Sejarah Panggilan Gus, Gelar yang Dinilai tak Pantas Disandang Gus Miftah

Wakos Reza Gautama

Jum'at, 06 Desember 2024 | 21:00 WIB
Sejarah Panggilan Gus, Gelar yang Dinilai tak Pantas Disandang Gus Miftah
Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Gus Miftah menyampaikan keterangan pers di Ponpes Ora Aji, Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (6/12/2024). Sejarah sebutan Gus yang disandang Gus Miftah. [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/sgd/nym]

Suara.com - Pendakwah Gus Miftah akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Pengunduran diri Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji dari Kabinet Merah Putih ini disebabkan masalah penghinaan terhadap seorang penjual es teh bernama Sunhaji.

Gus Miftah yang mengisi ceramah di acara salawatan di Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2024), mengolok-olok Sunhaji dengan kata goblok. 

Omongan kasar yang keluar dari mulut Gus Miftah ini membuat dirinya dihujat netizen. Mereka menilai pernyataan itu tak pantas keluar dari seorang pendakwah di acara pengajian. 

Sejumlah netizen lalu mengaitkan panggilan Gus di depan nama Miftah Maulana Habiburahman. Ada yang menyebut Miftah bukanlah anak seorang kiai sehingga tak pantas menyandang sebutan Gus. 

Gus Najih, putra kiai kharismatik Maimoen Zubair atau Mbah Moen, secara terang-terangan, menyebut Miftah bukanlah anak kiai sehingga tak pantas menyandang panggilan Gus.

"Banyak orang bukan anak kiai tapi dinamakan Gus, biar tenar, biar cepat tenar," kata Gus Najih dalam salah satu video di channel Youtube GSM (Generasi Santri Milenial).

Bahkan salah seorang jamaah pengajian sampai menanyakan langsung ke Gus Baha mengenai sejarah panggilan Gus itu sendiri di acara ngaji bareng di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Gus Baha tak mau terpancing. Ia menolak menjawab. 

Sejarah Panggilan Gus

baca juga

Kanjeng Senopati K.R.M.H. Tommy Agung Hamidjoyo, SE (Wayah Dalem Soeriohamidjoyo PB X Kasunanan Surakarta Hadiningrat) dalam tulisannya yang dimuat di panjimas.com, menerangkan asal usul panggilan Gus.

Menurut dia, panggilan Gus awal mula diperuntukkan sebagai nama panggilan khusus kalangan putra-putra raja yang biasa dengan sebutan Gusti.

Gusti adalah gelar status khusus putra raja atau sapaannya dengan Gusti atau Gus, yaitu pada sebelum era kemerdekaan. 

Sapaan Gusti kata Kanjeng Senopati, dimulai pada masa Pakubuwono IV tahun 1788 -1820 M yang merupakan seorang raja sekaligus santri.

Sebutan ini muncul kembali pada masa puncaknya peradaban Mataram Islam pada masa Pakubuwono VI dan terakhir Pakubuwono X.

"Di masa itu istilah Gusti adalah sapaan bagi anak-anak raja pada masa Mataram Islam semenjak Panembahan Senopati," tulisnya.

Maka sudah turun temurun anak laki-laki sebagai putra raja sampai hari ini biasa panggilan sapaannya dengan Gusti atau Den Bagus, Raden Bagus.

Maka putra-putra raja diberi gelar bangsawan dengan “Gusti Pangeran Haryo” atau gelarnya GPH, atau sapaannya sehari-harinya dengan Gusti atau Gus atau Den Bagus.

Para ulama kerajaan atau Kiai dalem Kraton lalu membawa panggilan Gusti atau Den Bagus ke luar keraton. Mereka menggunakannya untuk menyapa anak laki-lakinya.

Seiring berjalannya waktu ratusan waktu kemudian, sebutan Den Bagus digunakan oleh golongan priyayi Jawa di luar kraton seperti golongan ulama Kiai dan golongan saudagar untuk memanggil anak laki-laki mereka dengan menghilangkan kata “Raden” atau “Den”, sehingga tinggal “Bagus” atau Gus saja.

Ketika masa setelah kemerdekaan, sapaan Gus resmi digunakan untuk menyebut seorang Putra Pemimpin Pesantren. Panggilan Gus ini kemudian perlahan menjadi gelar bagi anak-anak kiai terutama di kultur NU.

Zamakhsyari Dhofier, seorang peneliti, mengatakan, panggilan gus ditujukan untuk putra atau menantu lelaki kiai. Panggilan gus merupakan kependekan dari kata agus yang berasal dari kata bagus.

Gus diharapkan menjadi penerus kiai, maka ia diperlakukan khusus. Salah satu perlakuan khusus adalah dengan memberi gelar sapaan khusus, yaitu Gus.

Menurut Sastrawan Jawa, Poerwadarminta, kata bagus diartikan sebagai sesebutane bocah (wong) lanang sing rada duwur pangkate atau sebutan bagi anak (orang) lelaki yang memiliki kedudukan tinggi.

Panggilan ini sering digunakan untuk memanggil anak bangsawan di Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa ada penghormatan khusus bagi putra kiai di pesantren.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Miftah Mundur, Prabowo Segera Cari Pengganti Utusan Khusus Presiden

Gus Miftah Mundur, Prabowo Segera Cari Pengganti Utusan Khusus Presiden

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 20:23 WIB

Soal Sertifikasi Juru Dakwah Buntut Kasus Miftah, Prabowo Masih Tunggu Pendapat Majelis Ulama

Soal Sertifikasi Juru Dakwah Buntut Kasus Miftah, Prabowo Masih Tunggu Pendapat Majelis Ulama

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 20:15 WIB

Gus Miftah Juga Pernah Samakan Yati Pesek dengan Hewan, Langsung Balik Kena Tegur: Kamu Itu Guru

Gus Miftah Juga Pernah Samakan Yati Pesek dengan Hewan, Langsung Balik Kena Tegur: Kamu Itu Guru

Entertainment | Jum'at, 06 Desember 2024 | 20:35 WIB

Presiden Prabowo Buka Suara soal Gus Miftah Mundur dari Jabatan: Ini Tindakan Bertanggung Jawab!

Presiden Prabowo Buka Suara soal Gus Miftah Mundur dari Jabatan: Ini Tindakan Bertanggung Jawab!

News | Jum'at, 06 Desember 2024 | 19:50 WIB

Begini Potret saat Gus Miftah Mengundurkan Diri dari Utusan Khusus Presiden

Begini Potret saat Gus Miftah Mengundurkan Diri dari Utusan Khusus Presiden

Foto | Jum'at, 06 Desember 2024 | 20:34 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×