- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diketahui langsung menemui keluarga Affan Kurniawan menyampaikan permohonan maaf.
- Ia dilantik Presiden Jokowi tanggal 27 Januari 2021.
- Merupakan Kapolri ke-25 dan masih menjabat hingga kini.
Suara.com - Amarah publik tak terbendung setelah seorang ojek online bernama Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada saat demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8) malam. Usai kejadian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons cepat peristiwa tersebut.
Di hadapan publik ia langsung menyampaikan permohonan maaf serta menemui keluarga korban. Sontak saja kasus tewasnya Affan Kurniawan kembali mencoreng nama pihak kepolisian Indonesia.
Tak hanya permohonan maaf, publik mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya.
Perlu dipahami bahwa jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bukan sekadar simbol, melainkan sebuah tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas dan menegakkan hukum.
Artikel ini membahas secara lengkap mengenai periode kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, mulai dari masa pelantikan hingga kontribusinya di lembaga Polri.
Sejak Kapan Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri?

Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kapolri ke-25 pada 27 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo . Ia menggantikan Kapolri sebelumnya, Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun.
Pelantikan tersebut menandai bergesernya tongkat kepemimpinan di tubuh Polri, yang kini berada di tangan figur yang sebelumnya pernah menjabat di bidang reserse kriminal .
Rekam Jejak sebelum Menjadi Kapolri
Sebelum akhirnya dipilih sebagai calon Kapolri tunggal oleh Presiden Jokowi, Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melewati banyak penugasan.
Baca Juga: Baskara Putra Ajak Publik Patungan untuk Sayembara Bongkar Jaringan Buzzer di Indonesia
Ia telah menorehkan banyak prestasi di Institusi Kepolisian, salah satunya yaitu kasus yang pernah dibongkar sebagai Kabareskrim Polri yaitu penangkapan terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra yang telah buron selama 11 tahun.
Kasus besar lainnya yang berhasil ditangani Jenderal Listyo Sigit dan jajarannya adalah kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), di mana penyidik Bareskrim telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo pada tahun 2011 menggantikan Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M yang pada saat itu berpangkat Komisaris Besar Polisi.
Lalu pada tahun 2012 Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengemban tugas sebagai Kepala Sub Direktorat II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
Kemudian di Tahun 2014, Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah mengawal Jokowi dan menjadi Ajudan Presiden hingga 2016.
Setelah menjadi ajudan presiden, kariernya terus naik dengan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Banten pada tahun 2016 dan Kadiv Propam Polri pada tahun 2018 2019.