Ketimpangan Akses Sastra Jadi Sorotan, BIL Fest Hadir sebagai Ruang Literasi Inklusif di Banyumas

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Juni 2025 | 13:04 WIB
Ketimpangan Akses Sastra Jadi Sorotan, BIL Fest Hadir sebagai Ruang Literasi Inklusif di Banyumas
Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2025. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Di tengah dominasi festival sastra yang terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, atau Bandung, wilayah-wilayah luar pusat budaya kerap tertinggal dari akses dan ruang apresiasi literasi.

Penulis dan komunitas sastra daerah masih sering menghadapi keterbatasan dalam panggung berkarya, jejaring, hingga perhatian publik. Banyumas, sebagai salah satu wilayah yang kaya dengan potensi dan tradisi sastra, tak luput dari tantangan ini.

Padahal, geliat komunitas dan minat literasi di daerah ini tak pernah surut. Sayangnya, ruang bertemu, berdiskusi, dan berjejaring antar pegiat sastra dan seni masih jarang tersedia.

Minimnya dukungan infrastruktur dan perhatian terhadap ekosistem sastra lokal menyebabkan karya-karya dari daerah seperti Banyumas kerap tersembunyi di balik semangat yang tak terdengar.

Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2025. (Dok. Istimewa)
Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2025. (Dok. Istimewa)

Menjawab tantangan tersebut, lahirlah Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2025, sebuah inisiatif literasi independen yang untuk pertama kalinya digelar di wilayah ini.

Bertempat di Hetero Space Banyumas pada 12–18 Juni 2025, BIL Fest menghadirkan lebih dari 30 kegiatan publik dan berhasil menarik lebih dari 1.000 pengunjung dari berbagai latar belakang.

Mengusung tema “Temenan”, yang dalam bahasa Jawa berarti serius dan dalam bahasa Indonesia berarti bersahabat, festival ini menjelma menjadi ruang yang inklusif dan hangat. Di dalamnya, penulis, seniman, pembaca, dan komunitas akar rumput saling bertemu dan bertukar ide.

Rangkaian acaranya mencakup diskusi buku bersama penulis nasional, workshop kreatif, pameran seni, pertunjukan musik dan teater, hingga penghargaan Ahmad Tohari Awards bagi penulis muda inspiratif. Festival ini dirancang bukan hanya untuk merayakan sastra, tapi juga memperkuat ekosistem literasi dari bawah.

Sastrawan dan budayawan Ahmad Tohari menyambut baik hadirnya BIL Fest. Menurutnya, kegiatan ini membuka ruang bagi penulis lokal untuk menyalurkan ekspresi dan gagasan.

baca juga

“Saya senang sekali dengan adanya acara seperti ini yang memberikan wadah bagi para penulis lokal untuk menuangkan inspirasi menjadi sebuah karya,” ucap Ahmad Tohari.

Dukungan juga datang dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan. Dalam upayanya membangun diplomasi budaya, kementerian tengah menginisiasi tujuh program dalam skema Penguatan Ekosistem Sastra. Salah satunya diwujudkan dalam keterlibatan aktif di BIL Fest.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI Bidang Diplomasi Budaya, Nissa Rengganis, menyampaikan optimismenya terhadap penyelenggaraan festival ini.

“Saya ikut bersemangat atas antusiasme masyarakat Banyumas dan berharap BIL Fest terus terselenggara setiap tahunnya dengan lingkup yang lebih luas lagi,” kata Nissa.

Kementerian turut mendukung tujuh program dalam BIL Fest 2025, termasuk satu panel diskusi publik bertajuk “Merawat Komunitas, Merawat Pembaca, Merawat Hari Depan Sastra Indonesia” yang digelar pada malam penutupan (18/6/2025).

Diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam ekosistem literasi seperti Heru Kurniawan (Rumah Kreatif Wadas Kelir), Hatidriya Hangganararas (Dua Belas Pena), dan Nissa Rengganis sendiri, yang juga dikenal aktif di komunitas Rumah Rengganis Cirebon.

Menurut Nissa, pendekatan yang kolaboratif dan berbasis komunitas seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan literasi. Bukan hanya sebagai selebrasi sastra, tetapi juga sebagai gerakan kultural yang mengakar.

Sebagai inisiator festival, Rahmi Wijayanti menegaskan bahwa BIL Fest bukan sekadar festival tahunan, tetapi akan menjadi gerakan jangka panjang.

“BIL Fest diharapkan menjadi gerakan literasi berkelanjutan, membuka lebih banyak ruang diskusi, membaca, dan berkarya bagi masyarakat Banyumas,” ujarnya.

Dalam konteks literasi nasional, kehadiran BIL Fest menjadi contoh konkret bagaimana daerah dapat memulai perubahan dari akar. Ketimpangan akses sastra yang selama ini terjadi tak akan selesai dengan sentralisasi, melainkan lewat gerakan lokal yang saling memperkuat. Banyumas, melalui BIL Fest, telah memulai langkah itu—dan tampaknya, tidak akan berhenti di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyusuri Jejak Rekaman Sejarah dalam Balutan Fiksi di Karya Sastra

Menyusuri Jejak Rekaman Sejarah dalam Balutan Fiksi di Karya Sastra

Your Say | Kamis, 19 Juni 2025 | 13:13 WIB

Review Buku Beruang di Lantai Atas: Metafora tentang Jiwa yang Rindu Kebebasan

Review Buku Beruang di Lantai Atas: Metafora tentang Jiwa yang Rindu Kebebasan

Your Say | Kamis, 19 Juni 2025 | 07:20 WIB

Pentingnya Perempuan Mengelola Keuangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Pentingnya Perempuan Mengelola Keuangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa

Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:24 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:19 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:16 WIB

5 HP POCO untuk Gaming Kasual hingga Kelas Berat, Terbaik Mulai Rp2 Jutaan

5 HP POCO untuk Gaming Kasual hingga Kelas Berat, Terbaik Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik

Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Aksi Heroik Marinir Lampung Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara 74 Meter

Aksi Heroik Marinir Lampung Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara 74 Meter

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:05 WIB

25 Promo Makanan dan Minuman 17 Agustus, Ada Paket Menarik Rp17 Ribuan

25 Promo Makanan dan Minuman 17 Agustus, Ada Paket Menarik Rp17 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor

Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI

Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan

Sinyal NTT Lumpuh! Gempa M 7,7 Hantam 200 BTS, Komdigi Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:01 WIB

×