Bermain Video Game Bisa Bikin Otak 13 Tahun Lebih Muda? Ini Faktanya

Riki Chandra Suara.Com
Sabtu, 19 Oktober 2024 | 15:55 WIB
Bermain Video Game Bisa Bikin Otak 13 Tahun Lebih Muda? Ini Faktanya
Ilustrasi bermain video games (unsplash.com/@jeshoots)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa bermain video game dapat meningkatkan kinerja kognitif seseorang.

Penelitian yang dipimpin oleh ahli saraf dari Universitas Western, Kanada, Profesor Adrian Owen, menemukan bahwa individu yang rutin bermain video game memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang atau tidak bermain sama sekali.

"Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa orang yang sering bermain video game memiliki kinerja kognitif yang 13,7 tahun lebih muda dibandingkan dengan mereka yang tidak bermain," kata Owen, dikutip dari Antara, Sabtu (19/10/2024).

Hasil ini didasarkan pada data dari 1.000 orang dewasa yang berusia antara 18 hingga 87 tahun yang mengikuti serangkaian tes kognitif.

Profesor Owen menjelaskan bahwa individu yang bermain video game kurang dari lima jam per minggu masih menunjukkan performa kognitif yang setara dengan mereka yang berusia 5,2 tahun lebih muda dibandingkan yang tidak bermain sama sekali.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa para gamer memiliki skor lebih tinggi dalam aspek seperti daya ingat, perhatian, serta keterampilan penalaran.

Menariknya, meski olahraga tingkat sedang selama 150 menit per minggu meningkatkan kesehatan mental, hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik ini tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan daya ingat dan keterampilan berpikir seseorang dibandingkan dengan bermain video game.

Jenis permainan yang sering dimainkan oleh para gamer beragam, mulai dari game teka-teki seperti Minecraft dan Civilization, hingga game aksi seperti The Witcher dan Skyrim. Permainan ini dikatakan mampu meningkatkan perhatian visual, kecepatan pemrosesan informasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui latihan yang intens.

"Game-game ini dirancang untuk mengaktifkan sistem penghargaan otak, yang memicu pelepasan dopamin, neurotransmitter yang berperan penting dalam fungsi kognitif," tambah Owen.

Dampak positif ini ditemukan tidak hanya dalam jenis game pelatihan otak, tetapi juga dalam permainan populer yang memiliki elemen strategi dan keterampilan yang kompleks.

Penelitian yang dilakukan Owen bersama timnya di Science Museum Group, Inggris, meminta partisipan untuk mengisi survei terkait kesehatan dan gaya hidup, serta mengikuti tes otak yang mengukur berbagai aspek kognisi, termasuk pembelajaran, persepsi, dan keterampilan memori.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa bermain video game memiliki dampak positif terhadap perkembangan kognitif, terutama dalam hal peningkatan perhatian dan kemampuan pemecahan masalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI