Kisah UMKM Inspiratif, Batik Akasia Mekar Lebih Indah Bersama YDBA

Rima Sekarani Imamun Nissa | Suara.com

Rabu, 25 September 2024 | 10:35 WIB
Kisah UMKM Inspiratif, Batik Akasia Mekar Lebih Indah Bersama YDBA
Ii Hurairoh menunjukkan berbagai produk unggulan Batik Akasia miliknya di rumah produksi yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). Batik Akasia merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dibina Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)

Suara.com - Bantuan yang memberikan dampak instan seperti sokongan materi berupa hibah atau pinjaman modal memang banyak disukai. Namun, tak sedikit pula pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) justru lebih nyaman dengan dukungan dan pendampingan tulus yang mengusung filosofi "Berikan Kail Bukan Ikan".

"Pembinaan yang itu, saya senang. Kita dibina, beneran didampingi, tapi sekaligus dibikin mandiri," ujar pemilik Batik Akasia, Ii Hurairoh kepada Suara.com, Rabu (11/9/2024).

Pendampingan yang sukses mencuri hati Ii rupanya diberikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Perempuan berusia 40 tahun ini mengaku mendapat banyak keuntungan karena menjadi UMKM binaan Astra melalui YDBA.

Seorang karyawan merapikan produk natural dyes batik yang diproduksi Batik Akasia di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)
Seorang karyawan merapikan produk natural dyes batik yang diproduksi Batik Akasia di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)

Ii masih ingat benar saat dirinya pertama kali mengikuti pendampingan oleh YDBA, yakni tahun 2020. Kala itu, pandemi Covid-19 menjadi mimpi buruk bagi banyak pelaku UMKM, tak terkecuali dirinya yang merintis Batik Akasia sejak 2009.

Saat ditemui di rumah produksi Batik Akasia di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ii tampak antusias mengatakan bahwa YDBA punya cara berbeda dalam mendukung pengembangan bisnis UMKM. Bukan jorjoran perihal bantuan dana usaha, melainkan memberi banyak pelatihan yang fundamental dan relevan.

Kontribusi Astra dalam pembinaan UMKM terbukti tidak main-main. Buktinya, ada banyak hal yang Ii pelajari berkat YDBA, mulai dari pemilihan bahan baku, tata ruang usaha, hingga strategi pemasaran. Menurutnya, semua itu memberikan efek positif dalam jangka panjang, bukan hanya saat pandemi.

Salah satu yang paling berkesan baginya adalah materi tentang pembukuan dan arsip. Awalnya memang bikin lumayan syok dan kewalahan, tetapi ternyata sangat bermanfaat di kemudian hari. Misal, Ii jadi tidak begitu kesulitan saat harus menyiapkan beragam data dan dokumen penting untuk mengurus berbagai legalitas usaha.

"Kita jadi rapi manajemennya," kata Ii.

Ibu tiga anak itu juga mengatakan, "Apa yang dikasih YDBA sesuai dengan kebutuhan UMKM itu. Butuhnya pelatihan apa atau lainnya? Ada asesmen dulu."

Jalan Panjang Kesuksesan Batik Akasia

Sudah 15 tahun Batik Akasia menjadi salah satu UMKM yang berkomitmen turut melestarikan budaya lewat setiap produk mereka. Perjalanan panjang ini ternyata dimulai Ii tiga tahun sebelumnya dengan belajar membatik dari nol.

Tahun 2006, gempa 5,9 skala richter mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya. Saat itu, Bantul yang merupakan tempat tinggal Ii merupakan wilayah terdampak paling parah dengan lebih dari 4 ribu korban jiwa.

Proses membatik di rumah produksi Batik Akasia di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). Batik Akasia merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dibina Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)
Proses membatik di rumah produksi Batik Akasia di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). Batik Akasia merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dibina Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)

Semua orang berusaha bangkit dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan setiap bantuan dan peluang yang ada. Upaya rekonstruksi dan rehabilitasi mencakup seluruh sektor, tentunya tak terkecuali perekonomian masyarakat.

"Setelah gempa, banyak pelatihan dari pemerintah dan berbagai pihak lainnya," ucap Ii.

