Isi Bingkisan Open House Presiden Prabowo Dikomentari Ahli Gizi: Harusnya...

Agatha Vidya Nariswari, Fita Nofiana

Kamis, 03 April 2025 | 12:58 WIB
Isi Bingkisan Open House Presiden Prabowo Dikomentari Ahli Gizi: Harusnya...
Driver Ojol datangi acara open house Prabowo (Suara.com/Novian)

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar gelar griya alos open house Lebaran, Senin (31/3/2025). Ribuan warga berbondong ke Istana Negara untuk mengunjungi open house Prabowo.

Ribuan warga datang untuk bersalaman dengan Prabowo. Para pengunjung juga mendapat bingkisan yang dibungkus dengan tas jinjing berwarna coklat putih dan biru muda putih.

Isinya tas itu semua berupa makanan untuk konsumsi. Isinya antara berbagai macam pangan, mulai dari kental manis, teh celup, mi instan, biskuit kaleng, gula, kecap dan saus botol, dan kopi. Semua isinya dibungkus dijadikan satu dan ditenteng warga seusai masuk Istana Negara.

Warga mengantre untuk menghadiri open house yang diselenggarkan Presiden Prabowo Subianto di depan Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (31/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga mengantre untuk menghadiri open house yang diselenggarkan Presiden Prabowo Subianto di depan Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (31/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara itu, bingkisan non makanan berisi payung hingga tumbler. Bingkisannya dibungkus dengan tas jinjing kecil berwarna biru muda.

Isi bingkisan Prabowo rupanya mendapatkan kritik dari ahli gizi, Dokter Tan Shot Yen. Melalui akun Instagramnya, dokter Tan menyanyangkan isi bingkisan tersebut.

Menurut dokter Tan, baiknya bingkisan berlogo kepresidenan isinya bukan dari merk pabrikan.

“Baiknya bingkisan berlogo Istana Kepresidenan isinya apa?” tulis dokter Tan dikutip Rabu, (2/3/2025).

“Non food bisa handuk, sabun, wadah makanan, tumbler, tas lipat buat belanja (bangga loh kalau ada sablonnya: halal bi halal Istana Kepresidenan),” imbuhnya.

Sementara itu, untuk bingkisan makanan, ia merekomendasikan sembako atau jajanan lokal.

baca juga

“Food? sembako dong kacang ijo, kacang merah. Matengan? lemper, lepet, arem-arem, combro, kue lumpur, kue bugis, nasi bali, nasi begana, sego kucing,” tulis Dokter Tan.

“Nggak usahlah pasang-pasang logo merk,” timpalnya.

Kritik Program Makan Bergizi Gratis

Peralatan makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Suara.com/Lilis Varwati)
Peralatan makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Suara.com/Lilis Varwati)


Pengadaan susu pada program makan bergizi gratis masih tuai kontroversi. Ahli gizi masyarakat, dokter Tan Shot Yet bahkan menyebutkan bahwa pengadaan susu kemasan itu berisiko menimbulkan praktik manipulasi di lapangan.

Dokter Tan menjelaskan, manipulasi yang dia maksud ialah pemilihan produk susu yang tidak sesuai standar gizi karena menuruti selera masyarakat yang cenderung lebih menyukai minuman dengan perasa. Produk seperti itu dikatakan lebih tinggi kandungan gula.

Sebab, kondisi seperti itu pernah dokter Tan alami sendiri ketika kegiatan bagi-bagi susu bersama Menteri Kesehatan periode 2014-2019 Nila F Moeloek.

"Begitu susu sudah mulai masuk tentu akan ada request. Saya pernah jaman saya pergi sama Ibu Nila pergi ke Pekalongan, jaman beliau menjadi Menteri Kesehatan. Saya dengar request-nya, 'bu coba dibagi jangan susu yang putih. Anak-anak sini senangnya yang cokelat'. Kebayang gak, susu coklat, gulanya berapa? Ya, ini nyebelin banget," cerita dokter Tan ditemui saat acara media talk di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Fenomena seperti itu yang dia sebut sebagai manipulasi rasa. Sebab, susu kemasan dengan perasa tertentu cenderung memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan susu murni.

Selain itu, Dokter Tan juga khawatir kalau anak-anak hanya mengincar susu yang dibagikan. Sementara, bekal makan nasi dan lauk pauknya tidak termakan.

Jadi rentan manipulasi rasa, manipulasi kandungan. Dan akhirnya ini merupakan sabotase. Sebetulnya kita pengen banget anak menjadi lebih baik, tetapi nanti yang dikirim cuma minum susunya doang, makanan yang gak habis dibawa pulang, buat bapaknya, dibagi buat Ibunya," tutur dokter.

Dilihat dari kandungan gizinya, susu juga hanya dianggap sebagai pendamping. Dokter Tan menjelaskan bahwa Indonesia sudah tidak lagi menganut asas 4 Sehat 5 Sempurna, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 41 tahun 2014.

"Kita sudah keluar dari 4 sehat 5 sempurna, karena itu udah lama banget. Tidak ada yang menyebutkan, tidak ada yang memberikan suatu afirmasi bahwa susu menyempurnakan makanan seseorang," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Antre Open House, Mantan Karyawan Ungkap Sifat Rano Karno

Ikut Antre Open House, Mantan Karyawan Ungkap Sifat Rano Karno

Video | Rabu, 02 April 2025 | 16:56 WIB

Soroti Open House Prabowo, Rocky Gerung: Selalu Ada Sinyal Politik di Momen Idul Fitri

Soroti Open House Prabowo, Rocky Gerung: Selalu Ada Sinyal Politik di Momen Idul Fitri

News | Rabu, 02 April 2025 | 15:58 WIB

Bantu Korban Gempa Myanmar, Menlu Bakal Kirim Bantuan Besok

Bantu Korban Gempa Myanmar, Menlu Bakal Kirim Bantuan Besok

News | Rabu, 02 April 2025 | 14:31 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×