Membedah Makna Logo Sukatani, Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Diduga Disabotase gegara Sindir Polisi

Farah Nabilla, Elvariza Opita

Minggu, 23 Februari 2025 | 16:04 WIB
Membedah Makna Logo Sukatani, Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Diduga Disabotase gegara Sindir Polisi
Ilustrasi Band Punk Sukatani. [Suara.com/Iqbal Assaputro]

Suara.com - Lagu "Bayar Bayar Bayar" milik band Sukatani dikabarkan dihapus dari platform streaming karena diduga menyindir polisi. Bahkan sang vokalis juga diduga diberhentikan dari pekerjaannya setelah masalah ini mencuat.

Namun tak bisa dipungkiri, sosok band Sukatani jadi menuai sorotan banyak pihak. Salah satunya akun X @/bintangpurwanda yang kemudian membedah makna di balik logo band Sukatani.

Untuk diketahui, band Sukatani memakai abjad Pegon alias aksara berbasis bahasa Arab yang dimodifikasi untuk menulis bahasa Jawa, Madura, Sunda, dan Melayu, untuk menjadi logo mereka.

Huruf yang digunakan adalah "س (sin)", "ك (kaf)", "ت (tā')", dan "ن (nūn)". Huruf-huruf ini lalu dirangkai membentuk سَكَتَانِي yang menjadi logo band Sukatani.

Makna logo band Sukatani. [X/@bintangpurwanda]
Makna logo band Sukatani. [X/@bintangpurwanda]

"Kata tersebut memang bisa dibaca sebagai 'sukatānī'' alias nama band-nya sendiri, tetapi kata itu juga bisa dibaca sebagai 'sakatānī', yang artinya 'they (2 people/entities) silenced me', atau 'mereka (2 entitas) membungkam saya'," cuit @/bintangpurwanda.

Menurut @/bintangpurwanda, ada permainan kata dalam merangkai keempat abjad tersebut untuk membentuk logo band Sukatani, yang secara kebetulan dinilai selaras dengan dugaan pelaku pembungkaman yang kini dialami band tersebut.

Kata dasar yang dipakai adalah "أسكت (askata)" dan "سكّت (sakkata)". Kedua kata ini adalah bentuk transitif dari kata kerja intransitif "سَكَتَ (sakata)". Dalam penggunaan normal, kata "سَكَتَ (sakata)" tidak perlu ditambahkan dengan objek.

"Sehingga jika ingin mendapat pemaknaan 'mereka (2 entitas) membungkamku', yang tepat adalah antara "أسكتن (askatānī)" atau "سكّتاني (sakkatānī)"," tuturnya.

Namun pemilik akun berpendapat ada permainan kata pada rangkaian huruf di logo band Sukatani, sehingga jadilah logo band Sukatani sebagaimana yang dikenal publik sekarang. "Ada kecenderungan bahwa ini merupakan wordplay, yang lebih mengincar substansi yang senada dengan musik yang mereka usung," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rian D'Masiv Kritik Penarikan Lagu "Bayar Bayar Bayar": Musisi Harus Bebas Berkarya!

Rian D'Masiv Kritik Penarikan Lagu "Bayar Bayar Bayar": Musisi Harus Bebas Berkarya!

Video | Minggu, 23 Februari 2025 | 15:15 WIB

Dipecat Usai Kritik Polisi, Vokalis Sukatani Dapat Dukungan Menteri HAM

Dipecat Usai Kritik Polisi, Vokalis Sukatani Dapat Dukungan Menteri HAM

Entertainment | Minggu, 23 Februari 2025 | 14:15 WIB

Template Sukatani di Instagram Story Tiba-tiba Hilang, Warganet Geram: Katanya Bebas Bersuara

Template Sukatani di Instagram Story Tiba-tiba Hilang, Warganet Geram: Katanya Bebas Bersuara

Tekno | Minggu, 23 Februari 2025 | 12:10 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×