Sering Mabuk Perjalanan saat Mudik? Simak Tips dari Dokter Tirta agar Tetap Nyaman di Jalan

Nur Khotimah

Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:44 WIB
Sering Mabuk Perjalanan saat Mudik? Simak Tips dari Dokter Tirta agar Tetap Nyaman di Jalan
Ilustrasi mabuk perjalanan (Freepik/vgstockstudio)

Suara.com - Mudik alias pulang kampung merupakan salah satu momen yang paling ditunggu menjelang Lebaran. Namun, tantangan yang harus dihadapi ketika mudik salah satunya adalah mabuk perjalanan.

Mabuk perjalanan bisa membuat perjalanan mudik jadi terasa tidak menyenangkan dan menyiksa. Lantas, apakah ada tips atau cara untuk mengatasi mabuk perjalanan?

Dokter Tirta sudah menjelaskan pertanyaan terkait hal ini dalam salah satu video terbaru yang diunggah oleh akun TikTok @/sport77official beberapa waktu yang lalu.

Tips Agar Tak Mabuk Perjalanan saat Mudik ala Dokter Tirta

Foto udara sejumlah mobil pemudik antre untuk menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/3/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa]
Foto udara sejumlah mobil pemudik antre untuk menaiki kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/3/2025). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa]

"Jadi mabuk kendaraan itu terkait dengan suatu hal sensorik atau vertigo perifer. Jadi ketika ada terjadi perubahan posisi, Anda cenderung pusing, kepala berputar, dan akhirnya menjadi mual dan muntah," terang Dokter Tirta, dilansir pada Sabtu (29/3/2025).

Dokter Tirta pun mengungkapkan bahwa jalan satu-satunya jika mabuk kendaraan yang dialami sudah cukup parah dan terus berulang adalah dengan menemui ahlinya. 

"Dan hal ini lah yang akan mengakibatkan Anda agak sulit, sehingga kalau misalkan mabuk kendaraan ini terjadi, cara satu-satunya adalah Anda harus menemukan ahlinya," ujarnya.

Siapa ahli yang dimaksud? Rupanya sosok ahli tersebut adalah dokter spesial saraf. Karena mabuk kendaraan ini berhubungan dengan kondisi vertigo yang juga melibatkan sistem saraf tertentu, Dokter Tirta pun menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf.

"Ahlinya adalah dokter spesialis saraf. Anda harus ke ahlinya. Kalau Anda misalkan keluhannya vertigo dan mabuk kendaraan ya ke dokter spesialis saraf," ujarnya lebih lanjut.

baca juga

Dengan demikian, Dokter Tirta menyebutkan boleh-boleh saja orang yang sering mabuk kendaraan untuk mudik menggunakan bis atau kereta atau alat transportasi lainnya. Namun, disarankan untuk menemui dokter spesialis saraf terlebih dahulu untuk mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan pengawasan.

Lalu, bagaimana dengan obat-obatan pereda mabuk perjalanan yang biasa dijual di warung-warung? Begini penjelasan Dokter Tirta. 

"Jadi kalau Anda minum kayak obat-obatan yang dibeli di warung yang terjadi adalah tidur terus. Ingat, selalu temukan ahlinya, jangan mendiagnosa sendiri, obat-obatan warung terus-terusan karena tanpa resep. Usahakan Anda mendapatkan pengawasan langsung dari dokter spesialis saraf sehingga mudik Anda berlangsung dengan lancar," jelasnya kemudian. 

Sekilas Tentang Mabuk Perjalanan

Ilustrasi mabuk perjalanan (freepik)
Ilustrasi mabuk perjalanan (freepik)

Secara umum,  mabuk perjalanan dialami oleh mereka yang bepergian menggunakan bus, mobil, kapal laut, pesawat terbang, atau kereta api. Kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya apabila sudah terbiasa melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi tersebut. Tapi ketika sudah lama tidak melakukan perjalanan, keluhan mabuk perjalanan bisa muncul kembali.

Dilansir dari laman Alodokter, mabuk perjalanan adalah gejala pusing dan mual saat seseorang berada di dalam kendaraan yang bergerak. Kondisi ini terjadi karena otak tidak bisa mengolah sinyal gerakan yang dikirim oleh mata, telinga, dan tubuh ketika dalam perjalanan.

Gejala awal mabuk kendaraan cukup ringan. Namun seiring berjalannya waktu, gejala tersebut bisa berkembang menjadi lebih parah. Terlebih jika kondisi kendaraan pengap, kurang ventilasi, penuh asap rokok, atau menggunakan pengharum tertentu dengan bau menyengat.

Beberapa tanda dan gejala akibat mabuk perjalanan adalah:

  1. Pusing
  2. Sakit kepala
  3. Kulit pucat
  4. Muncul keringat dingin
  5. Cenderung sulit konsentrasi
  6. Nafas menjadi cepat atau terengah-engah
  7. Gelisah
  8. Produksi air liur meningkat
  9. Mual dan muntah

Mabuk perjalanan bukan kondisi yang serius dan bisa diatasi dengan penanganan mandiri, misalnya:

  • Duduk di kursi paling depan atau kursi dekat jendela jika memungkinkan.
  • Turunkan sandaran kursi sampai senyaman mungkin dan pejamkan mata.
  • Tarik dan hembuskan nafas secara perlahan.
  • Jaga agar tubuh tetap hangat dengan memakai jaket apabila kendaraan dingin.
  • Hirup aroma yang berasal dari bahan alami, seperti daun mint, jahe, atau lavender.
  • Hisap permen rasa mint atau jahe.
  • Minum air putih yang cukup.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu

Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu

Your Say | Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:25 WIB

Penjualan Asuransi Kendaraan Meningkat Jelang Lebaran, Tingginya Kecelakaan Jadi Faktor Pendorong

Penjualan Asuransi Kendaraan Meningkat Jelang Lebaran, Tingginya Kecelakaan Jadi Faktor Pendorong

Otomotif | Sabtu, 29 Maret 2025 | 19:54 WIB

Fix! Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri Senin 31 Maret 2025

Fix! Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri Senin 31 Maret 2025

Foto | Sabtu, 29 Maret 2025 | 19:26 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×