Penjual yang terpercaya akan memberikan informasi produk yang jujur dan lengkap serta menampilkan foto-foto sepatu secara detail.
4. Cari Riwayat Pemakaian
Tanyakan pada penjual tentang berapa lama kondisi tersebut pernah digunakan sebelumnya.Hal ini dilakukan guna mengetahui kondisi sepatu yang sebenarnya.
5. Coba Sepatu sebelum Membeli
Apabila Anda memutuskan untuk membeli sepatu secara offline, jika memungkinkan, cobalah sepatu sebelum memutuskan untuk membelinya.
Pastikan size sepatu pas dan nyaman di kaki. Perhatikan juga ruang kaki di bagian depan sepatu.
5. Bandingkan Harga
Meskipun harga sepatu bekas cenderung lebih miring, tak ada salahnya kamu mencoba menbandingkan dengan yang lainnya.
Berusaha tetepa kritis dengan harga yang ditawarkan! Jangan pula tergiur dengan harga yang terlalu murah, bisa jadi adanya indikasi produk tersebut palsu.
Di bawah ini beberapa sepatu Adidas Samba bekas yang dijual di toko online ternama, harga mulai jutaan hingga ratusan ribu disertai link toko dan deskripsi singkat.
Rekomendasi Adidas Samba Bekas
1. Adidas Samba Klasik OG White

Harga: Rp1.899.000
Deskripsi: Kondisi 99% mint, Made In Vietnam, warna putih, no minus, box dan tag serta stiker masih lengkap, ukuran USA 6,UK 5 ½, EUR 240, pembelian dari SENIKERSKU. Sepatu kasual cocok untuk sehari-hari.
2. Adidas Samba NUA II Spain

Harga: Rp900.000
Deskripsi: Kondisi 95% baik, size 44.5 insole 28.5 cm, keunggulan box, sepatu bersih dan wangi, siap pakai, packing rapih. Model modis, simple namun tetap stylish. Cocok untuk pemakaian sehari-hari.
3. Adidas Samba Rise Gold

Harga: Rp800.000
Deskripsi: Kondisi 95%, size 36 insole 22 cm, box ada, sepatu bersih dan wangi, siap pakai, packing rapih, sepatu original impor bekualitas. Desain stylish, cocok untuk lifestyle sehari-hari.
4. Adidas Samba Core Black Green

Harga: Rp550.000
Deskripsi: Kondisi 95%, size 40,5 insole 25,5 cm, keunggulan box, sepatu bersih dan wangi siap pakai, packing rapi. Model stylish dan dinamis, wana eye catching, cocok untuk pemakaian sehari dan jalan-jalan ke café.
Kontributor : Damayanti Kahyangan