5 Permainan Jadul Khas Sumatera Utara yang Bikin Nostalgia Anak 90-an

Suhardiman

Senin, 04 Agustus 2025 | 14:29 WIB
5 Permainan Jadul Khas Sumatera Utara yang Bikin Nostalgia Anak 90-an
Ilustrasi anak-anak bermain permainan tradisional Sumatera Utara tahun Intan. [ChatGPT]

Suara.com - Permainan jadul merupakan permainan tradisional yang biasanya diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Permainan ini sering menggunakan aturan, norma, dan adat kebiasaan lama, serta memanfaatkan alat-alat sederhana atau bahan dari alam sekitar.

Tujuan utama permainan jadul adalah menghibur sekaligus melatih keterampilan fisik, sosial, dan karakter anak-anak seperti kerjasama, sportivitas, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.

Berikut 5 permainan jadul khas Sumatera Utara era 90-an yang populer di kalangan anak-anak:

1. Margala/Marcabor - Versi lokal dari gobak sodor, permainan berkelompok yang menguji kecepatan dan strategi, juga dijadikan ajang mencari jodoh.

Permainan ini mengandalkan kerja sama tim, kecepatan kaki, dan strategi untuk mengalahkan lawan. Berikut cara dan aturan bermain Margala:

- Arena permainan digambar di tanah dengan tiga garis horizontal dan tiga garis vertikal, membentuk empat kotak.
- Terdiri dari dua tim, biasanya 6 orang per tim, satu tim bertugas menjaga garis-garis pada kotak-kotak arena.
- Tiga pemain bertugas menjaga di tiga titik garis horizontal depan dan satu pemain menjaga garis vertikal di tengah.
- Tim lawan berusaha memasuki arena yang dijaga tanpa tersentuh oleh penjaga.
- Jika anggota tim lawan yang mencoba masuk tersentuh oleh penjaga, maka tim lawan kalah dan bertukar posisi dengan penjaga.
- Jika tim lawan berhasil melewati area penjagaan, mereka memperoleh poin dan kembali ke posisi semula untuk giliran berikutnya.
- Permainan ini menuntut kelincahan, kekompakan, dan strategi dalam membaca gerak lawan.

Margala dulunya juga diagungkan sebagai hiburan resmi para raja Batak dan menjadi ajang berkumpul saat bulan purnama sekaligus mencari jodoh bagi para remaja yang bermain.

2. Marakkat Singa - Melompat karet gelang yang disusun sepanjang 1-4 meter dengan berbagai tingkat ketinggian.

Marakkat Singa termasuk permainan yang sangat seru dan menantang, biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan.

Manfaatnya meliputi melatih otot kaki, meningkatkan koordinasi tubuh, serta nilai moral seperti kebersamaan, kegigihan, tanggung jawab, dan kejujuran.

Permainan Marakkat Singa adalah permainan tradisional khas Sumatera Utara yang menggunakan karet gelang. Cara bermainnya yaitu:

- Karet gelang disatukan sepanjang 3-4 meter lalu ditempatkan sebagai tantangan loncatan
- Pemain harus melompati karet gelang pada berbagai ketinggian dari lutut, pinggang, pundak, hingga di atas kepala
- Setelah berhasil melewati tahap lompatan, pemain melilitkan karet gelang di bagian kaki dan berusaha membuka lilitan tersebut tanpa menyentuh lantai atau jatuh
- Jika gagal melewati lompatan atau membuka lilitan, giliran bermain berpindah ke pemain berikutnya
- Permainan ini melatih kelincahan, keseimbangan, koordinasi tubuh, serta nilai kebersamaan dan ketekunan

Marakkat Singa biasa dimainkan anak-anak perempuan dan sangat seru serta menantang.

3. Marimbus Pattik - Permainan meniup karet gelang agar terlepas dari lingkaran sebagai taruhan, menguji ketepatan dan kontrol napas.

Marimbus Pattik juga menjadi salah satu warisan budaya yang menghibur sekaligus melatih kemampuan motorik anak-anak di daerah Batak dan sekitarnya.

