Agak Laen, Alasan Mensos Diminta Angkat Agus Salim Jadi Duta Donasi Nasional

Ruth Meliana Suara.Com
Senin, 02 Desember 2024 | 20:07 WIB
Agak Laen, Alasan Mensos Diminta Angkat Agus Salim Jadi Duta Donasi Nasional
Raung tangis Agus Salim usai mediasi dengan Pratiwi Noviyanthi di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (26/11/2024) kembali berujung kegagalan. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf diminta untuk mengangkat korban penyiraman air keras, Agus Salim, menjadi Duta Donasi Nasional. Usulan ini secara resmi diajukan oleh Kongres Pemuda Indonesia ke Kementerian Sosial RI.

Adapun sosok yang menyampaikan usulan ini ke publik adalah Pitra Romadoni selaku kuasa hukum donatur. Menurutnya, Agus Salim selama ini sudah gigih dalam memperjuangkan uang donasi.

"Jadi Kongres Pemuda Indonesia resmi mengusulkan Agus Salim sebagai Duta Donasi Nasional," kata Pitra Romadoni sambil menunjukkan dokumen usulan Duta Donasi Nasional untuk Agus Salim.

Sayang, uang donasi Agus malah memicu kontroversi karena diduga diselewengkan oleh yang bersangkutan. Tujuan pemberian uang donasi untuk biaya pengobatan mata Agus. Namun yang terjadi, Agus dan keluarganya malah menngunakan uang itu untuk hedon.

Kini setelah kasus uang donasi itu berakhir kisruh, Agus hanya bisa menangis di depan awak media. Tangisan Agus itu rupanya membuat Kongres Pemuda Indonesia bersimpati.

Pitra lantas menjelaskan bahwa gelar Duta Donasi Nasional itu dapat menghibur Agus yang sedang sedih. Selain itu, gelar itu juga dinilai sebagai solusi agar Agus tidak kembali menangis di hadapan publik.

"Mengingat perjuangan-perjuangan (Agus Salim) yang begitu gigih, memperjuangkan donasi yang begitu gigih sampai nangis-nangis, saya kira ini (gelar Duta Donasi Nasional) adalah solusi agar beliau tidak menangis lagi, agar beliau tidak sedih lagi," jelas Pitra.

Oleh sebab itu, Pitra meminta Mensos Saifullah untuk segera memproses usulan dari Kongres Pemuda Indonesia.

"Maka dari itu, Menteri harus mengangkat dia sebagai Duta Donasi Nasional agar Agus tidak sedih. Terima kasih," pungkas Pitra Romadoni.

Baca Juga: Netizen Bikin Meme untuk Sindir 'Bantuan Wapres Gibran', Singgung Fufufafa

Usulan agar Agus dinobatkan sebagai Duta Donasi Nasional langsung viral di media sosial. Salah satu video cuplikan pernyataan Pitra dibagikan oleh pemilik akun TikTok @/warganetid.

"Bikin gempar! Agus diusulkan jadi Duta Donasi Nasional! Kongres Pemuda Indonesia melalui Pitra Romadoni secara resmi mengusulkan Agus Salim sebagai Duta Donasi Nasional ke Kementerian Sosial Republik Indonesia," demikian keterangan video.

Warganet sontak langsung menuliskan beragam kritikan atas usulan yang dinilai "agak laen" tersebut. Tak sedikit pula yang justru menuliskan ledekan sampai bulan-bulanan terhadap sosok Agus.

"Emang agak laen orang Indonesia ini," sahut warganet.

"Duta donasi? Harusnya duta sedih gitu lo," tulis warganet.

"Benar-benar muak bosan dari pagi sampai ketemu pagi ada aja berita Agus," curhat warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI