Produk Skincare Ramah Lingkungan Kini Jadi Pilihan, Industri Kecantikan Ikut Berbenah

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 15 Mei 2025 | 14:39 WIB
Produk Skincare Ramah Lingkungan Kini Jadi Pilihan,  Industri Kecantikan Ikut Berbenah
Ilustrasi Skincare (unsplash.com)

Suara.com - Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan makin mendesak seluruh sektor industri untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam upaya keberlanjutan. Tak terkecuali industri kecantikan.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, terutama dari generasi milenial dan Gen Z, industri kecantikan menghadapi tekanan besar untuk mengurangi jejak karbon dan limbah. Konsumen kini tak hanya menilai dari kualitas dan harga, tetapi juga dari nilai etis dan keberlanjutan yang diusung sebuah merek.

Survei dari McKinsey & Co. mengungkap bahwa 66 persen responden global, dan bahkan 75 persen di antaranya dari kalangan milenial, mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam keputusan pembelian mereka. Ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi tren sesaat, tetapi telah menjadi nilai jual utama.

Salah satu tantangan terbesar dalam industri ini adalah penggunaan bahan baku yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Banyak bahan kimia dalam produk kecantikan meninggalkan residu berbahaya yang merusak tanah dan ekosistem air. Karena itu, inovasi bahan yang lebih aman dan ramah lingkungan menjadi kebutuhan mendesak.

Ilustrasi skincare night routine (Pexels.com)
Ilustrasi skincare night routine (Pexels.com)

Merespons hal tersebut, Shell Indonesia memperkenalkan Shell Silk Alkane dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2025 pada 14 Mei lalu di Jakarta. Produk ini adalah cairan sintetis hasil teknologi gas-to-liquids (GTL) yang diklaim bersih, hampir tanpa bau, dan biodegradable.

“Shell Silk Alkane hadir sebagai pilihan premium untuk para konsumen bisnis (business customers) di Indonesia agar dapat membuat produk kecantikan dan perawatan pribadi dengan alternatif yang lebih bertanggung jawab dan biodegradable yang saat ini semakin diminati. Hal ini merupakan wujud keseriusan kami dalam berinovasi di lini Shell Life Science Fluids melalui solusi yang dapat diskalakan, bersih, dan aman,” ujar Andri Pratiwa, Managing Director Shell Indonesia.

Ia menambahkan bahwa gas alam memiliki peran penting dalam transisi energi secara keseluruhan, dan melalui teknologi GTL, Shell berusaha menghadirkan bahan yang bisa digunakan dalam produk kecantikan yang lebih berkelanjutan. Salah satu keunggulan Shell Silk Alkane adalah kemampuannya untuk terurai secara hayati hingga 77 persen dalam 28 hari, serta bebas kandungan hewani, sehingga juga cocok untuk formulasi produk vegan.

Masalah Limbah

Upaya ini menjawab kekhawatiran konsumen terhadap dampak industri kecantikan terhadap lingkungan. Menurut platform keadilan sosial TRVST, industri ini menyumbang sekitar 120 miliar unit limbah kemasan setiap tahun, termasuk plastik, kertas, kaca, dan logam. Sebagian besar tidak didaur ulang dengan benar dan berakhir di tempat pembuangan akhir.

Selain limbah, proses produksi bahan baku juga bermasalah. Permintaan besar akan minyak alami mendorong budidaya intensif yang sering menyebabkan deforestasi, hilangnya habitat satwa, serta pencemaran tanah dan air.

Tak hanya dampak ekologis, masalah sosial juga membayangi. Salah satunya adalah penambangan mika, mineral yang kerap digunakan dalam kosmetik untuk memberikan efek kilau. Di negara seperti India, banyak anak-anak terlibat dalam tambang ilegal tanpa perlindungan, upah layak, atau pengawasan. Mereka menjadi pekerja tak terlihat dalam rantai pasok global.

Kesadaran inilah yang mendorong konsumen untuk lebih selektif. Kini, produk yang ramah lingkungan, vegan, cruelty-free, dan berkelanjutan bukan hanya menjadi alternatif, tetapi pilihan utama bagi banyak orang.

Di samping itu, seperti dikutip dari The Guardian, CEO kelompok anti-limbah Australian Packaging Covenant Organisation, Brooke Donnelly, merekomendasikan untuk mencari merek kecantikan dengan opsi isi ulang produk atau yang menggunakan kemasan minimal atau lebih ramah lingkungan.

“Konsumen punya peran besar untuk mendorong perusahaan membuat kemasan yang lebih ramah lingkungan,” kata Donnelly. “Dengan memilih produk yang kemasannya berkelanjutan, konsumen memberi sinyal kuat ke perusahaan bahwa mereka harus ikut berubah demi mendukung sistem ekonomi sirkular yang lebih bertanggung jawab.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Review Positif! Ini Skincare Korea 2025 yang Layak Jadi Investasi Kulit

Banjir Review Positif! Ini Skincare Korea 2025 yang Layak Jadi Investasi Kulit

Lifestyle | Kamis, 15 Mei 2025 | 13:30 WIB

Rangkaian Skincare Nagita Slavina di Malam Hari, Praktis untuk Travelling

Rangkaian Skincare Nagita Slavina di Malam Hari, Praktis untuk Travelling

Lifestyle | Kamis, 15 Mei 2025 | 10:48 WIB

Berkas Belum Lengkap, Nikita Mirzani Berpotensi Bebas dari Kasus Dugaan Pemerasan Bos Skincare

Berkas Belum Lengkap, Nikita Mirzani Berpotensi Bebas dari Kasus Dugaan Pemerasan Bos Skincare

Entertainment | Rabu, 14 Mei 2025 | 20:20 WIB

Terkini

Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya

Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:30 WIB

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:02 WIB

5 Sepatu Lari dengan Busa Responsif yang Bikin Langkah Lebih Ringan dan Hemat Tenaga

5 Sepatu Lari dengan Busa Responsif yang Bikin Langkah Lebih Ringan dan Hemat Tenaga

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:00 WIB

Apa Penyebab Flek Hitam di Wajah? Ini 7 Faktornya

Apa Penyebab Flek Hitam di Wajah? Ini 7 Faktornya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:49 WIB

3 Skincare Korea Alternatif Retinol, Bantu Kulit Cerah dan Awet Muda Tanpa Efek Samping

3 Skincare Korea Alternatif Retinol, Bantu Kulit Cerah dan Awet Muda Tanpa Efek Samping

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:06 WIB

Clara Shinta Viral karena Apa? Kini Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami

Clara Shinta Viral karena Apa? Kini Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:04 WIB

Isu BBM Naik Per 1 April 2026, Begini Cara Cek Harga Resmi Pertamina Biar Gak Kena Hoaks

Isu BBM Naik Per 1 April 2026, Begini Cara Cek Harga Resmi Pertamina Biar Gak Kena Hoaks

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:47 WIB

Limbah Makanan Menggunung, Ini Solusi Sederhana untuk Menguranginya

Limbah Makanan Menggunung, Ini Solusi Sederhana untuk Menguranginya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:05 WIB

43 Link Resmi Cek Hasil SNBP 2026, Dibuka Hari Ini Pukul 15.00 WIB

43 Link Resmi Cek Hasil SNBP 2026, Dibuka Hari Ini Pukul 15.00 WIB

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:55 WIB

Samarkan Pori-Pori, Mending Pakai Setting Powder atau Loose Powder? Ini Kata MUA

Samarkan Pori-Pori, Mending Pakai Setting Powder atau Loose Powder? Ini Kata MUA

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:53 WIB