Soal membatik, Ii mulanya termotivasi belajar dari suami yang sudah lebih dahulu mengikuti pelatihan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB). Berbekal kemampuan seadanya yang terus diasah, Ii dan suaminya konsisten membatik, lalu coba-coba menitipkan hasilnya ke toko pengrajin lain untuk dijual.

"Lama-kelamaan, kok, banyak disukai? Akhirnya 2009 berdiri usaha Batik Akasia ini," tuturnya.

Akasia merupakan pohon kaya manfaat. Hal tersebut sejalan dengan harapan mulia di balik berdirinya Batik Akasia. Tidak hanya ingin meningkatkan perekonomian keluarga, bisnis ini juga berawal dari tekad untuk hidup lebih bermanfaat bagi umat.

"Ingin melestarikan budaya dan ingin hidup lebih bermanfaat, bisa memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar atau lebih luas, untuk negara dan agama," ucap Ii.

Produk unggulan Batik Akasia adalah natural dyes batik yang berbasis pewarnaan dari ekstrak kulit kayu dan daun-daunan dari berbagai tumbuhan. Kendati menggunakan pewarna alam, batik tulis dan cap yang dihasilkan tetap memiliki tampilan menarik plus mencuri atensi.

Dalam sebulan, Batik Akasia yang memiliki ratusan motif khas memproduksi 500 – 1.000 lembar kain batik. Harganya mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. Ada pula produk kreasi kain batik, termasuk aneka busana anak maupun dewasa serta berbagai aksesori, seperti bros dan obi.

Promosi dan penjualan berjalan secara luring maupun daring. Kini Batik Akasia telah memiliki pelanggan besar yang berasal dari wilayah Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, hingga pembeli dari luar negeri. Bahkan, Batik Akasia sudah melakukan konsinyasi dengan pengusaha di Jepang.

Ke depannya, Ii berharap bisnisnya bisa lebih berkembang sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar pula bagi masyarakat. Itulah mengapa dirinya selalu bersemangat apabila mendapat kesempatan untuk belajar, terlebih sebagai UMKM binaan YDBA.

"Pokoknya kalau diajak pelatihan, apalagi materinya itu yang saya belum pernah, pasti saya mau," kata mantan guru matematika ini.

Program Pendampingan yang Memandirikan

YDBA didirikan pada 1980. Saat itu, perusahaan besar di Indonesia belum memikirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau kontribusi sosial, akan tetapi pendiri Astra, Oom Wiliam Soeryadjaya, telah mendirikan YDBA dengan fokus membina UMKM.

Oom ingin Astra berkembang dan bermanfaat seperti pohon rindang yang berguna sebagai tempat berteduh dari hujan dan panas. Singkat kata, Oom sangat berharap Astra menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara, sejalan dengan tujuan Astra "Sejahtera Bersama Bangsa".

Ii Hurairoh menunjukkan berbagai produk unggulan Batik Akasia miliknya di rumah produksi yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). Batik Akasia merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dibina Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)
Ii Hurairoh menunjukkan berbagai produk unggulan Batik Akasia miliknya di rumah produksi yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (11/9/2024). Batik Akasia merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dibina Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). (Suara.com/Rima Sekarani I.N.)

"YDBA sendiri didirikan Pendiri Astra dengan filosofi 'Beri Kail Bukan Ikan'. Artinya, Astra melalui YDBA memberikan program pembinaan yang bukan bersifat short term/charity, tetapi sustain melalui program pelatihan dan pendampingan yang bersifat manajemen juga teknis, fasilitasi pemasaran dan fasilitasi pembiayaan yang mendukung kemandirian UMKM," ungkap Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, saat dihubungi Suara.com pada Rabu (25/9/2024).

"Di samping itu, YDBA juga mendukung bagaimana UMKM dapat memenuhi legalitas yang dibutuhkan UMKM di setiap sektor. Saat ini YDBA membina UMKM di sektor manufaktur, bengkel R4, pertanian yang bernilai tambah serta kerajinan dan kuliner," imbuh Samulo.

