Bobon Santoso Patenkan Hak Cipta Konten Masak Besar, Apa Saja yang Tak Boleh Dilanggar?

Husna Rahmayunita

Senin, 14 April 2025 | 10:08 WIB
Bobon Santoso Patenkan Hak Cipta Konten Masak Besar, Apa Saja yang Tak Boleh Dilanggar?
Profil Bobon Santoso (Instagram/@bobonsantoso)

Suara.com - Kreator konten kuliner Bobon Santoso resmi mematenkan hak cipta konten 'masak besar' yang selama ini menjadi ciri khasnya. Bobon tak segan-segan menempuh jalur hukum jika kontennya sengaja dijiplak atau diplagiat.

Dalam hal ini, Bobon mendaftarkan perlindungan hak cipta konten 'Masak Besar Bobon Santoso' ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Dengan demikian, kreator atau orang lain tidak bisa sembarangan memakai konsep yang diklaim merupakan ide dari Bobon Santoso.

Di sisi lain, keputusan Bobon Santoso mematenkaan hak cipta menuai beragam reaksi setelah diumumkan di media sosial. Ada yang memberikan dukungan, namun ada juga yang mempertanyakan dan mengkritiknya.

Sebagian warganet merasa ambigu dengan istilah 'masak besar' yang dipatenkan oleh Bobon Santoso. Mereka mempertanyakan maksud sang kreator konten.

Terlebih selama ini, tidak hanya Bobon Santoso yang membuat konten 'masak besar' di berbagai platform media sosial/

Bobon Santoso (YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo)
Bobon Santoso (YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo)

"Jadi yang didaftarik HAKI itu 'Masak Besar Bobon Santoso" nya atau proses masak besarnya bang? Soalnya kan berabe kalau mau masak besar buat hajatan taunya malah melanggar hak cipta, CMIIW," tanya seorang netter.

"Lah kocak, masak besar kok diklaim hak cipta, masak besar itu sudah ada sejak zaman dulu, kalau orang mau sedekah dengan masak besar gimana, masa sedekah dibatasi, kocak pengikut Gibran satu ini," sahut lainnya.

Terkait hal itu, Bobon Santoso memberikan penjelasan di kolom komentar. Juru masak yang sebelumnya dikabarkan mualaf tersebut merinci hal-hal yang tidak boleh dilanggar.

baca juga

Ia menegaskan bukan 'masak besar' nya yang tidak boleh ditiru, melainkan cara mengemas konten yang selama ini diperlihatkan dalam kontennya.

"Kekayaan intelektual yang dilindungi adalah programnya, naskah/buku panduan, lay out program, konsep dan ciri khas pemilik karya. Jadi bukan Masak Besar nya. Semua boleh masak besar, asal tidak plagiat 'caranya' untuk dikemas menjadi konten. Begitu ganss," kata dia.

Menurut Bobon Santoso, selama ini dirinya membuat konten masak besar dari ide orisinal. Naskah, lay out hingga konsep merupakan hasil buah pikirannya.

Alasan

Dalam postingannya, Bobon Santoso menyebut pendaftaran Hak Cipta ini merupakan bentuk dari komitmen untuk menjaga orisinalitas karta sekaligus memberikan perlindungan akan ide dan kreativitas yang dibagunnya sejak 2019.

"Masak Besar Bobon Santoso bukan sekadar konten digital, tapi manifestasi dari mimpi, riset, eksperimen, dan passion yang telah saya curahkan dalam perjalanan panjang sebagai kreator. Setiap video, setiap ide besar yang terwujud di dalamnya lahi dari proses yang tidak instan dan penuh perjuangan," kata dia.

YouTuber yang dijuluki 'Chef Rakyat Indonesia' menekankan ini bukan sekadar mengenai legalitas, namun juga bentuk menjaga integritas proses kreatif dan serta hak moral seorang pencipta.

"Saya percaya bahwa setiap karya, sekecil apapun itu memiliki nilai yang pantas untuk dilindungi dan dihargai," imbuhnya.

Bukan Sekadar Konten

Dalam postingan selanjutnya, Bobon Santoso pun kembali menegaskan tidak ada larangan untuk siapa saja mengadakan kegiatan masak besar, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan.

"Tidak ada batasan untuk siapapun melakukan kegiatan 'Masak Besar' tetapi menjadi poin penting ketika pihak lain meniru branding person dan menjiplak kreativitas pencipta melalui karya yang dibagikan," tutur Bobon Santoso.

Masak Besar yang menjadi unggulan Bobon Santoso diakui bukan hanya sekadar konten atau pekerjaan semata. Bobon menyebut, konten masak besar merupakan pelayanan dan panggilan jiwa untuk dirinya berbakti kepada Negara Indonesia.

"Karena esensi dari kisah masak besar untuk saudara di pelosok akan terlihat kurang menarik ketimbang sebuah kontena masak memasak dengan iming-iming iphone atau motor," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Patenkan Hak Cipta, Bobon Santoso Klarifikasi Soal Larang Orang Lain Bikin Konten Masak Besar

Patenkan Hak Cipta, Bobon Santoso Klarifikasi Soal Larang Orang Lain Bikin Konten Masak Besar

Entertainment | Senin, 14 April 2025 | 07:55 WIB

Chef Arnold Poernomo Bereaksi Usai Bobon Santoso Daftarkan Hak Cipta Konten Masak Besar

Chef Arnold Poernomo Bereaksi Usai Bobon Santoso Daftarkan Hak Cipta Konten Masak Besar

Entertainment | Minggu, 13 April 2025 | 19:54 WIB

Willie Salim Bahas Khilaf Usai Bobon Santoso Daftarkan Hak Cipta Konten Makan Besar

Willie Salim Bahas Khilaf Usai Bobon Santoso Daftarkan Hak Cipta Konten Makan Besar

Entertainment | Minggu, 13 April 2025 | 18:01 WIB

Terkini

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:04 WIB

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:03 WIB

×