NTB Jadi Jalur Burung Migran Dunia, Seberapa Besar Jadi Peluang Ekowisata?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 13:49 WIB
NTB Jadi Jalur Burung Migran Dunia, Seberapa Besar Jadi Peluang Ekowisata?
Ilustrasi burung migrasi. [Emmanuel Dunand/AFP]

Suara.com - Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan hanya wilayah kepulauan tropis dengan keindahan pantai dan budaya lokal yang khas. Provinsi yang terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa, serta 401 pulau kecil ini juga memainkan peran penting sebagai tempat persinggahan burung-burung dari berbagai penjuru dunia.

Ketika musim dingin melanda belahan bumi utara dan selatan, ribuan burung migran terbang ribuan kilometer ke arah tropis. Salah satu tempat favorit mereka NTB.

Penasihat Ilmiah Paruh Bengkok Indonesia, Saleh Amin, menyebut NTB sebagai wilayah dengan potensi besar untuk menjadi destinasi ekowisata berbasis pengamatan burung atau birdwatching.

"Sekali setahun kita bisa bertemu petrel badai cokelat. Burung itu berasal dari pantai-pantai di wilayah selatan, seperti Australia," ujarnya dalam kegiatan Lombok Bird Walk di Pantai Ampenan, Kota Mataram, seperti dikutip dari ANTARA, (24/06/2025)

Seorang warga menggunakan teropong melihat burung-burung migran yang mencari pakan dalam kegiatan Lombok Bird Walk di kawasan muara Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/6/2025). (ANTARA/Sugiharto Purnama)
Seorang warga menggunakan teropong melihat burung-burung migran yang mencari pakan dalam kegiatan Lombok Bird Walk di kawasan muara Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/6/2025). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Petrel badai cokelat (Oceanites oceanicus) adalah burung laut kecil yang hidup di perairan dingin bagian selatan bumi. Namun, saat suhu mulai ekstrem di habitat aslinya, mereka terbang menuju daerah yang lebih hangat, seperti NTB, untuk mencari sumber pakan.

"Kalau dingin, kebanyakan sumber pakan hibernasi. Aktivitas sedikit, susah bagi mereka mendapatkan makanan, sehingga burung-burung itu (migrasi) ke sini," jelas Saleh.

Pola ini menjadi bagian penting dari siklus kehidupan banyak jenis burung, termasuk burung pantai dan burung laut. Musim dingin memicu tantangan bagi kelangsungan hidup mereka. Serangga yang menjadi sumber makanan utama banyak burung pemakan serangga pun berkurang drastis akibat hibernasi. Maka, migrasi menjadi strategi bertahan hidup yang alami.

Saleh menambahkan bahwa ada sekitar 300 jenis burung yang telah teridentifikasi di NTB, dengan sekitar 50 jenis di antaranya merupakan burung migran. Beberapa bahkan datang dari wilayah sejauh Siberia dan Tiongkok, seperti jenis raptor yang biasanya tiba di sekitar bulan Oktober.

Namun, perubahan iklim kini mengacaukan semua siklus tersebut. Peningkatan permukaan laut, anomali cuaca, dan ketidaksesuaian antara siklus berbunga dan kemunculan serangga telah berdampak pada kelangsungan hidup burung liar.

Perubahan perilaku serangga dan tumbuhan akibat cuaca yang tidak menentu menyebabkan rantai makanan terganggu. Burung-burung pemakan serangga yang mengandalkan momen berbunga untuk berburu mangsa menjadi korban pertama.

"Saat siklus berbunga dan berbuah berubah, maka kemunculan serangga juga berubah. Ketika burung tidak menemukan serangga untuk dimakan, maka mereka sulit untuk bertahan hidup," kata Saleh.

Bagi NTB dan banyak wilayah tropis lain yang menjadi tempat persinggahan, ini adalah peringatan. Menjaga habitat alami, termasuk dengan menyediakan ruang terbuka hijau, menjadi kunci untuk mempertahankan keberadaan para pengunjung musiman ini.

Saleh menekankan bahwa arah pembangunan harus berpihak pada ekologi. Ruang terbuka hijau bukan hanya pelengkap estetika kota, melainkan bagian penting dari keseimbangan alam yang lebih luas.

Burung-burung migran yang datang ke NTB bukan sekadar pemandangan indah atau peluang ekowisata. Mereka adalah penanda kondisi lingkungan yang sehat, atau sebaliknya, peringatan dini akan krisis ekosistem yang sedang berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geopark Nasional Dieng, Peluang Pelestarian Alam dan Budaya Pegunungan Jawa

Geopark Nasional Dieng, Peluang Pelestarian Alam dan Budaya Pegunungan Jawa

Lifestyle | Selasa, 17 Juni 2025 | 16:24 WIB

Polisi Pasang Videotron Dan Ajak Keluarga Emil Audero Nobar Piala Dunia 2026

Polisi Pasang Videotron Dan Ajak Keluarga Emil Audero Nobar Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:23 WIB

Brigadir Nurhadi Tewas di Hotel, 2 Polisi di NTB Dipecat Gegara Berzina dan Narkoba

Brigadir Nurhadi Tewas di Hotel, 2 Polisi di NTB Dipecat Gegara Berzina dan Narkoba

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 18:57 WIB

Terkini

Berapa Harga Lipstik Dior Ori? Ini Daftar Harga dan 4 Lipstik Lokal yang Lebih Murah

Berapa Harga Lipstik Dior Ori? Ini Daftar Harga dan 4 Lipstik Lokal yang Lebih Murah

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim

Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:09 WIB

Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol

Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:37 WIB

Siapa Istri Bupati Roby Kurniawan? Ikut Terseret Usai Ayu Aulia Spill Sosok 'Bupati R'

Siapa Istri Bupati Roby Kurniawan? Ikut Terseret Usai Ayu Aulia Spill Sosok 'Bupati R'

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:05 WIB

4 Zodiak yang Kurang Beruntung Hari Ini 13 Mei 2026,  Si Kembar hingga Kambing Laut Perlu Waspada

4 Zodiak yang Kurang Beruntung Hari Ini 13 Mei 2026, Si Kembar hingga Kambing Laut Perlu Waspada

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:01 WIB

5 Parfum Lokal untuk Siang Hari, Wanginya Fresh Tahan Lama Meski Aktivitas Padat

5 Parfum Lokal untuk Siang Hari, Wanginya Fresh Tahan Lama Meski Aktivitas Padat

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:53 WIB

5 Bedak Padat Anti Oksidasi yang Bikin Makeup Tetap Flawless dan Tidak Kusam

5 Bedak Padat Anti Oksidasi yang Bikin Makeup Tetap Flawless dan Tidak Kusam

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:15 WIB

4 Zodiak yang Penuh Keberkahan Pada 13 Mei 2026, Ada Aries dan Gemini

4 Zodiak yang Penuh Keberkahan Pada 13 Mei 2026, Ada Aries dan Gemini

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:10 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 13 Mei 2026: Magnet Rezeki bagi Taurus hingga Leo

4 Zodiak Paling Beruntung 13 Mei 2026: Magnet Rezeki bagi Taurus hingga Leo

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:04 WIB

Terpopuler: Daftar Juri LCC Empat Pilar MPR RI yang Ramai Disorot, 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet

Terpopuler: Daftar Juri LCC Empat Pilar MPR RI yang Ramai Disorot, 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:50 WIB