Beberapa hadits pun juga telah membahas mengenai hal ini. Salah satunya hadits dari Ibnu Abbas RA yang berbunyi:
إِذَا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنَامُوا حَتَّى تَطْلُبُوا رِزْقَكُمْ
Artinya: "Setelah salat fajar, janganlah tidur sehingga kamu lalai mencari rezeki." (HR Thabrani).
3. Bermalas-malasan
Malas merupakan musuh terbesar seseorang yang ingin menjalanlan produktivitas dan keberhasilan. Orang yang suka bermalas-malasan cenderung mengabaikan tanggung jawab dan peluang yang diberikan. Karenanya, rezeki pun bisa terhambat. Islam juga sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja secara maksimal dan produktif.
Allah SWT berfirman yang artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah:10)
Dalam hadits riwayat Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: “Orang mukmin yang kuat (dalam iman dan tekadnya) lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah, serta janganlah (bersikap) lemah…” (HR Muslim (no. 2664))
4. Memutus Tali Silaturahmi
Memutus tali silaturahmi juga menjadi faktor seseorang dijauhkan dari rezekinya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan ancaman bagi mereka yang suka memutuskan tali silaturahmi.
"Tidak ada dosa yang lebih pantas mendapatkan balasan yang cepat bagi para pelakunya di dunia, sekaligus dosa yang disimpan untuknya di akhirat, selain dari perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi." (HR Abu Dawud)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW pun juga bersabda:
"Siapa pun yang ingin rezekinya diperluas atau bekasnya diingat, maka hendaklah ia menjaga silaturahmi." (HR Muslim)
5. Kurang Bertawakal
Tawakal artinya berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah ia berusaha sebaik mungkin. Kurangnya perilaku tawakal bisa menghambat datangnya rezeki. Sehingga tawakal penting untuk mendekatkan peluang rezeki yang tak terduga.
Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya kalian bertawakal pada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka sungguh Dia akan melimpahkan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezeki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang” (HR Ahmad (1/30), at-Tirmidzi (no. 2344), Ibnu Majah (no. 4164))