Taman Buka 24 Jam, Warga Bisa Nikmati Ruang Terbuka Hijau Kapan Saja

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:46 WIB
Taman Buka 24 Jam, Warga Bisa Nikmati Ruang Terbuka Hijau Kapan Saja
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat mengunjungi Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat di malam hari, Jumat (16/5/2025). (Dok: Pemprov DKI)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah memberlakukan kebijakan pembukaan sejumlah taman kota selama 24 jam. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses publik terhadap ruang terbuka hijau, sekaligus mendorong aktivitas warga di ruang-ruang publik yang aman dan nyaman.

Penerapannya dilakukan secara bertahap di sejumlah taman besar yang telah dilengkapi dengan penerangan, sistem keamanan, dan pengawasan petugas. Taman-taman tersebut, antara lain Taman Menteng dan Taman Lapangan Banteng di Jakarta Pusat, serta Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Tiahahu di Jakarta Selatan.

“Peresmian lima taman yang dibuka 24 jam ini dilakukan untuk mendukung fungsi ruang terbuka hijau sebagai taman yang inklusif bagi warga, dengan tetap memperhatikan fungsi ekologisnya," ujar Pramono.

Pramono sendiri sudah beberapa kali mengunjungi Taman Lapangan Banteng yang kini dibuka 24 jam. Ia menyebut antusias warga menyambut kebijakan ini sangat tinggi karena banyak komunitas yang memanfaatkannya.

"Tadi saya bertemu dengan komunitas sepeda malam, komunitas reptil, komunitas kucing dan anjing, komunitas pencinta taman malam, komunitas yoga, dan sebagainya,” ujarnya.

Langkah ini disebut Pramono sebagai bagian dari visi menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif, sehat, dan ramah bagi semua kalangan. 

Dengan dibukanya taman kota tanpa batasan waktu, masyarakat kini bisa memanfaatkan fasilitas umum ini untuk berolahraga, bersantai, atau sekadar melepas penat di luar jam kerja.

"Cocoknya memang taman itu sampai malam. Apalagi kalau taman yang bagus-bagus gitu ya. Kayak Lapangan Banteng, Menteng," ujar karyawan swasta bernama Dea (28).

Dea menilai banyak aktivitas yang bisa dilakukan di taman saat malam hari. Apalagi, kebanyakan warga Jakarta di pusat kota juga masih sibuk bekerja hingga sore hari.

baca juga

"Kalau saya sama teman biasanya kan pulang kantor paling mau nongkrong ke kafe atau mal gitu ya. Kadang bosan juga. Sekarang bisa jadi opsi lah taman di malam hari," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD DKI, Wibi Andrino turut mendukung kebijakan pembukaan taman 24 jam. Ia berharap Pemprov DKI memperluas kebijakan ini ke taman lainnya.

"Saya melihat kebijakan ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Dengan dibukanya taman-taman ini selama 24 jam, warga memiliki lebih banyak kesempatan untuk bersosialisasi, dan menikmati ruang terbuka di tengah kesibukan kota," ujarnya.

Meski demikian, Wibi menekankan agar Pemprov DKI memastikan keamanan pada taman yang beroperasi 24 jam.

"Penting untuk memastikan bahwa operasional taman selama 24 jam ini disertai dengan pengawasan yang memadai. Semoga taman-taman ini menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Distamhut DKI Jakarta, Ivan Murcahyo mengatakan, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat sistem pengawasan, demi menjaga fungsi taman sebagai ruang publik yang aman dan nyaman untuk masyarakat.

“Saat ini kami berupaya meningkatkan pengawasan di taman-taman yang beroperasi selama 24 jam, khususnya di Taman Langsat dan Taman Ayodya. Ini bentuk komitmen dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan di taman-taman tersebut,” kata Ivan.

Ia menyampaikan, pengawasan dilakukan melalui lima langkah utama. Pertama, pemasangan 35 titik CCTV yang dipantau langsung dari posko keamanan taman. Kemudian, penambahan jadwal patroli oleh petugas pengamanan internal yang berkeliling area taman secara berkala. Pihaknya juga telah menambah jumlah personel keamanan, khususnya untuk sif malam.

“Dari semula empat orang, sekarang menjadi delapan orang di malam hari,” pungkas Ivan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Tesso Nilo Resah Terancam 'Diusir', Muncul Wacana Relokasi ke Pulau Mendol

Warga Tesso Nilo Resah Terancam 'Diusir', Muncul Wacana Relokasi ke Pulau Mendol

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 11:29 WIB

Jukir Liar di Sekitar Bundaran HI Patok Harga 'Gila', Gubernur Pramono Anung Geram: Saya Turunkan...

Jukir Liar di Sekitar Bundaran HI Patok Harga 'Gila', Gubernur Pramono Anung Geram: Saya Turunkan...

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:44 WIB

Nasib Revitalisasi Ragunan: Anggaran Masih Misteri, Proyek Raksasa Ini Baru di Atas Kertas

Nasib Revitalisasi Ragunan: Anggaran Masih Misteri, Proyek Raksasa Ini Baru di Atas Kertas

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:19 WIB

LRT Jakarta Mau Diperpanjang sampai Dukuh Atas, Pramono: Perlu Biaya Rp2 Triliun

LRT Jakarta Mau Diperpanjang sampai Dukuh Atas, Pramono: Perlu Biaya Rp2 Triliun

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 09:59 WIB

Koperasi Merah Putih Jakarta Siap, Kenapa Operasional Penuh Baru Dimulai Oktober 2025?

Koperasi Merah Putih Jakarta Siap, Kenapa Operasional Penuh Baru Dimulai Oktober 2025?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 21:50 WIB

Bongkar Tiang Monorel Mangkrak, Pramono : Muncullah Orang-Orang yang Dulu Merasa Punya Kontribusi

Bongkar Tiang Monorel Mangkrak, Pramono : Muncullah Orang-Orang yang Dulu Merasa Punya Kontribusi

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 21:17 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×