Terdapat 1.328 UMKM aktif yang kini mengikuti program pembinaan YDBA di tahun 2024, di mana 17% Manufaktur, 15% Bengkel, 33% Pertanian, 25% Kuliner dan 9% Kerajinan. UMKM tersebut tersebar di 19 wilayah, antara lain Cakung, Banyuwangi, Bantul, Solo, Tegal, Banyumas, Salatiga, Citeureup dan Puncak Dua Bogor, Lebak Banten, Sangatta Kaltim, Paser Kaltim, Bontang Kaltim, Manggarai Barat NTT, Manggarai Timur NTT, Barito Utama Kalimantan Tengah, Tanjung Kalimantan Selatan, Bandung dan Cikuya Tangerang.

Di wilayah Yogyakarta sendiri, terdapat 142 UMKM yang tengah dibina Astra melalui YDBA. Salah satunya adalah Batik Akasia yang pemiliknya mengaku cocok dengan filosofi "Beri Kail Bukan Ikan" yang selalu dijunjung tinggi YDBA.

"Yogyakarta menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi, baik di industri manufaktur, kerajinan, dan pertanian. Melihat potensi tersebut, pada tahun 2012 Astra melalui YDBA mendirikan cabang atau dikenal Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang menjalankan pembinaan di sektor manufaktur, bengkel R4, pertanian bernilai tambah serta kerajinan dan kuliner," ujar Samulo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Terbukti Jadi Salah Satu Penyokong Perekonomian RI

UMKM Terbukti Jadi Salah Satu Penyokong Perekonomian RI

Bisnis | Jum'at, 20 September 2024 | 18:52 WIB

Astra Akan Luncurkan 3 Mobil Listrik Hadapi Gempuran China

Astra Akan Luncurkan 3 Mobil Listrik Hadapi Gempuran China

Otomotif | Kamis, 19 September 2024 | 19:33 WIB

Dorong UMKM Go Legal, ASDP Berikan Pelatihan HAKI untuk Mitra Binaan

Dorong UMKM Go Legal, ASDP Berikan Pelatihan HAKI untuk Mitra Binaan

Bisnis | Kamis, 19 September 2024 | 14:03 WIB

Terkini

3 Produk Baru Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu

3 Produk Baru Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:25 WIB

7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan di Rumah, Dipercaya Bikin Rezeki Lancar

7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan di Rumah, Dipercaya Bikin Rezeki Lancar

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rahasia Liburan Anti-Mainstream: Mengintip Kehidupan Nomaden Mongolia di Tanjung Lesung

Rahasia Liburan Anti-Mainstream: Mengintip Kehidupan Nomaden Mongolia di Tanjung Lesung

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:09 WIB

ASI Warna Kuning Artinya Apa? Berkaca dari Pengalaman Alyssa Daguise dan Steffi Zamora

ASI Warna Kuning Artinya Apa? Berkaca dari Pengalaman Alyssa Daguise dan Steffi Zamora

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:50 WIB

5 Moisturizer Lokal untuk Kulit Sensitif, Tekstur Gel Ringan dan Bikin Adem

5 Moisturizer Lokal untuk Kulit Sensitif, Tekstur Gel Ringan dan Bikin Adem

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:45 WIB

5 Skincare Somethinc untuk Hempas Flek Hitam Usia 45 Tahun agar Wajah Glowing

5 Skincare Somethinc untuk Hempas Flek Hitam Usia 45 Tahun agar Wajah Glowing

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:37 WIB

6 Tips Mencuci Celana Jeans agar Warnanya Tidak Pudar, Sederhana tapi Kerap Terlewat

6 Tips Mencuci Celana Jeans agar Warnanya Tidak Pudar, Sederhana tapi Kerap Terlewat

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:35 WIB

5 Moisturizer Wardah dengan Tekstur Gel yang Ringan dan Cepat Meresap

5 Moisturizer Wardah dengan Tekstur Gel yang Ringan dan Cepat Meresap

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:09 WIB

5 Liptint untuk Anak Sekolah yang Warnanya Natural dan Nyaman Dipakai

5 Liptint untuk Anak Sekolah yang Warnanya Natural dan Nyaman Dipakai

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:06 WIB

5 Moisturizer Lokal Alternatif La Mer The Moisturizing Soft Cream untuk Atasi Tanda Penuaan

5 Moisturizer Lokal Alternatif La Mer The Moisturizing Soft Cream untuk Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:52 WIB