Bukan Mal Tertutup, Ini 3 Tren Tata Kota yang Kini Jadi Pilihan Masyarakat Urban

M. Reza Sulaiman

Rabu, 06 Agustus 2025 | 22:34 WIB
Bukan Mal Tertutup, Ini 3 Tren Tata Kota yang Kini Jadi Pilihan Masyarakat Urban
Open space jadi tren tata kota favorit masyarakat urban (Photo by Olga Lioncat/Pexels)

Suara.com - Semakin banyak warga kota yang mulai meninggalkan pusat perbelanjaan bertingkat untuk mencari tempat yang lebih terbuka dan bersahabat. Bukan sekadar tempat belanja atau bersantap, masyarakat kini mencari ruang yang memberi mereka keleluasaan untuk bergerak, berkegiatan, dan berinteraksi dalam suasana yang lebih cair dan alami.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mencatat bahwa ruang komersial tertutup kini tak lagi memenuhi kebutuhan masyarakat urban.

"Orang-orang kota kini menginginkan pengalaman berbelanja dan berkegiatan di pusat komersial yang dirancang rileks, melalui konsep green, dengan spot-spot nyaman untuk diskusi atau sekadar slow healing," ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Tren Tata Kota yang Kini Jadi Pilihan Masyarakat Urban

Seiring dengan itu, tren tata kota pun bergeser. Kawasan yang dulu hanya diperuntukkan untuk fungsi ekonomi kini mulai dibangun sebagai ruang hidup yang fleksibel dan mengundang. Apa saja tren tata kota urban terkini?

1. Kawasan multifungsi yang terbuka

Ruang komersial yang tidak dibatasi dinding mal dan sistem satu pintu kini lebih disukai. Tempat-tempat ini memudahkan orang untuk datang, berpindah, dan bersosialisasi tanpa sekat.

2. Akses pedestrian yang nyaman dan menyatu dengan lingkungan

Jalur pejalan kaki yang lebar, bebas hambatan, serta area parkir yang tidak mempersulit akses menjadi nilai tambah besar bagi masyarakat yang terbiasa berpindah tempat dengan cepat.

baca juga

3. Kemudahan melakukan berbagai aktivitas dalam satu kawasan

Orang kini ingin tempat di mana mereka bisa makan, bekerja, bertemu teman, hingga beristirahat dalam satu lingkungan yang sama tanpa harus berkendara jauh atau berpindah bangunan.

Tren tata kota open space Grand Boulevard Aniva di Gading Serpong. (Dok. Paramount Land)
Tren tata kota open space Grand Boulevard Aniva di Gading Serpong. (Dok. Paramount Land)

Pola ini terlihat nyata di kawasan barat Jakarta, khususnya di Gading Serpong, yang kini menjadi salah satu contoh sukses penerapan konsep ruang kota terbuka. Salah satu titik yang paling menonjol adalah Grand Boulevard Aniva, sebuah koridor komersial baru yang berkembang pesat sebagai pusat gaya hidup dan aktivitas sosial masyarakat urban.

Grand Boulevard Aniva hadir sebagai bagian dari kawasan Aniva yang sejak awal dirancang dengan konsep terbuka. Di kawasan ini, pengunjung tidak perlu memasuki gedung bertingkat atau melewati sistem boom gate yang merepotkan. Sebaliknya, mereka bisa langsung memarkir kendaraan, berjalan kaki menyusuri jalur pedestrian yang luas, dan dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Semua kegiatan, mulai dari menikmati kopi pagi, bekerja dari kedai kopi, bertemu kolega, hingga makan malam keluarga, dapat dilakukan tanpa harus keluar dari kawasan.

Dengan arsitektur yang linear dan fungsional, Grand Boulevard Aniva tidak hanya memanjakan pengunjung, tetapi juga mendukung gaya hidup spontan yang semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat perkotaan. Kawasan ini terhubung langsung dengan Pasadena Central District dan berada di pintu masuk utama koridor Aniva.

"Kami melihat perubahan pola pikir masyarakat di mana mereka tak hanya mencari tempat usaha, tapi juga ruang yang hidup, terbuka, dan memberi pengalaman," kata Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land.

Kawasan ini tidak hadir begitu saja, melainkan sebagai jawaban atas perubahan perilaku masyarakat. Menurut Chrissandy, tempat usaha kini tidak lagi cukup hanya menjadi tempat transaksi.

"Grand Boulevard Aniva menjadi simbol kawasan baru yang menyatukan bisnis dan lifestyle dalam satu kawasan," tutup Chrissandy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taman Buka 24 Jam, Warga Bisa Nikmati Ruang Terbuka Hijau Kapan Saja

Taman Buka 24 Jam, Warga Bisa Nikmati Ruang Terbuka Hijau Kapan Saja

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:46 WIB

Pramono Bakal Sulap Lahan Mangkrak Jadi Taman RTH

Pramono Bakal Sulap Lahan Mangkrak Jadi Taman RTH

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 06:28 WIB

Rahasia Perencanaan Kota Jakarta yang Berkelanjutan,  Apa yang Harus Diubah?

Rahasia Perencanaan Kota Jakarta yang Berkelanjutan, Apa yang Harus Diubah?

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 17:19 WIB

Terkini

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB

×