khairaat di Sulawesi. Keturunan Al-Jufri banyak yang tinggal di Sulawesi, Jakarta, dan Jawa.
![Habib Ali Al-Jufri. [Dok nu.or.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/19/54107-habib-ali-al-jufri.jpg)
7. Al-Muhdhar
Marga Al-Muhdhar dikenal karena banyak anggotanya yang menjadi ulama besar dan berpengaruh di komunitas Muslim Indonesia. Mereka banyak ditemukan di daerah Jawa dan Sumatera.
8. Al-Aidid
Marga Al-Aidid memiliki banyak anggota yang berperan penting dalam penyebaran Islam dan pendidikan agama di Indonesia. Mereka banyak tinggal di Jakarta, Surabaya, dan beberapa daerah lainnya di Jawa.
9. Alatas
Marga Alatas juga merupakan marga yang sangat berpengaruh, dengan banyak tokoh yang berkontribusi dalam bidang keagamaan dan sosial di Indonesia. Keturunan Alatas dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Berkaitan dengan keturunan Nabi Muhammad, dalam ajaran Islam, Allah SWT dan Rasul-Nya memerintahkan umat Muslim untuk menghormati dan mencintai Ahlul Bait.
Namun, khusus untuk keturunan Rasulullah SAW, garis keturunan diambil dari putri tercintanya, Fathimah Az-Zahra. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan keturunan setiap nabi dalam sulbinya. Dan Allah menetapkan keturunanku dalam sulbi Ali bin Abi Thalib.” (HR Imam at-Thabrani)
Lebih lanjut, perintah mengenai Ahlul Bait ini dijelaskan sebagai salah satu dari dua hal yang harus dipegang teguh oleh umat Rasulullah SAW. Seperti yang disebutkan dalam hadis, “Aku tinggalkan dua perkara yang sangat berharga pada kalian. Yang pertama adalah Kitab Allah, yang kedua adalah Ahlul Bait-ku,” riwayat Imam Muslim. Meskipun dalam riwayat Hakim disebutkan, “Yang kedua adalah sunnahku,” riwayat Imam Muslim diakui oleh semua ulama sebagai yang lebih kuat.
Selain itu, Al-Qur’an juga mengatur perintah untuk mencintai Ahlul Bait dalam surah Asy-Syura ayat 23, yang berbunyi, “Katakanlah (wahai Muhammad): Aku tidak meminta upah kepada kalian kecuali rasa cinta kepada kerabatku.”
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni