Wajib Tahu! Ini 5 Fakta Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa SMA yang Resmi Dihapus

Jum'at, 19 Juli 2024 | 15:25 WIB
Wajib Tahu! Ini 5 Fakta Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa SMA yang Resmi Dihapus
Wajib Tahu! Ini 5 Fakta Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa SMA yang Resmi Dihapus (pexels)

Suara.com - Sejak lama, pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas telah memiliki penjurusan ketika memasuki jenjang kelas 11. Namun belakangan dikabarkan jurusan yang ada akan dihapuskan. Sekilas tentang kumpulan fakta jurusan IPA, IPS dan Bahasa SMA dihapus bisa Anda cermati di sini.

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa sendiri menjadi pilihan yang bisa diambil oleh siswa di kelas 11, untuk memfokuskan pelajaran yang ingin di dalamnya. Jurusan ini juga jadi acuan ketika akan melanjutkan ke perguruan tinggi, sebab beberapa departemen di perguruan tinggi mewajibkan seorang calon mahasiswa berangkat dari jurusan tertentu.

Bagian dari Implementasi Kurikulum Merdeka

Penghapusan jurusan ini disampaikan oleh Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek adalah bagian dari rencana makro yang dimiliki pemerintah. Hal ini sengaja dilakukan sebab dirasa penjurusan justru mencerminkan asal ketidakadilan karena rata-rata orang tua memilih memasukkan anaknya ke jurusan IPA.

Sejak Lama Dianggap Jurusan Unggul

Mungkin menjadi rahasia umum jika banyak orang tua murid menganggap jurusan IPA di SMA merupakan jurusan yang lebih unggul. Fokus mata pelajaran yang didalami adalah IPA, dan mengurangi penekanan pelajaran yang masuk dalam kategori lainnya. Lulusan dari jurusan IPA juga dianggap memiliki kecerdasan yang lebih, karena banyak belajar bidang ilmu pasti.

Porsi Program Studi di Perguruan Tinggi

Berkaitan dengan poin kedua, porsi program studi yang bisa diakses oleh lulusan jurusan IPA memang nyatanya lebih banyak. Beberapa program studi atau departemen yang jelas mempelajari bidang sosial juga masih memungkinkan dimasuki lulusan dari jurusan IPA, sedangkan hal sebaliknya tidak berlaku untuk jurusan IPS dan Bahasa.

Lulusan IPS dan Bahasa cenderung lebih sulit mengakses kesempatan masuk ke program studi eksakta di perguruan tinggi.

Sensasi Akhir Masa Jabatan

Disampaikan oleh seorang pakar di sebuah media baru-baru ini, kebijakan penghapusan jurusan di SMA ini merupakan sensasi pada akhir masa jabatannya. Pakar ini menilai bahwa keputusan penghapusan jurusan ini diambil secara mendadak, dan tidak didasari kajian yang jelas secara akademis.

Kesempatan selama 3 Tahun

Masa transisi yang diberikan oleh Kemendikbud Ristek untuk pelaksanaan program ini sendiri adalah selama 3 tahun, atau secara sederhana dalam satu periode pendidikan di SMA. Waktu ini diperkirakan cukup untuk mengubah struktur yang telah lama digunakan, menjadi model baru yang lebih fleksibel dan terbuka.

Itu tadi kumpula fakta jurusan IPA, IPS, dan Bahasa SMA yang diberitakan akan dihapus oleh Kemendikbud Ristek sebagai bentuk dari kebijakan yang diterapkan. Semoga berguna!

Baca Juga: Kurikulum Merdeka: Siswa SMA Tak Lagi Dibebani Jurusan, Bebas Pilih Mata Pelajaran Sesuai Minat

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI