Hukuman Fisik Tidak Efektif Ubah Perilaku Anak, Ini Penjelasan Pakar

Riki Chandra Suara.Com
Sabtu, 05 Oktober 2024 | 12:05 WIB
Hukuman Fisik Tidak Efektif Ubah Perilaku Anak, Ini Penjelasan Pakar
Ilustrasi ibu nasihati anak [shuttertock]

Suara.com - Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim menegaskan bahwa hukuman fisik belum tentu efektif dalam mengubah perilaku anak.

Dia menyebut banyak orang tua yang masih menggunakan hukuman fisik, namun hasilnya tidak selalu memadai dalam membuat anak jera dan mengubah perilakunya.

"Sering kali orang tua memberikan hukuman fisik tetapi anak tetap tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa hukuman tersebut tidak membuat anak jera. Mungkin perlu pendekatan lain," ujar Prof. Rose, dikutip Sabtu (5/10/2024).

Menurutnya, ada banyak alasan mengapa anak melanggar aturan. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang aturan yang berlaku atau karena anak ingin mencari perhatian. Dalam beberapa kasus, anak terpaksa melakukan pelanggaran karena situasi tertentu.

Hukuman fisik seperti memukul, jelas Romi, bukanlah solusi untuk mengubah perilaku anak. Anak perlu memahami konsekuensi dari tindakannya dan manfaat dari mengikuti aturan.

Dalam prosesnya, perubahan perilaku perlu dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, yang dikenal dengan konsep "shaping" atau pembentukan perilaku.

“Proses perubahan perilaku anak harus dimulai dari memberikan informasi dan pemahaman kognitif terlebih dahulu, kemudian aspek afektif, dan terakhir psikomotor. Jika anak memahami bahwa ini untuk kebaikannya, dia mungkin tidak akan mengulangi perilaku buruknya,” jelas Romi.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Menurutnya, memberikan nasihat dengan cara yang lembut dan tidak mengintimidasi dapat membantu anak memahami kesalahannya tanpa harus menggunakan hukuman fisik.

Selain itu, Romi menyarankan agar orang tua tidak terburu-buru dalam memberikan hukuman. Hukuman fisik sebaiknya dijadikan pilihan terakhir, dan sebaliknya, orang tua bisa memanfaatkan pendekatan dialogis untuk menjelaskan alasan di balik aturan yang dilanggar oleh anak.

"Anak yang sering dihukum fisik berisiko menjadi kasar atau pemberang di luar rumah. Selain itu, hukuman semacam ini juga bisa merusak kepercayaan diri dan membuat anak merasa rendah diri," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI