Viral, Seputar Dokter Undip Bunuh Diri: Ada 120 Pasien Operasi/Hari, Semua Beban Kerja Bius Dilakukan PPDS Anestesi

Ruth Meliana

Kamis, 15 Agustus 2024 | 11:16 WIB
Viral, Seputar Dokter Undip Bunuh Diri: Ada 120 Pasien Operasi/Hari, Semua Beban Kerja Bius Dilakukan PPDS Anestesi
Dokter muda Uiversitas Diponegoro (Undip) diduga bunuh diri usai menjadi korban bullying (X)

Suara.com - Kematian seorang dokter muda Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akibat bunuh diri menuai simpati besar di media sosial. Mahasiswa PPDS Anestesi Undip bernama Aulia Risma Lestari itu diduga depresi setelah menjadi korban bullying dari seniornya.

Berdasarkan pantauan Suara.com, kata PPDS dan Undip telah menduduki daftar trending topic di X. Hingga Kamis (15/8/2024) siang, kedua kata kunci itu sudah diperbincangkan lebih dari 36 ribu kali.

Kasus ini seolah membongkar tabir beban kerja mahasiswa PPDS Anestesi Undip. Salah satunya terkait beban kerja yang sangat berat di RS Kariadi Semarang, Jawa Tengah.

Adapun diduga seorang mahasiswa PPDS Anestesi Undip berani angkat berbicara mengenai bobroknya beban kerja di RS Kariadi, atau rumah sakit tempat Aulia Risma Lestari bekerja. Hal ini terungkap dari postingan pengguna akun X @/bambangsuling11.

Akun ini membagikan tangkapan layar keluhan seorang mahasiswa PPDS Anestesi Undip. Mahasiswa itu mengeluhkan beban kerja harian di RS Kariadi, di mana semua tanggung jawab membius pasien dilakukan oleh PPDS Anestesi.

Padahal, kata sang mahasiswa, RS Kariadi bisa melakukan operasi terhadap 120 pasien per hari. Tentu beban kerja itu dinilai membuat banyak mahasiswa PPDS Anestesi Undip kelelahan.

"Jumlah operasi di RS Kariadi sangat tinggi, bisa 120 pasien/hari. Sedangkan semua beban kerja bius pasien dilakukan oleh (mahasiswa) PPDS," beber mahasiswa ini seperti dikutip Suara.com, Kamis (15/8/2024).

Tak cuma beban kerja, mahasiswa ini juga merasa jam kerja di RS Kariadi sangat berat. Pasalnya, ia bisa biasa bekerja 18 jam per hari, di mana jadwal itu adalah jam kerja normal yang ditetapkan. Tak jarang pula mahasiswa PPDS Anestesi Undip harus melembur hingga 21 jam per hari.

"Beban kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi terlalu berat. Jam kerja normal tanpa giliran jaga adalah 18 jam per hari. Masuk jam 6 pagi, pulang jam 12 malam," curhatnya.

baca juga
Curhatan mahasiswa PPDS Anestesi Undip soal beban kerja di RS Kariadi (X)
Curhatan mahasiswa PPDS Anestesi Undip soal beban kerja di RS Kariadi (X)

"Kalau bisa pulang jam 11 malam, artinya pulang cepat. Tidak jarang harus pulang jam 2 atau 3 pagi. Hari berikutnya sudah harus standby lagi jam 6 pagi di RS. Ini berlangsung terus menerus selama masa studi kurang lebih 5 tahun," sambung sang mahasiswa.

Situasi itu belum ditambah jika mahasiswa mendapatkan giliran jaga. Alhasil, mahasiswa PPDS Anestesi bisa tidak pulang ke rumah selama 6 hari.

"Jika dapat giliran jaga, maka jaga minimal 24 jam dan dapat prolonged hingga 5-6 hari tidak bisa pulang dari rumah sakit. Dikarenakan sering kali PPDS harus melanjutkan operasi yang terus sambung menyambung melebihi giliran jaganya," ujarnya.

Mahasiswa ini lantas memberikan dua masukan agar beban kerja di RS Kariadi bisa dirombak. Hal ini tentu demi kebaikan dan kesejahteraan bersama, khususnya mahasiswa PPDS Anestesi Undip.

"Mohon izin memberi masukan dan memohon arahan Bapak agar bisa dilakukan: (1) Audit menyeluruh untuk mencegah terjadinya korban PPDS lainnya," saran sang mahasiswa.

"(2) Menambah jumlah dokter anestesi dan memastika mereka benar-benar turun tangan menangani pasien, agar beban kerja bius pasien tidak hanya ditanggung PPDS dan menjaga keselamatan pasien juga. Terima kasih," pungkas dokter muda PPDS Anestesi Undip ini.

Catatan Redaksi:
Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Dokter Bunuh Diri, Jam Kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi Disorot: 18 Jam Per Hari, Kadang 24 Jam

Ada Dokter Bunuh Diri, Jam Kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi Disorot: 18 Jam Per Hari, Kadang 24 Jam

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 10:38 WIB

Kronologi Dokter Muda Undip Bunuh Diri: Diduga Korban Bully, Tak Bisa Bayar Rp500 Juta Buat Mundur dari PPDS Anestesi?

Kronologi Dokter Muda Undip Bunuh Diri: Diduga Korban Bully, Tak Bisa Bayar Rp500 Juta Buat Mundur dari PPDS Anestesi?

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:28 WIB

Tewas di Indekos, Mahasiswi Undip Diduga Bunuh Diri karena Bullying

Tewas di Indekos, Mahasiswi Undip Diduga Bunuh Diri karena Bullying

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 02:10 WIB

Profesi Sebenarnya Ayah Danang Giri Sadewa yang Disebut Anak dari Rektor UNDIP, Ternyata Bukan Sembarangan

Profesi Sebenarnya Ayah Danang Giri Sadewa yang Disebut Anak dari Rektor UNDIP, Ternyata Bukan Sembarangan

Entertainment | Selasa, 13 Agustus 2024 | 17:27 WIB

Danang Giri Sadewa Anak Siapa? Biodata 'Anak Rektor UNDIP' yang Viral di TikTok

Danang Giri Sadewa Anak Siapa? Biodata 'Anak Rektor UNDIP' yang Viral di TikTok

Lifestyle | Minggu, 11 Agustus 2024 | 18:47 WIB

Dijuluki Malaikat Jembatan Yangtze, Pria Ini Gagalkan Ratusan Aksi Bunuh Diri dengan Cara Tak Terduga

Dijuluki Malaikat Jembatan Yangtze, Pria Ini Gagalkan Ratusan Aksi Bunuh Diri dengan Cara Tak Terduga

News | Minggu, 04 Agustus 2024 | 19:50 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×