Wacana Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Kenali 5 Jenis Serangga Sumber Protein Tinggi

Nur Khotimah

Kamis, 06 Februari 2025 | 15:32 WIB
Wacana Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Kenali 5 Jenis Serangga Sumber Protein Tinggi
Ilustrasi ulat sagu setelah dimasak (Pixabay/Andy Hendrawan)

Suara.com - Desas-desas soal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan memasukkan menu protein dari serangga menghebohkan publik. Pasalnya, banyak orang tua yang memprotes wacana ini.

Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui perwakilan Tim Dewan Pakar BGN, Prof. Epi Taufik, pun angkat bicara soal keresahan orang tua terkait wacana menu MBG dari serangga ini.

Prof. Epi Taufik mengungkap bahwa pidato Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang menyinggung soal rencana menu makan dari serangga ini berdasar dari kebiasaan warga di wilayah tertentu yang menjadikan serangga sebagai sumber protein mereka, seperti di daerah Halmahera dan daerah Indonesia Timur lainnya yang sudah terbiasa mengonsumsi ulat sagu.

"Nah kalau itu boleh (untuk jadi menu), mungkin di beberapa daerah tertentu sudah biasa konsumsi (serangga). Ada yang suka makan ulat sagu dan di Papua memang dimakan. Itu boleh jadi bagian dari MBG karena kita juga memanfaatkan sumber daya lokal, sumber protein," ungkap Prof. Epi Taufik dalam keterangannya pada Jumat (31/01/2025) lalu.

Para siswa menyantap Makanan Bergizi gratis di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Para siswa menyantap Makanan Bergizi gratis di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Prof. Epi Taufik juga menjelaskan bahwa MBG dengan menu dari serangga tersebut hanya akan diterapkan di daerah tertentu yang sudah terbiasa mengonsumsi serangga. "Itu rencana hanya untuk daerah tertentu, contoh saja bukan berarti semua daerah harus konsumsi itu (serangga)," pungkasnya.

Konsumsi serangga di Indonesia sendiri saat ini belum merata dan hanya ada di daerah-daerah tertentu. Secara ilmiah, memang ada beberapa serangga yang kerap dikonsumsi oleh masyarakat dunia karena kaya akan protein.

Lalu, apa saja jenis jenis serangga yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan banyak dikonsumsi? Berikut daftar 5 serangga sumber protein tinggi menurut penelitian, seperti melansir dari Tasting Table:

1. Belalang

Di berbagai daerah di Indonesia, belalang kerap menjadi cemilan yang telah banyak diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat. Belalang sendiri diketahui mengandung protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 40% dari dagingnya. Bahkan, belalang diklaim bisa menjadi salah satu makanan yang membantu membangun otot, menjaga tulang untuk tetap kuat, serta menurunkan tekanan darah.

baca juga
Ilustrasi belalang goreng. (Pixabay/kai62)
Ilustrasi belalang goreng. (Pixabay/kai62)

2. Jangkrik

Siapa sangka jika jangkrik juga mengandung berbagai senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kalium, seng, zat besi, hingga kandungan protein yang mencapai 65%. Di beberapa daerah di negara Meksiko, masyarakat pun banyak yang menjadikan jangkrik sebagai salah satu bahan olahan di dalam roti, tortilla, pancake, hingga nasi. Rasa jangkrik yang mirip dengan roti gandum membuat banyak orang menggemari olahan makanan dari jangkrik ini.

3. Ulat Bambu

Serangga yang kerap dianggap hama di tumbuhan bambu ini justru menyimpan kandungan protein yang baik untuk tubuh. Ulat bambu ini juga mengandung serta dan asam lemak esensial serta vitamin E dan B12. Kalori yang terkandung dalam ulat bambu juga cukup baik yaitu sekitar 200 kalori per 100 gram penyajian. Bahkan, di negara Eropa seperti Italia ulat bambu ini kerap menjadi bahan baku keju ulat bambu dan makaroni.

4. Ulat sagu

Situs Future Foods pernah mengungkap penelitian bahwa 100 gram ulat sagu memiliki lebih tinggi protein dibanding 100 gram daging sapi, yaitu hingga 73 gram protein.

Ulat sagu juga mengandung magnesium dan zat besi. Di berbagai daerah seperti Papua, ulat sagu ini dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari warga sekitar.

5. Larva lebah

Walau dikenal dengan calon lebah dengan sengat yang tajam, namun larva lebah ini menyimpan sejuta vitamin dan senyawa yang berguna untuk tubuh seperti protein , mineral, asam amino, lemak, vitamin A, d, dan E.

Namun, olahan larva lebah masih sulit ditemukan karena sering dilindungi ratu lebah yang punya daya sengat yang tinggi sehingga berbahaya jika ditangkap dengan tangan kosong.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan CISDI: 45 Persen Menu MBG Masih Gunakan Produk UPF Berkadar Gula Tinggi

Temuan CISDI: 45 Persen Menu MBG Masih Gunakan Produk UPF Berkadar Gula Tinggi

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 15:05 WIB

Menu MBG Tak Penuhi Standar Gizi Anak, Jumlah Kalori dan Protein Ternyata Jomplang: Apa Efeknya?

Menu MBG Tak Penuhi Standar Gizi Anak, Jumlah Kalori dan Protein Ternyata Jomplang: Apa Efeknya?

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 12:40 WIB

Bulan Puasa Tetap Makan Bergizi Gratis, Apa Saja Menunya?

Bulan Puasa Tetap Makan Bergizi Gratis, Apa Saja Menunya?

Video | Kamis, 06 Februari 2025 | 06:00 WIB

Terkini

Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:41 WIB

Buntut Kasus Jatah Makan Bolosego di Alun-Alun Kidul, Oknum Polisi Polsek Kraton Dipatsus

Buntut Kasus Jatah Makan Bolosego di Alun-Alun Kidul, Oknum Polisi Polsek Kraton Dipatsus

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:39 WIB

Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil

Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB

Italia Mau Batasi Pelajar Asing, Pemilu Memanas

Italia Mau Batasi Pelajar Asing, Pemilu Memanas

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB

Kala Ceri dan Tomat Jadi Inspirasi Karya Fesyen, Instalasi, hingga Kuliner

Kala Ceri dan Tomat Jadi Inspirasi Karya Fesyen, Instalasi, hingga Kuliner

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:36 WIB

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B untuk Hiburan Layar Besar di Rumah

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B untuk Hiburan Layar Besar di Rumah

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 13:35 WIB

Kenapa Setrika Lengket di Baju? Ini Cara Mengatasinya agar Baju Tak Rusak

Kenapa Setrika Lengket di Baju? Ini Cara Mengatasinya agar Baju Tak Rusak

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:32 WIB

Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Tak Diperkuat Sergio Aguero

Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Tak Diperkuat Sergio Aguero

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 13:32 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Kenapa Harus Melihat Orang Lain Menderita Dulu untuk Belajar Bersyukur?

Kenapa Harus Melihat Orang Lain Menderita Dulu untuk Belajar Bersyukur?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

×