Indonesia Bertutur 2024 Hidupkan Nilai-Nilai Budaya dalam Seni Kontemporer

Vania Rossa

Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:58 WIB
Indonesia Bertutur 2024 Hidupkan Nilai-Nilai Budaya dalam Seni Kontemporer
Indonesia Bertutur 2024. (Suara.com/Vania)

Suara.com - Seni kontemporer, dengan segala inovasi dan eksperimennya, menawarkan sebuah kanvas yang luas untuk mengeksplorasi dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang kaya. Tidak terikat oleh aturan-aturan baku, seni kontemporer hadir dengan beragam bentuk, media, dan konsep yang terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Itu sebabnya, seniman bebas bereksplorasi dengan berbagai media, mulai dari instalasi, video, performa, hingga seni digital. Inilah yang dieksplorasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, dalam gelaran Indonesia Bertutur 2024 yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 18 Agustus di Bali.

Hadir dengan tema “Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama’’, mega festival ini berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Indonesia melalui berbagai bentuk seni kontemporer, seperti konser musik yang menggabungkan musik tradisional dan modern, serta instalasi seni yang menggabungkan teknologi digital dengan elemen budaya.

Menurut Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra, Indonesia Bertutur 2024 bukan sekadar upaya untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan, tapi bagaimana cara kita menggalinya dengan relevansi yang ada saat ini.

"Warisan-warisan budaya kita perlu di-update, perlu diaktualkan, dan perlu diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Dan Indonesia Bertutur itu soal mengenal dari masa lalu, namun juga diekspresikan dengan masa sekarang ini. Nah, karena masa sekarang ini sudah menggunakan teknologi, makanya banyak karya-karya yang ditampilkan di sini tidak terbatas ekspresinya," katanya.

Lebih lanjut, Mahendra menyebut bahwa prioritas utama Kemendikbudristek RI adalah untuk melahirkan talenta-talenta baru, khususnya di bidang seni dan budaya, serta regenerasi maestro dan seniman Nusantara.

“Komitmen kami adalah untuk menyasar minat anak muda, agar anak muda sekarang mau berkolaborasi dan menjadi generasi baru sebagai pelaku seni. Maka dari itu, di rangkaian acara ini juga terdapat ragam temu seni dan lokakarya yang menjadi ruang untuk generasi muda melahirkan karya-karya baru. Upaya ini selain untuk menjaga pelestarian dan memelihara warisan budaya, tapi sekaligus untuk memperkuat ekosistem kebudayaan yang saat ini kita miliki.”

Untuk mencapai tujuan yang disebutkan oleh Mahendra di atas, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024, Melati Suryodarmo, mengatakan bahwa arahan artistiknya berupaya menerjemahkan visi Indonesia Bertutur 2024 lewat program-program seni kontemporer dalam berbagai bidang. Melati percaya bahwa untuk menjaga keberlangsungan budaya, kita harus mau kembali melihat ke sejarah dan tradisi masa lampau, agar dapat menggali dan mendapatkan pengetahuan serta inspirasi baru dalam melahirkan karya seni yang sesuai dengan realitas kehidupan saat ini.

"Metode-metode kreatif semacam ini yang akhirnya kami coba tuangkan di beragam seni kontemporer yang disajikan pada Indonesia Bertutur 2024,” katanya saat ditemui di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali.

Hal ini pun diamini oleh Direktur Festival Indonesia Bertutur 2024, Taba Sanchabakhtiar, yang mengemukakan bahwa dalam kesenian selalu ada ruang untuk berkembang menjadi budaya baru.

baca juga

"Pada Indonesia Bertutur 2024 ini, kami berupaya untuk mengembangkan warisan budaya Indonesia dalam bermacam bentuk, melibatkan seniman dari berbagai kalangan dan generasi dengan harapan kegiatan ini dapat menjadi wadah para seniman untuk berinteraksi dengan pengunjung dan masyarakat umum, sehingga publik, khususnya generasi muda agar memantik semangat mereka untuk mendapatkan nilai-nilai baik dari warisan budaya yang kita miliki,” tambahnya.

Indonesia Bertutur 2024 diselenggarakan di tiga lokasi utama di Bali, yakni Batubulan, Ubud, dan Nusa Dua. Menurut Mahendra, ada 4 tujuan dihadirkannya mega festival ini.

"Yang pertama tentu identitas, yang kedua tentang ketahanan kebudayaan kita, yang ketiga soal diplomasi kebudayaan, dan yang keempat ada soal kesejahteraan itu tersendiri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bintangi Film Bisu Untuk Pertama Kalinya, Ario Bayu Ungkap Tantangan yang Dihadapi

Bintangi Film Bisu Untuk Pertama Kalinya, Ario Bayu Ungkap Tantangan yang Dihadapi

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2024 | 22:46 WIB

Pikat Turis Asing, Film Bisu Samsara Karya Garin Nugroho Dipentaskan di Indonesia Bertutur 2024

Pikat Turis Asing, Film Bisu Samsara Karya Garin Nugroho Dipentaskan di Indonesia Bertutur 2024

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2024 | 13:22 WIB

Menjadi Bangsa Merdeka dalam Berbudaya

Menjadi Bangsa Merdeka dalam Berbudaya

Your Say | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 11:48 WIB

Terkini

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:22 WIB

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

×