Suara.com - Fenomena sound horeg adalah sebuah subkultur audio ekstrem yang unik dan kini telah menggema di seluruh penjuru Indonesia. Menurut meme yang viral media sosial, sosok Thomas Alva Edi Sound disebut-sebut sebagai penemu sound horeg.
Untuk memahami fenomena viral ini, kita harus menilik sejarah sound horeg yang berakar kuat dari tradisi karnaval dan hajatan di pedesaan. Tren sound horeg bukanlah hal baru, melainkan evolusi dari adu gengsi sound system yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama di wilayah Jawa Timur.
Jadi, apa itu sound horeg sebenarnya? Istilah ini merujuk pada sound system raksasa yang dirancang untuk menghasilkan dentuman bass berkekuatan sangat rendah (sub-bass) yang mampu menggetarkan tanah, bangunan, bahkan tubuh manusia hingga terasa pusing, atau "horeg", julukan goyang tidak stabil.
Sejarah dan Asal-Usul Sound Horeg
![Sound Horeg. [Instagram/faskhosengoxoriginal_real]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/01/30/20067-sound-horeg-instagramfaskhosengoxoriginal-real.jpg)
Jauh sebelum viral di TikTok, tradisi "adu sound" sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan di berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya di Malang, Blitar, Kediri, dan sekitarnya. Awalnya, sound system digunakan untuk memeriahkan acara hajatan pernikahan, sunatan, hingga perayaan hari kemerdekaan.
Seiring berjalannya waktu, para pemilik persewaan sound system mulai berlomba-lomba untuk menunjukkan siapa yang memiliki suara paling kencang dan bass paling menggelegar.
Kompetisi ini kemudian berkembang menjadi sebuah acara tersendiri yang dikenal dengan "battle sound system". Dalam acara ini, truk-truk besar berbaris membawa tumpukan speaker yang menjulang tinggi, masing-masing siap "bertempur" untuk membuktikan kualitasnya.
Gengsi dan kebanggaan menjadi taruhan utama, di mana pemilik sound system rela menginvestasikan ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk membangun rig audio mereka. Dari sinilah istilah sound horeg lahir, menggambarkan efek fisik yang ditimbulkan oleh dentuman bass ekstrem tersebut.
Apakah Thomas Alva Edi Sound adalah Penemu Sound Horeg?
Baca Juga: Gawat! Agustusan di Jatim Terancam Sepi, Karnaval Tanpa Sound Horeg Bakal Garing?
![Thomas Alva Edi Sound, sosok yang sedang viral karena disebut-sebut sebagai penemu sound horeg. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/25/62069-thomas-alva-edi-sound-sound-horeg.jpg)
Di tengah popularitasnya, muncul sebuah nama yang sering dikaitkan sebagai pencipta fenomena ini: Thomas Alva Edi Sound. Tentu saja, nama tersebut bukanlah nama asli, melainkan sebuah julukan satir dan meme yang lahir dari kreativitas warganet.
Nama "Thomas Alva Edi Sound" adalah pelesetan dari penemu terkenal dunia, Thomas Alva Edison, yang kemudian digabungkan dengan nama Edi yang sangat umum di Indonesia.
Julukan "Thomas Alva Edi Sound" menjadi simbol dan bentuk apresiasi humoris terhadap para perakit dan sound engineer lokal. Mereka, dengan segala keterbatasan dan kreativitasnya, dianggap sebagai inovator sejati di balik dentuman dahsyat sound horeg.
Jadi, sebenarnya sosok Thomas Alva Edi Sound bukan sosok penemu sound horeg. Sebaliknya, sound horeg lahir dari semangat inovasi pemilik sound system di berbagai daerah. Merekalah yang menjadi motor penggerak utama subkultur audio ini.
Ciri-Ciri Khas Sound Horeg
![Fatwa haram MUI bikin RI gagal maju? Pengusaha sound horeg protes. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/10/67786-ilustrasi-sound-horeg.jpg)
Fenomena sound horeg bisa dengan mudah diidentifikasi melalui beberapa ciri khas yang sangat menonjol. Berikut adalah elemen-elemen yang mendefinisikannya:
1. Dentuman Bass Frekuensi Rendah
Ini adalah ciri utama dan paling vital. Sound horeg tidak hanya keras, tetapi fokus pada frekuensi bass yang sangat rendah (sub-bass) yang lebih banyak dirasakan oleh tubuh daripada didengar oleh telinga, menciptakan getaran fisik yang masif.
2. Spesifikasi Sound System Skala Sultan
Rig audionya dibangun secara masif. Biasanya terdiri dari puluhan speaker, subwoofer berukuran besar (18 inci atau lebih), dan didukung oleh power amplifier berdaya puluhan ribu watt yang diangkut menggunakan truk atau kontainer.
3. Lagu Remix Jedag-Jedug
Musik yang diputar bukanlah lagu biasa, melainkan versi remix dengan bass yang sudah di-boost secara ekstrem. Genre yang populer adalah DJ remix dari lagu dangdut koplo, sholawat, hingga lagu-lagu yang sedang viral di TikTok.
4. Arak-arakan dan Karnaval
Sound horeg mencapai puncak kemeriahannya saat diarak keliling desa atau kota dalam sebuah karnaval. Rombongan truk sound system akan berjalan perlahan sambil "membunyikan" rig mereka, diikuti oleh kerumunan warga yang ikut berjoget.
Terlepas dari popularitasnya, sound horeg turut mendulang kontroversi. Bagaimana tidak, getaran ekstremnya dilaporkan sudah merusak bangunan, memecahkan kaca, hingga mengganggu ketertiban umum. Tak jarang acara yang melibatkan sound horeg kerap berurusan dengan pihak berwenang.
Pada akhirnya, sound horeg lebih dari sekadar audio yang keras dan hingar bingar. Fenomena ini adalah cerminan dari budaya komunal, adu gengsi, kreativitas teknis, dan hiburan rakyat yang tumbuh secara organik dari akar rumput masyarakat Indonesia.