Gaun dari Jagung Hingga Rumput Laut: Cara Baru Menghadirkan Fashion Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:35 WIB
Gaun dari Jagung Hingga Rumput Laut: Cara Baru Menghadirkan Fashion Berkelanjutan
Cara Baru Menghadirkan Fashion Berkelanjutan. (Dok. Instagram/carolinezimbalist)

Suara.com - Dari kulit jamur hingga serat sintetis berbasis jagung, eksperimen biomaterial dalam dunia mode terus berkembang. Tapi kapan tren ini benar-benar akan jadi arus utama?

Di dapurnya, Caroline Zimbalist tampak seperti sedang memasak sesuatu yang lezat. Tapi alih-alih membuat kue, desainer asal New York ini mengaduk tepung jagung dan pengental dari rumput laut yang beraroma pepermin, lalu menuangkannya ke cetakan berbentuk hati dan daun.

Begitu mengeras, bahan itu dijahit jadi gaun-unik, dipakai selebritas seperti Chappell Roan, yang dijual lewat situs pribadinya.

Zimbalist menyebut karyanya sebagai "wadah untuk menunjukkan kepada dunia" bahwa material ramah lingkungan bisa menjadi pilihan di dunia mode.

Dari dapur ke runway: bagaimana eksperimen ini jadi gerakan

Zimbalist bukan satu-satunya. Desainer skala kecil lain bereksperimen dengan gelatin, tapioka, dan bahan-bahan rumah tangga. Merek besar seperti Adidas dan Hermès bahkan telah mencoba kulit jamur. Sementara Lycra mulai memasukkan elastana berbasis jagung dalam produknya.

Meski begitu, para pakar masih skeptis: bisakah biomaterial ini bersaing dengan tekstil berbasis fosil yang mendominasi industri?

"Bahkan menggabungkannya dalam hal-hal kecil saja untuk memulai akan sangat efektif," ujar Zimbalist.

Lebih dari 60% pakaian saat ini terbuat dari bahan sintetis berbasis minyak seperti poliester. Menurut Textile Exchange, pembuatan material ini menyumbang emisi signifikan dan melepaskan mikroplastik saat dicuci.

baca juga

Dale Rogers, profesor dari Arizona State University, menyebut bahan sintetis populer karena murah dan tersedia dalam jumlah besar.

“Sejujurnya, pada akhirnya, biaya mendorong hampir semua keputusan,” ujarnya.
Beberapa biomaterial memang mulai digunakan, kulit miselium untuk sepatu dan tas oleh Stella McCartney dan Lululemon, tapi belum cukup murah untuk diproduksi massal.

Karya Zimbalist mulai dikenal luas sejak dipakai di acara The Tonight Show. Ia kini menerima pesanan busana seharga $150–$1.200, menggunakan "resep" berbahan alami dan dapat terurai.

Meski bahan-bahannya belum cocok menggantikan kain konvensional dalam skala besar, karena mudah lengket, meleleh, atau berbau jika salah perlakuan, ia percaya kontribusinya bisa membuka jalan diskusi yang lebih luas.

“Karya ini lebih sebagai bentuk dialog,” katanya.

Apakah merek besar siap berubah?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MODA VERSA: Malang Fashion Runway 2025 Buktikan Fashion Tak Mengenal Batas!

MODA VERSA: Malang Fashion Runway 2025 Buktikan Fashion Tak Mengenal Batas!

Lifestyle | Kamis, 17 Juli 2025 | 10:51 WIB

Dukung Anak Tampil Percaya Diri Sejak Dini, Mulai dari Pilihan Pakaiannya!

Dukung Anak Tampil Percaya Diri Sejak Dini, Mulai dari Pilihan Pakaiannya!

Health | Senin, 14 Juli 2025 | 17:27 WIB

Slogan Sustainability Menjadi Kedok untuk Fashion Tak Bertanggung Jawab

Slogan Sustainability Menjadi Kedok untuk Fashion Tak Bertanggung Jawab

Your Say | Minggu, 13 Juli 2025 | 10:34 WIB

Terkini

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:05 WIB

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 11:04 WIB

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:02 WIB

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

×