Mengenal Manipulasi Emosi: Taktik Licik Agus Buntung Lakukan Pelecehan Seksual Pada Belasan Perempuan

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 14 Desember 2024 | 16:20 WIB
Mengenal Manipulasi Emosi: Taktik Licik Agus Buntung Lakukan Pelecehan Seksual Pada Belasan Perempuan
I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung saat ditemui di rumahnya, Senin (2/12/2024) [Suara.com/Buniamin]

Suara.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suartama, atau Agus Buntung, menjadi perhatian luas karena pola manipulasi emosi yang digunakan terhadap korban. Dengan statusnya sebagai penyandang disabilitas, Agus memanfaatkan kepercayaan dan kelemahan psikologis korbannya untuk melancarkan aksi pelecehan seksual.

Dalam dunia psikologi, menyalahgunakan kepercayaan dan kelemahan korban disebut sebagai manipulasi emosi. Apa itu dan bagaimana modusnya sehingga Agus Buntung bisa berbuat kejahatan dengan banyak korban?

Menurut pihak kepolisian, Agus menggunakan ancaman psikologis untuk menakuti korban agar mengikuti keinginannya. Ia sering kali mengancam akan mengungkapkan aib korban sebagai cara untuk memperkuat kontrol emosionalnya. Pola ini terbukti efektif, terutama terhadap korban anak-anak yang belum mampu membela diri atau memahami dampak jangka panjang dari tindakan tersebut.

Rekaman video dan suara yang menjadi bukti diungkapkan kepada publik, memperlihatkan betapa sistematisnya Agus memanipulasi emosi korbannya. Temuan ini memicu kemarahan masyarakat, yang menuntut proses hukum yang tegas terhadap pelaku.

Apa Itu Manipulasi Emosi?

Melansir laman Halodoc, Sabtu (14/12/2024), Manipulasi emosi sering kali sulit dikenali karena sifatnya yang tidak terlihat secara fisik, tetapi dampaknya dapat sangat merusak. Agus diduga menggunakan beberapa taktik berikut:

Memanfaatkan Rasa Tidak Aman Korban

Pelaku kerap menggunakan kelemahan atau ketakutan korban untuk membuat mereka merasa tidak berdaya. Misalnya, ia mengancam akan mengungkapkan rahasia atau aib korban untuk memaksa mereka tunduk.

Gaslighting: Meragukan Penilaian Diri Korban

baca juga

Dengan mengatakan hal-hal seperti "Itu hanya perasaanmu" atau "Kamu salah paham," pelaku membuat korban meragukan kenyataan yang mereka alami. Teknik ini mengaburkan batas antara kebenaran dan manipulasi, membuat korban merasa tidak yakin pada diri mereka sendiri.

Isolasi Sosial

Agus diduga berupaya menjauhkan korban dari orang-orang yang dapat memberikan dukungan emosional. Dengan mengontrol lingkungan sosial korban, pelaku memastikan bahwa korban bergantung sepenuhnya pada dirinya.

Playing Victim

Pelaku kerap membalikkan situasi dengan memainkan peran sebagai korban. Hal ini membuat korban merasa bersalah dan akhirnya meminta maaf, meskipun mereka tidak melakukan kesalahan.

Dampak Psikologis pada Korban

Manipulasi emosi seperti yang dilakukan Agus memiliki efek jangka panjang yang serius pada korban, terutama anak-anak. Dampaknya meliputi:

  1. Harga Diri yang Rendah: Korban merasa tidak berharga akibat terus-menerus direndahkan.
  2. Trauma Jangka Panjang: Ketakutan, kecemasan, dan depresi dapat menjadi bagian dari hidup korban.
  3. Ketergantungan Emosional: Korban mungkin sulit keluar dari hubungan tidak sehat karena sudah kehilangan rasa percaya diri.

Menurut studi tahun 2013, pelecehan emosional sama merusaknya dengan pelecehan fisik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda manipulasi emosi agar dapat membantu korban dan mencegah kejadian serupa.

Proses Hukum dan Perlindungan Korban

Polda NTB telah berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan. Pemeriksaan menyeluruh, termasuk rekonstruksi peristiwa, terus dilakukan untuk memastikan keadilan bagi para korban. Jumlah laporan baru dari korban yang berani melapor terus meningkat, menunjukkan pentingnya lingkungan yang mendukung untuk para penyintas.

Meski Agus adalah penyandang disabilitas, status tersebut tidak menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab hukum. Penegakan hukum tetap berjalan dengan memperhatikan hak-hak pelaku, tetapi prioritas utama tetap pada keadilan bagi korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Dorong Pemerataan Inklusivitas melalui Program Peningkatan Skill Digital bagi Disabilitas

Telkom Dorong Pemerataan Inklusivitas melalui Program Peningkatan Skill Digital bagi Disabilitas

Bisnis | Sabtu, 14 Desember 2024 | 14:46 WIB

Gojek Pastikan Blokir Permanen Akun Driver Jika Terlibat Kasus Pelecehan Seksual

Gojek Pastikan Blokir Permanen Akun Driver Jika Terlibat Kasus Pelecehan Seksual

Tekno | Jum'at, 13 Desember 2024 | 19:20 WIB

7 Fakta Mandi Suci: Modus Pelecehan Seksual Agus Buntung yang Mencekam

7 Fakta Mandi Suci: Modus Pelecehan Seksual Agus Buntung yang Mencekam

Lifestyle | Jum'at, 13 Desember 2024 | 18:00 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×