Permainan Marimbus Pattik adalah permainan tradisional Sumatera Utara yang menggunakan karet gelang dan kayu kecil sebagai alatnya. Cara bermainnya:

- Jumlah karet gelang sebagai taruhan disepakati dulu.
- Karet gelang disatukan dan dimasukkan ke lidi atau kayu kecil yang ditancapkan di tanah.
- Pemain bergiliran mengembus karet gelang sekuat tenaga agar keluar dari lidi tersebut.
- Pemain yang paling banyak berhasil mengeluarkan karet gelang dari lidi menjadi pemenang.

Permainan ini melatih konsentrasi, keterampilan mengatur napas, dan ketangkasan tangan.

4. Mardanggur Goje - Lempar karet gelang, jika tidak melewati garis dianggap gagal, memerlukan ketepatan lemparan.

Permainan Mardanggur Goje adalah permainan tradisional khas Sumatera Utara yang menggunakan karet gelang sebagai alat utamanya.

Cara bermain Mardanggur Goje:

- Pemain membuat garis batas pelemparan.
- Dari garis tersebut, diukur jarak sekitar 3-4 meter sebagai tempat melempar karet gelang.
- Pemain meletakkan karet gelang di telapak tangan, lalu mengayunkan dan melemparnya sekuat mungkin melewati garis yang sudah ditentukan.
- Jika karet gelang tidak melewati garis, pemain dinyatakan gagal dan harus menunggu giliran berikutnya.
- Jika berhasil melempar dan karet gelang bertindih atau mengenai karet gelang lain yang sudah ada di tanah, maka karet gelang yang bertindih akan menjadi milik pemain tersebut.
- Pemenang adalah pemain yang paling banyak berhasil mengumpulkan karet gelang.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh 5-6 orang dan melatih ketelitian, kesabaran, serta kekuatan tangan. Juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kejujuran.

5. Ular Naga - Permainan barisan anak saling berpegangan pundak lalu berjalan melingkar melewati penjaga, sangat populer di era itu.

Permainan Ular Naga adalah permainan tradisional yang membutuhkan banyak pemain dan kekompakan. Cara bermainnya:

- Permainan dilakukan di tempat luas seperti lapangan atau halaman rumah.
- Dua orang pemain dipilih sebagai penjaga gerbang, biasanya yang paling tua atau terbesar.
- Penjaga gerbang berdiri berhadapan dan mengangkat kedua tangan saling bertemu membentuk terowongan atau gerbang.
- Pemain lain berbaris panjang menyerupai tubuh ular naga, saling memegang pundak atau pinggang teman di depan.
- Barisan ular naga berjalan melewati gerbang sambil menyanyikan lagu khas permainan ular naga.
- Saat lagu selesai, penjaga gerbang menurunkan tangan untuk menangkap pemain tepat di bawah gerbang.
- Pemain yang tertangkap memilih penjaga gerbang mana yang akan diikuti dan berbaris di belakangnya.
- Proses ini berulang sampai semua pemain tertangkap dan kemudian dibagi menjadi dua kelompok.
- Kedua kelompok saling berusaha menangkap pemain lawan dengan cara menggerakkan barisan ular naga agar ekor lawan tertangkap.
- Kemenangan ditentukan dari kelompok yang berhasil mempertahankan anggotanya paling banyak.

Permainan ini melatih kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kekompakan antar pemain. Permainan ini tidak hanya sebagai hiburan tapi juga melatih kerjasama, ketangkasan, dan kebersamaan dalam komunitas anak-anak Sumut di tahun 90-an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 17:56 WIB

Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

News | Kamis, 10 September 2026 | 16:24 WIB

Kisah M A Hasibuan, Insan BRI di Sumatera Utara yang Dampingi  UMKM Hingga Naik Kelas

Kisah M A Hasibuan, Insan BRI di Sumatera Utara yang Dampingi UMKM Hingga Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:08 WIB

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:58 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027

Gubernur Bobby Nasution Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:39 WIB

Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan

Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:59 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:52 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan-Berastagi, Ditargetkan Rampung 2029

Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan-Berastagi, Ditargetkan Rampung 2029

News | Kamis, 03 September 2026 | 09:43 WIB

Terkini

Kenapa Tas Jims Honey Cepat Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Kenapa Tas Jims Honey Cepat Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:25 WIB

25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?

25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:24 WIB

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:10 WIB

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×