Ada Dokter Bunuh Diri, Jam Kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi Disorot: 18 Jam Per Hari, Kadang 24 Jam

Ruth Meliana

Kamis, 15 Agustus 2024 | 10:38 WIB
Ada Dokter Bunuh Diri, Jam Kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi Disorot: 18 Jam Per Hari, Kadang 24 Jam
Dokter muda Undip diduga bunuh diri usai menjadi korban bully (X)

Suara.com - Beredarnya dugaan jam kerja Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RS Kariadi ramai menuai kontroversi. Hal ini terungkap setelah dokter muda Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Aulia Risma Lestari, bunuh diri karena diduga menjadi korban bully saat menjalani PPDS Anestesi di RS Kariadi.

Kasus bunuh diri mahasiswi Undip ini tengah menuai atensi begitu besar di media sosial. Akibat kasus ini, tak sedikit akun yang membongkar borok PPDS Undip, mulai dari perundungan hingga beban kerja yang sangat wajar. Salah satunya terkait PPDS Undip yang dijalani mahasiswa di RS Kariadi.

Sosok diduga dokter PPDS Anestesi Undip pun membongkar beban kerja sehari-hari yang tidak wajar di RS Kariadi. Hal ini dibagikan oleh akun X bernama @/bambangsuling11 dalam sebuah thread kasus bunuh diri Aulia Risma Lestari.

"Ada rekan kita yang juga sedang ambil PPDS Anestesi Undip berani speak up di DM. Begini yang harus mereka jalani setiap hari," tulis akun ini seperti dikutip Suara.com, Kamis (15/8/2024).

Dalam curhatannya, dokter PPDS Anestesi Undip itu mengungkap jam kerja normalnya adalah 18 jam per hari di RS Kariadi. Dia mengaku sering masuk pukul 06.00 WIB dan pulang pukul 00.00 WIB.

Alhasil, ia hanya memiliki waktu 6 jam untuk pulang dan beristirahat, sebelum harus bersiap-siap berangkat kerja lagi dan mengulang shift serupa.

Mirisnya, jam kerja itu belum termasuk jika melembur. Dokter PPDS Anestesi Undip sering juga bekerja dari jam 06.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB, atau setara 21 jam per hari. Jam kerja itu harus dijalani mahasiswa PPDS Anestesi selama kurang lebih 5 tahun.

"Beban kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi terlalu berat. Jam kerja normal tanpa giliran jaga adalah 18 jam per hari. Masuk jam 6 pagi, pulang jam 12 malam," curhat dokter muda ini seperti dikutip Suara.com, Kamis (15/8/2024).

Curhatan mahasiswa PPDS Anestesi Undip soal beban kerja di RS Kariadi (X)
Curhatan mahasiswa PPDS Anestesi Undip soal beban kerja di RS Kariadi (X)

"Kalau bisa pulang jam 11 malam, artinya pulang cepat. Tidak jarang harus pulang jam 2 atau 3 pagi. Hari berikutnya sudah harus standby lagi jam 6 pagi di RS. Ini berlangsung terus menerus selama masa studi kurang lebih 5 tahun," lanjutnya.

baca juga

Tak sampai di situ, mahasiswa PPDS Anestesi Undip juga bisa mendapatkan giliran jaga minimal 24 jam. Sehingga mereka bisa tidak pulang dan berada di rumah sakit selama 6 hari.

"Jika dapat giliran jaga, maka jaga minimal 24 jam dan dapat prolonged hingga 5-6 hari tidak bisa pulang dari rumah sakit," tandas dokter PPDS Anestesi Undip ini.

Catatan Redaksi:
Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Dokter Muda Undip Bunuh Diri: Diduga Korban Bully, Tak Bisa Bayar Rp500 Juta Buat Mundur dari PPDS Anestesi?

Kronologi Dokter Muda Undip Bunuh Diri: Diduga Korban Bully, Tak Bisa Bayar Rp500 Juta Buat Mundur dari PPDS Anestesi?

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:28 WIB

Tewas di Indekos, Mahasiswi Undip Diduga Bunuh Diri karena Bullying

Tewas di Indekos, Mahasiswi Undip Diduga Bunuh Diri karena Bullying

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 02:10 WIB

Profesi Sebenarnya Ayah Danang Giri Sadewa yang Disebut Anak dari Rektor UNDIP, Ternyata Bukan Sembarangan

Profesi Sebenarnya Ayah Danang Giri Sadewa yang Disebut Anak dari Rektor UNDIP, Ternyata Bukan Sembarangan

Entertainment | Selasa, 13 Agustus 2024 | 17:27 WIB

Danang Giri Sadewa Anak Siapa? Biodata 'Anak Rektor UNDIP' yang Viral di TikTok

Danang Giri Sadewa Anak Siapa? Biodata 'Anak Rektor UNDIP' yang Viral di TikTok

Lifestyle | Minggu, 11 Agustus 2024 | 18:47 WIB

Biaya Kuliah Jalur Mandiri di UGM, UNDIP dan UNPAD

Biaya Kuliah Jalur Mandiri di UGM, UNDIP dan UNPAD

Lifestyle | Rabu, 10 Juli 2024 | 17:32 WIB

Status Dosen Hasyim Asy'ari di Undip Dipertanyakan Pasca Skandal Asusila

Status Dosen Hasyim Asy'ari di Undip Dipertanyakan Pasca Skandal Asusila

Lifestyle | Jum'at, 05 Juli 2024 | 17:07 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×