Viral Lagi Pengasuh Jahat, Kini Berikan Obat Steroid Pada Balita Selama Satu Tahun Agar Gemuk dan Doyan Makan

Jum'at, 11 Oktober 2024 | 10:03 WIB
Viral Lagi Pengasuh Jahat, Kini Berikan Obat Steroid Pada Balita Selama Satu Tahun Agar Gemuk dan Doyan Makan
Viral Pengasuh Jahat Berikan Balita Obat Steroid Agar Gemuk dan Nafsu Makan (Instagram/@linggra.k)

Suara.com - Kasus pengasuh anak jahat kembali viral di media sosial. Di luar dugaan, seorang suster tega memberikan obat dengan kandungan steroid pada balita yang diasuhnya selama satu tahun agar anak yang diasuhnya terlihat gemuk dan doyan makan. 

Hal tersebut diungkap oleh akun Instagram sang ibu, @linggra.k yang akhirnya mengetahui aksi bejat sang pengasuh pada anaknya. Dalam unggahannya, sang ibu memperlihatkan obat deksametason (kortikosteroid) dan pronicy.

"Ada yang tau ini obat apa? Ini tuh obat deksametason dan pronicy. Obat keras buat kalangan dewasa. Apa jadinya kalau diminumkan ke baby," tulis akun tersebut seperti Suara com kutip Jumat (11/10/2024).

Setelah digerebek, kata Linggra, awalnya si suster tak mau mengakuinya. Namun, akhirnya ia mengatakan memberikan obat keras tersebut saat si anak tak mau makan di siang hari selama satu tahun, mulai dari September 2023-Agustus 2024.

Akibatnya, anak laki-laki berusia 2 tahun tersebut mengalami pembengkakan wajah (moon face) hingga gangguan pertumbuhan. Linggra mengaku tak memperhatikan perubahan tersebut, ia hanya menyangka si anak memang gemuk karena suka makan. 

"Kondisi ini pas 29 Agustus. Jadi waktu ketahuan setelah cek ke beberapa dokter ini tuh moon face. Alias mukanya bengkak akibat penggunaan obat steroid terlalu lama," tulis dia. 

Bukan cuma itu, hal menyedihkan lain juga terjadi setelah 9 hari pemberhentian obat tersebut, si kecil drop karena hormonnya terlalu rendah, terutama kortisol yang sangat penting untuk aktivitas sehari-hari. 

Anak malang tersebut tak mau makan, minum, dan hanya tertidur karena tak kuat melakukan apa-apa. Hingga akhirnya ia harus diopname untuk mendapatkan perawatan dan suntikan hormon kortisol.

"Dan memang kata dokter Elkan ga kuat untuk bergerak karena tidak memiliki hormon kortisol. Bayangin gara-gara pemakaian obat deksa selama 1 tahun itu yang menekan andrenocorticotropic hormon anakku sehingga tidak bisa menghasilkan hormon kortisol," jelas dia. 

Baca Juga: Tagar #TimnasDay Bergema, Reaksi STY Saat Tahu Pembantaian 0-10 Viral

Bukan cuma itu, sistem pencernaan si anak juga jadi ikut bermasalah hingga ia mengalami trauma makan. Semua yang masuk ke dalam perutnya dimuntahkan kembali. Begitu juga dengan perubahan mood swing yang luar biasa.

Sebentar senang, sebentar menangis. Kalau marah pun sangat sulit untuk dikontrol hingga memukul diri sendiri. Rupanya, obat tersebut dibeli si suster secara online dan dihancurkan menjadi bubuk kemudia diberikannya melalui makanan atau minuman si bayi. 

Beruntung, saat ini si kecil sudah menjalani pengobatan yang mengharuskannya mengonsumsi obat hormon jangka panjang. Serta si suster jahat pun sudah ditangkap oleh kepolisian. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI